Hulaliu, negeri / P. Haruku – prov. Maluku

Negeri Hulaliu berteung Haturessy Rakanyawa, atau dikenal sebagai Amano Alasi atau Huranriu terletak di pulau Haruku, bagian timur pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah, prov. Maluku.
Negeri Hulaliu merupakan satu di antara 5 negeri Uli Hatuhaha atau Amarima Hatuhaha selain negeri Pelauw, Kailolo, Rohomoni dan Kabauw.
Negeri ini beragama kristen.

Lokasi pulau Haruku

————————

Lokasi Pulau Haruku

—————————

Lokasi Hulaliu di p. Haruku


Foto raja-raja negeri di Maluku yang ada sekarang

Untuk foto raja-raja, klik di sini


Video negeri Hulaliu

* Video pelantikan raja Hulaliu (2018): link
*
Video Cakalele adat negeri Hulaliu: link
* Video acara penyambutan Peresmian Gereja Bethlehem di Hulaliu: link
* Video pelantikan kepala SOA Noya negeri Hulaliu: link


Foto Maluku

* Foto Maluku masa dulu: link
* Foto Baileo di Maluku: link
* Foto tarian Cakalele: link
* Foto situs kuno di Maluku: link


Nederlands (bah. belanda)

* Algemeen: klik Molukken en Nederland voor:
– lijsten met marga’s en negeri’s,
– zoekmachine voor marga’s,
– informatie over Molukkers in Nederland en molukse onderwerpen.


NEGERI HULALIU

Raja negeri Hulaliu

Raja adalah Donny Siahaya, dilantik desember 2018.
Tidak ada info tentang raja ini.

23 Desember 2018: Pelantikan Raja Negeri Hulaliu


Baileo negeri Hulaliu

Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara. Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja. Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.
Lantai baileo dibuat tinggi karena dipercaya agar roh-roh nenek moyang memiliki tempat dan derajat yang tinggi dari tempat berdirinya masyarakat. Dan agar masyarakat tahu permusyawaratan yang berlangsung di balai.
– Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_baileo

Warga menggelag tradisi pembongkaran dan pemasangan atap Asari Lounusa di Negeri Hulaliu tahun 2019. Lounusa atau Baileo merupakan istilah bagi masyarakat di Kepulauan Haruku yang diartikan sebagai Rumah Adat, atau acara adat yang selalu dilakukan untuk memfungsikan kembali Rumah Adat yang sudah lama tidak digunakan.

Negeri Hulaliu - Warga menggelag tradisi pembongkaran dan pemasangan atap Asari Lounusa di Negeri Hulaliu


Sejarah Negeri Hulaliu

Beberapa abad setelah perang Alaka yang pertama melawan Portugis yang dipimpin oleh kapitan Halapiri, Portugis tidak berhenti membujuk dan merayu Raja Raja Uli Hatuhaha. Untuk menghentikan bujukan dan rayuan serta menyatakan penolakannya, dalam tahun 1590 diputuskan dalam suatu utusan dengan maksud menemui pihak Portugis guna menyampaikan maksud dan keinginan mereka karena dalam kedudukannya menurut adat Hatuhaha,
Raja Hatualasia (Hulaliu) mempunyai fungsi sebagai juru bahasa (juru runding) dalam menangani urusan kemasyarakatan termasuk juga hubungan dengan pihak luar, maka telah diputuskan dalam musyawarah agar Raja Hatualasia yang bernama Pikaihehe Laisina harus diutus.

Perlu diketahui pula bahwa dalam kedudukan menurut adat Hatuhaha, Raja Pelauw berfungsi sebagai Raja Hatuhaha (upu Latu Nusa), Raja Rohomoni sebagai Imam (Imam Makakukui) yang menangani urusan keagamaan, Raja Kailolo mengurus masalah ekonomi, Raja Kabauw mengurus keamanan (panglima perang).
Karena Raja Hulaliu sebagai juru bahasa (juru runding),itulah sebabnya maka ia diutus untuk menjumpai pihak Portugis guna menyatakan penolakan mereka dan minta dihenikan pengiriman surat rayuan dan utusan ke Hatuhaha. Untuk perundingan itu diberikan tenggang waktu sebulan.

Ketika telah tiba waktu yang dijanjikan, sedangkan Raja Hulaliu dengan pengiringnya beberapa orang belum juga kembali, maka seorang koerier diutus untuk mencari tahu di mana mereka berada. Berita yang dibawa oleh penyelidik tadi sangatlah mengecewakan para penguasa dan penduduk Uli Hatuhaha karena mereka kembali dengan membawa kabar bahwa Raja Hulaliu Pikaihehe Laisina dengan rombongannya telah dibaptiskan atau masuk agama Kristen.
Karena sebulan yang dijanjikan itu telah lewat sedangkan, Raja yang diutus belum kembali, tercetuslah ucapan keresahan dari rekan rekannya yang menunggu, sehingga terungkaplah suatu kapata yang berbunyi:

“TUA LAISINA E OI NALA HURANE RIU AI EA, TAUSA EIRAI”
artinya:
Kaka Laisina pergi sehingga telah lewat waktu sebulan, belum juga ia kembali.
Dari kapata inilah asal kata Hulaliu, karena orang orang asing (Portugis) sukar mengucapkan logat bahasa daerah atau bahasa tanah, maka HURANE RIU atau HURANRIU menjadi HULALIU.

Untuk saudara Hatualasia Anai, apa yang sudah terjadi di masa silam, kita tidak bisa kembali lagi. Tapi ini sejarah untuk anak cucu kita yang ada di tanah perantauan. Dan buat seluruh basudara Hatuhaha, tetaplah bersatu dalam ikatan kuat Hatuhaha Amarima Lounusa.
Sumber: http://ahaone.blogspot.co.id/2008/12/sejarah-negeri-hulaliu.html

Warga menggelag tradisi pembongkaran dan pemasangan atap Asari Lounusa di Negeri Hulaliu. Lounusa atau Baileo merupakan istilah bagi masyarakat di Kepulauan Haruku yang diartikan sebagai Rumah Adat, atau acara adat yang selalu dilakukan untuk memfungsikan kembali Rumah Adat yang sudah lama tidak digunakan.

Negeri Hulaliu - Warga menggelag tradisi pembongkaran dan pemasangan atap Asari Lounusa di Negeri Hulaliu


Tentang Hulaliu / Uli Hatuhaha / Ama Rima

Hatuhaha dulu merupakan kerajaan Islam.
Karena proses perkembangan sejarah, negeri Hatuhaha ini terpecah menjadi lima buah negeri yang kesemuanya terpencar disepanjang pesisir pantai pulau Haruku bagian Utara.
Keberadaanya telah ada, lama sebelum penjajah Portugis dan Belanda menginjakkan kaki di Maluku.
Pulau Haruku terdapat sebuah persekutuan adat yang disebut: Uli Hatuhaha.
Uli Hatuhaha berada pada bagian utara jazirah Haruku yang terdiri dari 5 Negeri (Ama Rima), yaitu:
* Pelauw-Ory,
* Rohomoni,
* Hulaliu,
* Kailolo,
* Kabauw.

– Sumber: http://kenlatuconsina.blogspot.co.id/
Kerajaan islam Hatuhaha / Uli Hatuhaha: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/kerajaan-di-p-haruku/


Fam, SOA dan Pela / Gandong negeri Hulaliu

1) Fam
NB: Untuk lihat tiang nama Fam, lihat di bawah !
Birahij
Hattalaibessy
Isaac
Kiriwenno
Laisina
Lesiputty
Maruanaja
Mataheru
Matulessy
Nanulaitta
Noya
Pasanea
Pattiradjawane
Sahureka
Sedoeboen
Siahaija
Souisa
Tahapary
Taihuttu
Teterissa
Thijssen
Tuanakotta

2) SOA
Tidak ada info tentang SOA.

3) Pela dan Gandong
Negeri Hulaliu pela dengan negeri Tuhaha), (Oma), Sila, Laimu, Asilulu, Tulehu, Paperu dan Tial.


Cari nama Fam SOA, pela, gandong, klik di sini


Subjek penting budaya Maluku

1) Penjelasan Baileo negeri Maluku: klik di sini
2) Foto foto Baileo di Maluku: klik di sini
3) Penjelasan Pela dan Gandong, klik di sini
4) Penjelasan Panas Pela, klik di sini
5) Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri Maluku, klik di sini
6) Penjelasan Fam, marga dan SOA, klik di sini


Cakalele negeri Hulaliu

Afbeeldingsresultaat voor raja negeri hulaliu


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku 1640 (Gilolo = Halmahera)


Sumber negeri Hulaliu

– Negeri Hulaliu di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Hulaliu
– Sejarah negeri Hulaliu: http://ahaone.blogspot.co.id/
– Sejarah terbentuknya negeri Hulaliu: http://ahaone.blogspot.co.id/terbentuknya


Atap Baileo Hulaliu, dibawa oleh 12 tiang dari 12 mojang dari Hurariu Anaï.


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku 1640 (Gilolo = Halmahera)


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: