Nua Nea, Negeri / Maluku – Seram

Negeri Nua Nea terletak di pulau Seram, bagian utara Kota Masohi, ibukota dari Kabupaten Maluku Tengah, provinsi Maluku.
Negeri ini berada di dataran tinggi sekaligus pesisir.
Negeri ini negeri Suku Nuaulu.

Klik foto untuk besar !

Pulau Seram

Provinsi Maluku


* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Tentang Negeri Nua Nea

Negeri Nua Nea merupakan sebuah negeri adat yang lahir berdasarkan asal usul leluhur secara turun-temurun, memiliki kedaulatan atas wilayah teritorial (petuanan/ulayat) dengan kekayaan alam yang berlimpah, serta kehidupan sosial yang diatur oleh norma-norma atau kaidah-kaidah adat yang tidak tertulis tetapi dihormati dan diakui oleh Masyarakat Adat Nua Nea sendiri.

Bila kita menelisik Negeri Nua Nea dari aspek historis, hal itu tidak terlepas dari kehidupan Komunitas Adat Suku Nuaulu di bagian selatan Pulau Seram yang salah satunya berada di Negeri Nua Nea sebagai pusat pemerintahan adat untuk orang-orang Nuaulu yang tersebar di beberapa kampung. Suku Nuaulu terdiri atas enam negeri yang secara administratif berada di lima kampung di bawah Negeri Sepa. Kelima kampung tersebut adalah Kampung Rohua, Bonara, Watane, Hahuwalan, dan Simalouw.

Negeri Nua Nea merupakan pusat pemerintahan adat untuk Suku Nuaulu. Untuk menelusuri sejarah, maka kita perlu menoleh ke belakang ketika awalnya semua bermula dari Nunusaku. Nunusaku adalah sebuah kerajaan pertama di Bumi Nusa Ina.

klik peta untuk besar

Seram tahun 1695

Seram tahun 1753


Suku Nuaulu

Suku bangsa ini sering juga disebut orang Naulu atau Nuahunai, artinya orang yang berdiam di hulu Sungai Nua, yaitu daerah dari mana mereka berasal sebelum menempati daerah yang sekarang. Sekarang orang Nuaulu berdiam di sebagian wilayah Kecamatan Amahai, di bagian selatan Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Populasinya hanya sekitar 1.500 jiwa yang menempati empat buah kampung yang mereka sebut negeri, yaitu Negeri Lama, Rahua, Aisuru dan Hawalan.

Kekerabatan Suku Nuaulu

Prinsip kekerabatan bersifat patrilineal, dimana keluarga-keluarga inti bergabung dengan keluarga inti senior membentuk keluarga batih (rumah tangga) yang mereka sebut matarumah. Sejumlah matarumah yang mempunyai kakek moyang yang sama membentuk sebuah keluarga luas terbatas (klen) yang mereka sebut soa.

Masyarakat Suku Nuaulu

Masyarakat ini dipimpin oleh seorang kepala suku yang biasa mereka sebut kapitan yang dipilih dari keturunan matarumah yang paling senior dan dominan. Kegiatan adat religi asli dijalankan dibawah pimpinan seorang kepala adat yang disebut mauweng. Musyawarah adat biasanya dihadiri oleh para kepala Soa. Sampai saat ini tercatat hanya ada empat soa, yaitu : Bunara, Latane, Rohua dan Yahisuru.

Kepercayaan asli

Orang Nuaulu mempercayai adanya tokoh Pencipta Pertama yang mereka sebut Upu Kuanahatana. Kepercayaan ini sebenarnya merupakan bagian dari sistem keyakinan mereka kepada dewa-dewa dan roh kakek moyang yang dianggap tetap mempengaruhi kehidupan manusia. Roh-roh yang mereka puja terutama roh para kapitan, untuk itu mereka buatkan sebuah altar pemujaan dalam baileo. Roh-roh alam yang jahat mereka sebut nitu. Alam pikiran seperti ini juga mempercayai adanya kekuatan magis yang bisa digunakan manusia untuk tujuan baik maupun jahat. Kekuatan magis itu mereka sebut matakau.


klik peta untuk besar

Peta Maluku 1640 (Gilolo = Halmahera)

Peta Maluku / Sulawesi 1683

Peta Maluku / Sulawesi 1740


Sumber

– Tentang Negeri Nua Nea: http://bpan.aman.or.id/2016/02/16/negeri-penuh-cerita-kearifan-ii/

– Suku Nuaulu: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Nuaulu
– Suku Nuaulu: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2014/12/sejarah-suku-nuaulu-di-maluku.html
– Upacara masa kehamilan pada Suku Nuaulu: http://uun-halimah.blogspot.co.id/2008/02/upacara-masa-kehamilan-pada-suku-bangsa.html


Foto foto Suku Nuaulu


 

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: