Tarumanagara, kerajaan / Jawa Barat

Kerajaan Tarumanagara: 358 – 699. Terletak di Jawa Barat.
Kerajaan ini adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah.

The Kingdom of Tarumanagara: 358 – 699. Located on West Java.
For english, click here

Lokasi Provinsi Jawa Barat


Garis kerajaan-kerajaan di Jawa: link


Foto sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link
* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link
* Foto situs kuno di Jawa: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

– Video Penguasa Monarki kesultanan Jawa Mataram, 1556 – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Mataram, 1576-2020: link
– Video sejarah kerajaan Medang Mataram Hindu: link
– Video sejarah kerajaan Majapahit, 1293 sampai 1527: link
– Video raja-raja Majapahit hingga ke Mataram, 1293 – 1587: link
– Video sejarah kerajaan Jawa Timur, 1.5jt SM sampai 2020: link
– Video sejarah kerajaan Jawa Barat, 3000 SM sampai 2020: link
– Video sejarah kerajaan Jawa Tengah, 1.5jt SM sampai 2020: link


KERAJAAN TARUMANAGARA, 358 – 699

Sejarah kerajaan Tarumanagara

Video sejarah kerajaan Tarumanagara – Salakanagara, 130-670

Tahun Berdiri : 358 M
Masa : 358-669 M
Pusat Kerajaan : Sekitar Bogor dan Bekasi
Raja Pertama : Maharaja Jayasinghawarman
Raja Terkenal : Maharaja Purnawarman (Raja ke-3)
Jumlah Raja : 12
Agama Kerajaan : Hindu
Agama seluruh Masyarakat : Hindu, Budha, hyang, Animisme, Dinamisme, Abraham, Islam (pada sekitar 620 M oleh pangeran sancang)
Diteruskan Oleh : Kerajaan Sunda


Umum

Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan bercorak Hindu di nusantara yang berdiri pada abad ke-4 hingga abad ke-7 masehi. Kerajaan Tarumanegara terletak di tepi Sungai Citarum, Jawa Barat.
Pendiri kerajaan Tarumanegara adalah Maharesi Jayasingawarman dari India, yang datang ke nusantara karena kekacauan dan penjajahan oleh pasukan Maharaja Samudragupta dari kerajaan Magada.
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Purnawarman yang berkuasa antara 395-434 masehi. Di bawah kekuasaannya, rakyat dipimpin secara bijaksana dan Tarumanegara berhasil menguasai 48 kerajaan daerah. Dari sumber sejarah kerajaan Tarumanegara, diketahui wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh Jawa Barat.

Sejarah kerajaan Tarumanegara

Sejarah berdirinya kerajaan Tarumanegara bermula ketika Maharesi Jayasingawarman dari Salankayana, India, datang ke Indonesia. Setelah diterima oleh Raja Dewawarman VIII di kerajaan Salakanagara, ia dinikahkan dengan salah seorang putrinya. Jayasingawarman kemudian membuka wilayah (sekarang diperkirakan di sekitar Bekasi) dan mendirikan kerajaan Taruma pada 358 masehi. Raja Jayasingawarman berkuasa selama 24 tahun, dari 358-382 masehi. Setelah wafat, pemerintahan kemudian diterusakan oleh Dharmayawarman.

Puncak kejayaan kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Purnawarman, yang merupakan raja ketiga. Purnawarman adalah penganut agama Hindu, aliran Vaisnawa. Pada 397 masehi, Purnawarman membangun ibu kota kerajaan yang letaknya lebih dekat ke pantai. Kota itu diberi nama Sundapura, cikal-bakal kata “Sunda” sekarang.
Maharaja Purnawarman adalah raja yang gagah berani, bijaksana, dan sangat memerhatikan kehidupan rakyatnya. Pada masa pemerintahannya, dilakukan penggalian Sungai Gomati sepanjang 12 km, untuk menghindari bencana alam seperti banjir ataupun kekeringan yang pada musim kemarau. Perekonomian di kerajaan ini juga maju, dibuktikan dengan raja yang memberikan sedekah 1.000 ekor sapi kepada para Brahmana.
Penduduknya hidup dengan cara bertani dan sistem pemerintahannya pun sudah teratur. Di bawah kekuasaannya pula, ada 48 kerajaan daerah yang dikuasai Tarumanegara. Wilayahnya meliputi hampir seluruh Jawa Barat, mulai dari Banten, Jakarta, Bogor, dan Cirebon. Selain itu, kerajaan Tarumanegara telah menjalin hubungan diplomatik dengan Cina. Dengan adanya hubungan diplomatik tersebut berarti juga terjalin hubungan perdagangan dan pelayaran antara Tarumanegara dan Cina.

Runtuhnya kerajaan Tarumanegara

Pada 669 masehi, Raja Linggawarman yang baru berkuasa selama tiga tahun wafat. Takhta kerajaan secara otomatis jatuh ke tangan menantunya, Tarusbawa. Pergantian kekuasaan ini menandai berakhirnya kerajaan Tarumanegara karena Tarusbawa lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda, yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Tarumanegara. Atas pengalihan kekuasaan ke kerajaan Sunda ini, kerajaan Galuh tidak sepakat dan memutuskan untuk memisahkan diri. Dengan begitu, wilayah bekas kerajaan Tarumanegara kemudian dibagi menjadi dua, yaitu kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai pembatasnya.

– Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/05/20/161458179/kerajaan-tarumanegara-raja-raja-puncak-kejayaan-dan-peninggalan?page=all

Lokasi kerajaan Tarumanagara

Click to enlarge --- klik untuk memperbesar


Daftar raja kerajaan Tarumanagara

Untuk deskripsi lengkap raja raja Tarumanagara, klik di sini

1. 358-382: Jayasingawarman
2. 382-395: Dharmayawarman
3. 395-434: Purnawarman
4. 434-455: Wisnuwarman
5. 455-515: Indrawarman
6. 515-535: Candrawarman
7. 535-561: Suryawarman
8. 561-628: Kertawarman
9. 628-639: Sudhawarman
10. 639-640: Hariwangsawarman
11. 640-666: Nagajayawarman
12. 666-669: Linggawarman (Tarusbawa)


Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanagara

Prasasti Tugu
Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta.

—————————

Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun bergoreskan aksara Pallawa yang disusun dalam bentuk seloka bahasa Sanskerta dengan metrum Anustubh yang terdiri dari empat baris dan pada bagian atas tulisan terdapat pahatan sepasang telapak kaki, gambar umbi dan sulur-suluran (pilin) dan laba-laba.

—————————

Prasasti Muara Cianten
Prasasti Muara Cianten dipahatkan pada batu besar dan alami dengan ukuran 2.70 x 1.40 x 140 m3. Peninggalan sejarah ini disebut prasasti karena memang ada goresan tetapi merupakan pahatan gambar sulur-suluran (pilin) atau ikal yang keluar dari umbi.

—————————

Prasasti Pasir Awi
Prasasti Pasir Awi terletak di lereng selatan bukit Pasir Awi (± 559m dpl) di kawasan hutan perbukitan Cipamingkis Kabupaten Bogor. Prasasti Pasir Awi berpahatkan gambar dahan dengan ranting dan dedaunan serta buah-buahan (bukan aksara) juga berpahatkan gambar sepasang telapak kaki.

—————————

Prasasti Cidanghiyang /Munjul /Lebak
Prasasti Cidanghiang adalah salah satu prasasti yang berasal dari kerajaan Tarumanagara
sekitar abad pertengahan abad 5 M


Situs peninggalan kerajaan Tarumanagara

Percandian Batujaya di Karawang

Kompleks percandian Batujaya dibangun pada sekitar abad 5-7 Masehi, lebih tua dari Candi Borobudur. Peninggalan peradaban Buddha di Karawang, Jawa Barat, itu ditemukan tahun 1984. Namun, meski lokasinya hanya 50 km dari DKI Jakarta, peninggalan kuno ini kurang dikenal masyarakat.

————————-

Situs Cibuaya
Percandian Cibuaya termasuk salah satu candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Letaknya ada di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Situs ini sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1951 dan terus dikembangkan penemuannya dari tahun ke tahun.
Dalam situs ini terdapat beberapa benda purbakala diantaranya berbentuk arca dan lingga. Terdapat beberapa bangunan candi yang ditemukan di situs Cibuaya, termasuk juga bangunan candi di Lemah Duhur Lanang yang ukurannya paling besar.


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Tarumanagara: http://www.zonasiswa.com/2014/05/sejarah-kerajaan-tarumanagara.html
Sejarah kerajaan Tarumanagara: http://iwak-pithik.blogspot.co.id/2012/10/sejarah-kerajaan-tarumanegara.html
Sejarah kerajaan Tarumanagara di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Tarumanagara
Sejarah kerajaan Tarumanagara: http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/kerajaan-tarumanagara.html
Daftar Raja: link

7 Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanagara: http://www.yudhe.com/7-prasasti-peninggalan-kerajaan-tarumanegara/
Bukti keberadaan kerajaan Trumanagara: https://id.wikipedia.org/wiki/Bukti_keberadaan_Kerajaan_Tarumanegara


* Foto peninggalan kerajaan Tarumanagara

Purnawarman atau Purnavarman adalah raja ke-5 Tarumanagara

Purnawarman or Purnavarman is the 5th century king of Tarumanagara, a Hindu Indianized kingdom, located in modern day West Java.

——————————-
Dua arca Wishnu yang ditemukan di situs Cibuaya, Karawang, Jawa Barat. Diperkirakan berasal dari kerajaan Tarumanagara, sekitar kurun abad ke-7 sampai ke-8 Masehi. Koleksi Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Inv. 7974 dan 8416. Wishnu adalah dewa pemelihara dala agama Hindu, mahkotanya yang berbentuk tabung mirip dengan arca gaya Khmer Kamboja.


2 Comments

2 thoughts on “Tarumanagara, kerajaan / Jawa Barat

  1. Betul sejarah begitu menakjubkan memang tepat untuk di baca dan mengatakannya sesuatu padanya. Terimakasih flickr.

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: