Beutong, kerajaan / Sumatera – Prov. Aceh, kab. Nagan Raya

Kerajaan Beutong terletak di Sumatera, Kab. Nagan Raya, prov. Aceh.
Raja pertama dan pendiri kerajaan Beutong adalah Teuku Peusunu atau Teuku Raja Beutong Benggalang. Menurut riwayat beliau berasal dari kerajaan Pedir (sekarang Kabupaten Pidie) pada masa akhir kesultanan Atjeh Darussalam di perintah oleh Sultan Alaidin Johan Syah 1735-1760 M.
Setelah berakhirnya Perang Aceh (1914), negeri-negeri para Uleebalang ini memperoleh status swapraja (zelfbestuur landschappen).

The kingdom of Beutong is located on Sumatra, District Nagan Raya, prov. Aceh.
During the sultanate of Aceh this kingdom was a vassal or subordinate to the sultan of Aceh and was led by the king who had the title of Uleebalang.
After the end of the Aceh War, in 1914, Beutong entered Onderafdeling Meulaboh, as “swapraja”.

For english, click here

Kab. Nagan Raya, prov. Aceh


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kesultanan Aceh

* Foto kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh dulu: link
*
Foto perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KERAJAAN BEUTONG

Raja kerajaan Beutong sekarang (2020)

Raja kerajaan Beutong (2020): Teuku Raja Keumangan.
Teuku Raja Keumangan adalah anak ke-10 dari pasangan Teuku Raja Azman dan Hj Cut Wan Zainah. Ayah TRK adalah putra Teuku Beutong Banta Tjoet yang juga dikenal sebagai raja terakhir kerajaan Beutong.


Sejarah kerajaan Beutong, abad ke-18

Lokasi kerajaan Beutong

Bekas teritorial kerajaan Beutong terletak di Kecamatan Beutong Banggala atau populer dengan sebutan Beutong Ateuh sebagai Pusat Kerajaan dan Kecamatan Beutong (Beutong Bawah) Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Menurut catatan sejarah wilayah Pameu Kabupaten Aceh Tengah juga merupakan bagian dari teritorial kerajaan Beutong.

Sejarah

Raja pertama dan pendiri kerajaan Beutong adalah TEUKU PEUSUNU atau TEUKU RAJA BEUTONG BENGGALANG. Menurut riwayat beliau berasal dari kerajaan Pedir (sekarang Kabupaten Pidie) pada masa akhir kesultanan Atjeh Darussalam di perintah oleh Sultan Alaidin Johan Syah, 1735-1760 M.

Dulu negeri tersebut diperintah oleh seorang Raja non Muslim yang berasal dari Sumatra Utara (Suku Rawa/Batak 27). Dan dengan memohon petunjuk serta perlindungan dari Allah SWT, Teuku Raja Beutong Benggalang dengan menggunakan taktik dan strategi yang tanpa melalui peperangan, berhasil membuat Raja dan para petinggi kerajaan lari meninggalkan negeri itu.
Seterusnya Teuku Raja Beutong Benggalang mulai memimpin negeri itu dengan penuh bijaksana dan adil, Alhamdulillah dalam waktu yang singkat Allah SWT melimpahkan karunia-Nya berupa tanah yang subur dengan hasil pertanian yang berlimpah, sehingga anak negeri bisa hidup makmur dan sejahtera. Kemudian beliau memberi nama baru untuk negeri itu yaitu Beutong, yang beliau ambil dari nama salah satu negeri di kerajaan Pedir (Kabupaten Pidie).
Setelah berakhirnya Perang Aceh, tahun 1914, Beutong masuk Onderafdeling Meulaboh, sebagai “swapraja”.
Pada zaman pendudukan Jepang (1942-1945M), Teuku Raja Beutong Banta Tjut masih di akui sebagai pemimpin Kerajaan Beutong dengan sebutan Beutong Son atau Sonco Beutong. Pada masa periode ini ada raja yang tidak lagi di akui bahkan dibunuh oleh tentara pendudukan Jepang seperti Teuku Chik Ali Akbar (Raja Meulaboh) dan Teuku Ben (Raja Seunagan).
Tentang kerajaan Beutong: https://fsknaceh.wordpress.com/sejarah-kerajaan-di-aceh/

Kiri: Raja dan ratu kerajaan Beutong, kanan: raja dan ratu kerajaan Cunda


Daftar raja kerajaan Beutong

1) Raja pertama dan pendiri kerajaan Beutong adalah Teuku Peusunu atau Teuku Raja Beutong Benggalang. Menurut riwayat beliau berasal dari kerajaan Pedir (Sekarang Kabupaten Pidie) pada masa akhir kesultanan Atjeh Darussalam di perintah oleh Sultan Alaidin Johan Syah, 1735-1760 M.
2) Raja kedua kerajaan Beutong adalah Teuku Lundeh atau Teuku Raja Beutong Chik, yang merupakan anak kandung dari Teuku Raja Beutong Benggalang.
3) Raja ketiga kerajaan Beutong adalah Teuku Raja Beutong Dalam, salah seorang anak kandung dari Teuku Raja Beutong Chik (Raja kedua).
4) Raja keempat kerajaan Beutong adalah Teuku Raja Beutong Abdullah, yang merupakan anak kandung dari Teuku Raja Beutong Dalam (Raja ketiga).
5) Raja kelima kerajaan Beutong adalah Teuku Raja Beutong Ali Nafiah, atau dikalangan masyarakat populer dengan sebutan Ampon Beutong Ali. Beliau merupakan anak kandung dari Teuku Raja Beutong Abdullah (Raja keempat).
6) Raja keenam (terakhir) kerajaan Beutong adalah Teuku Raja Beutong Banta Tjut dan dikalangan masyarakat terkenal dengan sebutan Ampon Beutong Banta. Beliau merupakan anak kandung dari Teuku Raja Beutong Abdullah (Raja keempat).
– Penjelasan lengkap raja Beutong: https://fsknaceh.wordpress.com/sejarah-kerajaan-di-aceh/


Kerajaan Beutong – Keraton dan Alat-alat Perlengkapan

Selaku Raja pertama dan sekaligus pendiri kerajaan Beutong, Teuku Raja Beutong Benggalang sampai dengan Raja yang ketiga (Teuku Raja Beutong Dalam) bertempat tinggal di Beutong Ateuh/Beutong Atas (Sekarang Kecamatan Beutong Benggala), sebagai pusat kerajaan dan Keraton/tempat kediaman Raja Beutong yang diberi nama “Rumoeh Rayek” hanya tinggal bekasnya yang terletak di desa Kuta Tuha Kecamatan Beutong Benggala.

Sedangkan Raja keempat (Teuku Raja Beutong Abdullah) sampai dengan raja terakhir (Teuku Raja Beutong Banta Tjut) bertempat tinggal di Desa Meunasah Pante atau Beutong Bawah (sebagai pusat pemerintahan) Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya, dimana saat ini Keraton kerajaan tersebut dengan nama “Rumoeh Rayek” atau Rumah Besar masih ada walaupun dalam kondisi yang tidak terawat lagi.

Raja Beutong, 2014

Aceh - Raja Beutong, 2014


KERAJAAN-KERAJAAN KECIL DI BAWAH KESULTANAN ACEH

– Untuk sistem pemerintahan Uleebalang dll. lengkap: klik di sini

Kesultanan Aceh Darussalam dipimpin oleh sultan bergelar Sultan Imam Adil.
Bentuk pemerintahan kesultanan Aceh adalah federasi. Disebut federasi karena kesultanan Aceh menganut prinsip desentralisasi dengan memberikan otonomi yang tinggi bagi daerah bawahannya yaitu nanggroe dan mukim, apalagi untuk daerah taklukan.

Peta kesultanan Aceh dan Uleebalang Aceh, 1917 M

11 Aceh, 1873


Sumber kerajaan Beutong

Sejarah kerajaan Beutong: https://abupeulekung.blogspot.com
– Sejarah kerajaan Beutong: https://fsknaceh.wordpress.com/

Sumber struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan di bawah kesultanan Aceh

– Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://helmiyymailcom.blogspot.co.id
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://syahrureza.blogspot.com/
Kesultanan Aceh, Ulèëbalang dan pembagian wilayah: https://id.wikipedia.org/
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: https://www.facebook.com/
Uleebalang, raja kecil dalam kesultanan Aceh: https://id.wikipedia.org/
Sistem pemerintahan kesultanan Aceh lokal: https://id.wikipedia.org/wiki/

Kesultanan Aceh: klik di sini


Uleebalang di bawah kesultanan Aceh, 1917 M

Peta Uleebalang Aceh 1917


Peta Aceh dulu

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

—————————–

Peta Aceh 1873.

————————–

Kota Banda Aceh tahun 1665 oleh Johannes Vingboons 
Kota Banda Aceh Pada Tahun 1665 oleh Johannes Vingboons


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: