Hatorusan, kesultanan (dinasti Pasaribu) / Prov. Sumatera Utara – Tanah Batak

Kerajaan Haturosan (dinasti Pasaribu), abad 13-16, adalah kerajaan di Barus Hilir, atau Tanah Batak bagian barat, Kab. Tapanuli Tengah, provinsi Sumatera Barat.

Kab. Tapanuli Tengah, prov. Sumatera Barat


* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link
* Foto suku Batak: link


Umum, 3 dinasti Batak kuno

Sepanjang sejarah Suku Batak Kuno (Toba Tua) di Sumatera, pernah terdapat tiga dinasti kerajaan yang menyatukan berbagai kelompok suku.
Ketiga dinasti adalah:

1) Dinasti Sori Mangaraja yang dipimpin oleh raja turun temurun dengan gelar Sori Mangaraja yang merupakan adapatasi bahasa dari gelar Sri Maharaja. Dinasti ini berdiri hampir kurang 300-500 tahun sejak abad ke-7 hingga abad ke-12 M. Pusat pemerintahan dan ibu kotanya terletak di Lobu Tua, Barus dan Pansur yang dijadikan kota pelabuhan dan pusat perdagangan. Akhir masa dinasti ini terjadi akibat serangan oleh kerajaan Chola yang berasal dari India dengan kerajaan Sriwijaya termasuk daerah kekuasaannya.

2) Dinasti Hatorusan. Dinasti ini berusaha membangun kembali tatanan kota, tradisi dan kejayaan dinasti Sori Mangaraja. Dinasti Hatorusan dipimpin oleh raja yang bergelar Raja Hatorusan, raja pertamanya Uti Mutiaraja yang berasal dari keturunan Guru Tatea Bulan, Pusak Buhit. Wilayah kekuasaanya berada di Barus hinggal perbatasan wilayah Aceh.

3) Dinasti Sisingamangaraja. Pada awal abad ke-15, tampuk kekuasaannya diserahkan ke dinasti Sisingamangaraja dari Negeri Bakkara yang dikenal dengan kerajaan Bakkara yang sekarang bernama Balige.

Wilayah di Sumatera Utara yang diwarnai, memiliki mayoritas penduduk Batak.

Wilayah di Sumatera Utara yang diwarnai, memiliki mayoritas penduduk Batak.


Sejarah kerajaan Hatorusan (dinasti Pasaribu)

Dinasti ini didirikan oleh Raja Uti putra Tateabulan. Bila Dinasti Sorimangaraja berakhir di tanah Batak bagian selatan (Tapse), maka Dinati Hatorusan ini berakhir di Barus, atau tanah Batak bagian barat.

Sejarah regenerasi Raja Uti, mulai dari 1000 tahunan sebelum masehi sampai salah satu keturunanya yang bergelar Raja Uti VII di tahun 1500-an, tidak terdokumentasi dalam penanggalan yang jelas. Namun secara umum, dia memiliki beberapa keturunan, yang sempat diketahui namanya. Namun mungkin saja antara satu nama dengan nama yang lain berjarak puluhan sampai ratusan tahun. Karena kerajaan Hatorusan selalu hilang dan mucul kembali sesuai dengan percaturan politik.

1. Datu Pejel gelar Raja Uti II
2. Ratu Pejel III
3. Borsak Maruhum.
4. Raja Uti V bergelar Datu Alung Aji
5. Raja Uti VI yang bernama Longgam Parmunsaki.
6. Raja Uti VII bernama Datu Mambang Di Atas.

Selama pemerintahan Raja Uti VII, abad ke-16, pemerintahan kerajaan mulai goyah. Ekspansi kerajaan telah meluas sampai ke beberapa wilayah di Aceh. Raja Uti VII diceritakan memindahkan ibu kota kerajaan ke wilayahnya di bagian utara yang sekarang masuk kedalam pesisir Aceh.

Sang Raja VII mempunyai beberapa panglima di antaranya seorang panglima yang sangat tangguh yang juga kebetulan adalah kemenakannya sendiri. Putra dari seorang saudari perempuannya, Boru Pasaribu. Dia bernama Mahkuta alias Mahkota yang dikenal di kalangan Batak dengan sebutan Manghuntal putra seorang ayah bermarga Sinambela dari pusat Batak. Dia dididik di istana kerajaan dan menjadi Panglima yang menguasai matra Angkatan Darat dan Laut.

Ketika Portugis pertama sekali menyerang daerah tersebut, Panglima Mahkuta memimpin bala tentaranya dan memenangkan peperangan tersebut. Selain mendapat serangan dari pihak luar, kerajaan juga mendapat pemberontakan di dalam negeri.

Mahkuta kemudian diperintahkan untuk menumpas pemberontakan di sentral Batak tersebut. Dalam usahanya menumpas pemberontak, di ibukota kerajaan terjadi kudeta dan perebutan kekuasaan. Kerajaan terpecah dalam kerajaan-kerajaan kecil. Mahkuta alias Manghuntal mendirikan Dinasti Sinambela (Sisingamangaraja) di Bakkara.

Sementara itu, komunitas Pasaribu di Barus, para keturunanan Raja Uti, meneruskan hegemoni Dinasti Pasaribu dengan naiknya Sultan Ibrahimsyah Pasaribu menjadi Sultan di Barus Hilir. Ada pendapat sejarah yang mengatakan bahwa Sultan Ibrahimsyah Pasaribu adalah orang yang memberi kekuasaan kepada Manghuntal, Mahkuta, untuk mendirikan kerajaannya di Bakkara. Dengan demikian dialah yang bergelar Raja Uti VII tersebut (?).


Daftar raja kerajaan Hatorusan (Dinasti Pasaribu)

Berikut adalah nama-nama Dinasti Hatorusan berikutnya:

1. Sultan Ibrahimsyah Pasaribu (Gelar Raja Hatorusan)
2. Sultan Yusuf Pasaribu
3. Sultan Adil Pasaribu
4. Tuanku Sultan Pasaribu
5. Sultan Raja Kecil Pasaribu
6. Sultan Emas Pasaribu
7. Sultan Kesyari Pasaribu
8. Sultan Main Alam Pasaribu
9. Sultan Perhimpunan Pasaribu
10. Sultan Marah Laut bin Sultan Main Alam Pasaribu pada tanggl 17 Juni 1872 menuliskan kembali Sejarah Tuanku Badan (Tambo Barus Hilir) yang menceritakan silsilah kerajaan Hatorusan di Barus, dari sebuah naskah tua peninggalan leluhurnya yang hampir lapuk.
– Sejarah lengkap:  http://batak-people.blogspot.co.id/2013/04/dinasti-dinasti-batak.html


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber Hatorusan

– Sejarah kerajaan Hatorusan:  http://togadebataraja.blogspot.co.id/2011/06/dinasti-pasaribu-hatorusan.html
– Sejarah kerajaan Hatorusan: http://haposanbakara.blogspot.co.id/2012/06/tiga-dinasti-kerajaan-di-tanah-batak.html
– Sejarah kerajaan Hatorusan:  http://pagarandolok.blogspot.co.id/2009/04/sejarah-kerajaan-hatorusan.html
Daftar Raja, Dinasti Pasaribu (Hatorusan): http://forum.detik.com/showpost.php?p=7659047&postcount=159

Sumber Bakkara

– Sejarah negeri Bakkara: http://haposanbakara.blogspot.co.id/2012/06/tiga-dinasti-kerajaan-di-tanah-batak.html
– Sejarah negeri Bakkara: https://protapanuli.wordpress.com/2008/07/19/bakkara/
– Sejarah negeri Bakkara: http://humbahas.blogspot.co.id/2006/08/dinasti-dinasti-batak.html


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s