Pusat kerajaan Luwu atau yang biasa disebut Ware’

Sumber: https://abudiamin.blogspot.com/2016/06/sejarah-kerajaan-luwu.html

——————————————-

Sejak berdirinya Kerajaan Luwu, pusat-pusat kerajaan atau yang biasa disebut Ware’ sering berpindah pindah, diperkirakan berpindah selama enam kali.

Ware’ 1. Bertempat di daerah Ussu (sekarang termasuk wilayah Kabupaten Luwu Timur). Masa ini diyakini juga masa berkuasanya keturunan dewa-dewa yang dipercaya ssebagai cikal bakal dan berdiinya kerajaan di Sulawesi Selatan.

Ware’ 2. Berlangsung sekitar abad ke-13 Masehi pada masa pemerintahan periode Lontara. Pada masa ini telah berkuasa Simpurusiang.War

Ware’ 3. Berlangsung pada sekitar abad ke-14 Masehi pada masa pemerintahan Anakaji. Ware’ dipindahkan ke Mancapai dekat Lelewawu, sebelah selatan danau Towuti.

Ware’ 4. Berlangsung pada sekitar abad ke-16 Masehi pada masa pemerintahan Dewa Raja. Memindahkan ke Kamanre ditepi senugai noling, hal ini dikarenakan perebutan wilayah Cenrana antara Bone dan Luwu.

Ware’ 5. Berlangsung sekitar abad ke-16 Masehi. Pada periode ini diperkirakan We Tenrirawe berkuasa dan beliau memindahkan pusat kerajaan Luwu ke Pao wilayah Pattimang-Malangke.

Ware’ 6. Berlangsung pada awal abad ke-17 pada masa pemerintahan Patipsaung. Pusat kerajaan dipindahkan ke wara (sekarang lebih dikenal dengan nama Palopo). Menurut beberapa sumber klasik, ware’ mengalami perkembangan yang cukup pesat setelah kerajaan Luwu pindah ke Malangke dan menjadi Palopo sebagai pemukiman awal masyarakat pada era pra islam yang berkembang menjadi pusat penyebaran agama Islam, hal ini ditandai dengan dibangunnya Masjid Djami.