Nita, kerajaan / P. Flores – prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Nita terletak di pulau Flores. Kab. Sikka,  prov. Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 1600-an Portugis mendirikan kerajaan Sikka di Natar Sikka dan kerajaan Nita di wilayah Hoak Hewe Nita.

The kingdom of Nita was located on Flores. District of Sikka. Founded in the 17th century by the Portugese.
For english, click here

Lokasi pulau Flores

————————

Kerajaan-kerajaan di Flores abad ke-17/18, incl. Nita


* Foto foto kerajaan Nita: di bawah


Foto kerajaan-kerajaan di P. Flores

* Foto raja-raja yang ada sekarang di Flores: link
* Foto raja-raja yang dulu ada di Flores: link

* Foto pulau Flores dulu: link
* Foto situs kuno di pulau Flores: link
* Foto wilayah Manggarai: link


Garis kerajaan-kerajaan di P. Flores: link


Video sejarah P. Flores dan NTT, 50.000 SM – sekarang: link


KERAJAAN NITA

Tentang raja sekarang (2021)

Kanan: Moang Ratu Petrus da Silva; raja of Nita.


Sejarah kerajaan Nita

Penduduk Nita dulu hidup berkelompok atau disebut ‘kloang’ dalam satu kesatuan adat atau suku dengan rumah adat bersama yang disebut ‘lepo’ dan dikepalai oleh seorang kepala suku4. Dari ‘kloang’ atau ‘suku’ dan ‘lepo’ inilah yang membentuk satu kesatuan yang disebut ‘Natar’ atau Kampung dibawah pimpinan Kepala Kampung.
Dari catatan sejarah dan cerita lisan berkembang, tercatat kurang lebih 7 (tujuh) suku atau lepo yang hidup dan berkembang pada masa itu sampai dengan sekarang seperti; Lepo Gete (Ratu/Raja), Lepo Kolit, Lepo Degodona, Lepo Geronpun, Lepo Lorat, Lepo Orin Bao dan Lepo Tour Orin Gete.

Pada tahun 1600-an Portugis mendirikan kerajaan Sikka di Natar Sikka dan kerajaan Nita di wilayah Hoak Hewe Nita. Dengan demikian sejak tahun 1600-an Nuhan Ular Tana Loran telah terbagi atas 3 wilayah kerajaan yakni kerajaan tradisional KangaE Aradae, dan 2 kerajaan koloni Portugis yakni kerajaan Sikka dan kerajaan Nita.

Pada tahun 1859 Portugis dan Belanda mengakhiri persengketaan mereka atas tanah jajahan di wilayah Hindia Timur, melalui kesepakatan Lisabon. Portugis menyerahkan Hindia Timur kepada Belanda kecuali Tomor-Timur. Dengan itu Belanda mulai berusaha masuk ke Hindia Timur termasuk Sunda Kecil (Nusa Tenggara). Namun Belanda masih menghadapi perlawanan dari raja-raja setempat. Kerajaan Sikka dan Nita sebagai koloni Portugis, baru secara resmi diserahkan kepada Belanda pada 11 September 1885. Raja Andreas Jati da Silva dilantik menjadi Raja Sikka. Dan raja Juang Ngaris da Silva dilantik menjadi Raja Nita. Wilayah kerajaan Sikka yang meliputi Natar Sikka kini bertambah luas dengan masuknya Hoak Hewer Kotin dan Nele ke kerajaan Sikka. Dengan ini ibu kota kerajaan Sikka dipindahkan dari Natar Sikka ke Nuba Nanga Alok Wolokoli, yang kemudian menjadi Kota Maumere.

Kerajaan Nita 1917 menjadi Landschap Nita, di putuskan pemerintah belanda dalam dokumen Korte Verklaring, 17 Agustus 1911 No. 18. Dengan raja: Don Johan da Silva.

Seputar tahun 1925 Raja Nai Juje dari kerajaan KangaE dan Raja Don Yuan da Silva dari kerajaan Nita, sudah memasuki usia yang lanjut. Belanda ingin melakukan penghematan biaya, maka diambillah langkah kebijakkan, untuk melebur 3 kerajaan Sikka, Nita, dan KangaE menjadi satu kerajaan saja. Ratu Nai Juje dipensiunkan setelah memerintah kerajaan KangaE selama 23 tahun (1902-1925). Raja Don Yuan da Silva dipensiunkan setelah memerintah kerajaan Nita selama 16 tahun (1909-1925). Kini hanya ada satu kerajaan di wilayah Onderafdeling Maumere, dengan Rajanya Don Yosephus Thomas Ximenes da Silva, yang dilantik pada 14 Nopember 1925.

– Sejarah lengkap kerajaan Nita: klik di sini


Daftar raja Nita

1885-1892: Don Fransisco da Silva
1893-1909: Don Salipi da Silva
1909-1926: Don Juan da Silva

– Sumber: https://pl.wikipedia.org/wiki/W%C5%82adcy_Flores

Istana raja kerajaan Nita, foto sebelum 1909. Ayah Raja Juan da Silva berdiri di depan istana.


Peta kuno pulau Flores

Klik di sini untuk peta kuno pulau Flores, 1493, 1653, abad ke-17, 1725, 1756, 1700-an.

Flores, tahun 1653


Sumber Nita

– Sejarah lengkap kerajaan Nita: http://orinbao.blogspot.com/2018/02/n-ita-mempunyai-leluhur-sama-dengan.html
Tentang kerajaan Nita dan Sikka: http://spiritentete.blogspot.co.id/2008/12/nita-dalam-genggaman-sejarah.html
– Sejarah kerajaan Nita: https://taufandacunha.blogspot.com/2013/10/kerajaan-kangae-jatuh-ke-tangan-belanda.html

Sumber Flores

– Sejarah pulau Flores: http://pulau-flores.blogspot.co.id/2011/11/sejarah-pulau-flores.html
Sejarah dan kebudayaan Suku Flores: http://dunia-kesenian.blogspot.co.id/2016/01/sejarah-dan-kebudayaan-suku-flores-ntt.html
– Sejarah Flores memeluk Katolik: https://m.tempo.co/read/news/2015/11/21/204720937/wisata-pantai-sejarah-flores-memeluk-katolik
– Asal usul pulau Flores: http://desiran.blogspot.co.id/2014/01/asal-usul-pulau-flores.html
– Masyarakat Flores: http://florestrawang-letare.blogspot.co.id/


Foto foto

Don Franciscus da Silva Raja of Nita, about 1915

Don Franciscus da Silva Raja of Nita, about 1915

—————————–
1910. Moang Ratu Don Juan da Silva dari Nita bersama ratu Dua Moong. Kiri: saudaranya Moang Don Pedro, kana: menteri. Yang lain keluarga. Sumber foto: donald tick, Facebook

—————————
Tidak jauh dari Ledalero terdapat warisan situs kerajaan Nita yang berjarak 12 km dari Kota Maumere. Regalia Kerajaan Nita menunjukan bukti dan saksi sejarah Kerajaan Nita. Regalia tersebut diantaranya pakaian kebesaran kerajaan nita, terdapat juga gading gajah yang besar dan panjang, motif tenun ikat yang bagus serta upacara dan tarian tradisional.

z

——————————-
Rumah kepala desa Nitakloan. Sumber: Tropenmuseum, Netherlands.


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: