Konawe, kerajaan / Prov. Sulawesi Tenggara – kab. Konawe

Kerajaan Konawe adalah kerajaan Suku Tolaki Konawe, terletak di Sulawesi, Kab. Konawe, prov. Sulawesi Tenggara.
Raja bergelar Mokole. Kerajaan ini berdiri abad ke5 – 1945.

The kingdom of Konawe is a kingdom of the Konawe People, located in south east Sulawesi.
The title of the king is Mokole.

For english, click here

Lokasi Kabupaten Konawe


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Tentang Raja / About the king

21 april 2014: Nur Alam, Raja Konawe dengan gelar Apuno Mokole Tolaki Konawe (dilantik 21-4-2014).

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam, diberi gelar adat Apuno Mokole Tolaki Konawe yang artinya Raja Konawe. Gelar tersebut diberikan oleh Lembaga Adat Tolaki (LAT), di Eks MTQ Kendari, Senin (21/4/2014).
Sebelum gelar tersebut diberikan kepada Nur Alam, serangkaian kegiatan dilakukan diawali dengan Mombesara atau penyambutan adat yang dilakukan kepada tamu yang diagungkan. Nur Alam yang didampingi istrinya, Asnawaty Hasan disambut dengan sejumlah tarian.

Selain itu juga, pada proses tersebut dilakukan Mosehe Wonua atau tolak bala. Dalam prosesi tersebut dipercayai bahwa Mosehe Wonua dilakukan untuk pencucian kampung yang ditandai dengan pemotongan kerbau putih, sehingga daerah tersebut bisa terhindar dari mara bahaya.
Ketua LAT Sultra, Mansyur Masie, mengatakan bahwa pemberian gelar adat seperti yang dilakukan hari itu bukan untuk pertama kalinya, melainkan sudah sering diberikan kepada orang yang ditokohkan.

“Dengan pemberian adat yang kami lakukan hari ini tentunya kami berharap agar dapat memimpin jauh lebih baik dari sebelumnya,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra, mengatakan bahwa dengan gelar adat yang diberikan kepadanya itu merupakan amanah yang harus dijalankannya. Pasalnya, pemberian gelar adat tidak sembarangan diberikan.

“Gelar ini merupakan amanah yang besar karena persatuan raja-raja, dengan gelar ini saya juga berharap dapat memperkokoh persatuan kita dan bisa membangun Sultra jauh lebih baik lagi,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa dengan gelar tersebut tidak berarti ia akan menjadi penguasa sepenuhnya, melainkan hanya meminta dukungan kepada seluruh tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bisa bersama-sama membangun Sultra.
– Sumber: http://www.suarakendari.com/gubernur-sultra-diberi-gelar-adat-apuno-mokole.html


Sejarah kerajaan Konawe, mulai abad ke5

– Sumber: https://situsbudaya.id/sejarah-kerajaan-konawewekoila/

Kerajaan Konawe berdiri sejak abad ke5. Nama raja pertama (Mokole)  dan raja I adalah Tanggolwuta. Sebelumnya sudah ada kerajaan kecil yaitu: Kerajaan Wawolesea, Kerajaan Besulutu dan Kerajaan Padangguni.
Beberapa sumber informasi maupun penulis sejarah lokal Sulawesi Tenggara (H. Surabaya, Prof. Eddy Mokodompit, Johan Mekuo, Muslimin Suud, ) mengatakan bahwa wekoila adalah Raja I di Kerajaan Konawe. Saya menggaris bawahi pendapat tersebut mengapa Wekoila yang disepakati menjadi Raja I di Kerajaan Konawe, di jelaskan sebagai berikut:
* Sebelum Wekoila menjadi mokole More I di Konawe, raja-raja yang pernah memerintah belum memiliki system pemerintah yang teratur.
*  Raja-raja memerintah secara otokrasi, belum menggunakan aparat pembantu raja sehingga roda pemerintahan tidak berjalan dengan baik.
*  Raja-raja belum memahami apa yang harus dikerjakan, kepada siapa seharusnya bertanggung jawab, seakan-akan terjadi suatu kefakuman dalam pemerintahan.

Kehadiran Raja Wekoila memegang tumpuk pimpinan Kerajaan Konawe 948 M – 968 M dianggap sebagai Mokole I Kerajaan Konawe berkedudukan di Unaaha, sekaligus pertanda awal terbentuknya system pemerintahan yang mulai teratur dengan baik.
Sebagai buktinya dapat dijelaskan sebagai berikut:
* Raja Wekoila telah menunjuk seorang WATI atau pembantu Raja dan pejabat-pejabat yang di gelar TONOMOTUO atau Pemimpin Masyarakat masing-masing, dibantu oleh pejabat-pejabat adat yang disebut :
– TOLEA-PABITARA (Urusan Perkawinan)
– POSUDA (Urusan Logistik)
– OTADU (Urusan Pertahanan)
– TAMALAKI (Urusan Peperanagan).

Pada masa pemerintah Wekoila, masyarakat Konawe diklasifikasikan dalam tiga tingkatan-stratifikasi social yaitu :
* golongan tingkat atas disebut ANAKIA (Bangsawan)
* golongan tingkat menengah disebut TOONONGGAPA (masyarakat biasa)
* golongan tingkat bawah disebut OATA (Budak)

Raja Wekoila memerintah disertai seperangkat-brenda (regalis) artinya untuk mengatur tata hidup masyarakat yang dikenal dengan adat Kalo-sara. Dalam pandangan falsafah masyarakat Tolaki di Konawe terhadap Kalo-Sara, dapat disimpulkan suatu Motto-filosofis dalam bahasa puitis Tolaki, berbunyi : “ INAE KONASARA IETO PINESARA, INAE LIASARA IETO PINEKASARA “ artinya; Barang siapa mentaati/menjujunjung tinggi hukum (Adat) akan diperlakukan dengan baik/adil, barang siapa melanggar hukum akan diberi hukuman.

Adapun kondisi dan situasi jalannya pemerintahan di Kerajaan Konawe pada masa Raja Wekoila, oleh beberapa hasil penelitian sebelumnya digambarkan hanya berhasil meletakkan dasar-dasar pemerintahan yang berlandaskan hokum adat, antara lain berhasil mempersatukan seluruh masyarakat yang beradad dibawah suatu hokum perundangan tidak tertulis dengan inti kepatuhan dan ketaatan terhadap raja/penguasa yang memerintah, namun soal bentuk dan susunan organisasi pemerintahan yang benar-benar riil dari tanggung jawab belum dapat diwujudkan oleh Raja Wekoila.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa kondisi dan situasi pemerintah Kerajaan Konawe pada zaman pemerintahan Raja Wekoila relative belum memiliki bentuk dan susunan yang rapi, namun secara keseluruhan penduduk yang tersebar secar kelompok dalam bentuk O’NAPO atau  O’KAMBO dan hidup saling terpisah dan berjauhan satu sama lain, dapat dipersatukan dibawah satu kesatuan pemerintah kerajaan yang berpusat di daerah Unaaha.

Akhir pemerintahan Wekoila tidak diketahui secara pasti, namun dari penuturan para informasi tokoh-tokoh adat Tolaki yang disesuaikan dengan silsilah Raja-raja konawe yang kami susun, bahkan sesudah Wekoila memerintah di Kerajaan konawe sebagai mata rantai keturunannya, berlangsung sampai 23 orang raja termasuk pelaksana sementara Raja Konawe terakhir sampai peralihan ke Raja Laiwoi (1918). Tetapi jika dihitung dari masa pemerintahan Tanggolowuta (abad 5) maka kerajaan Konawe berlangsung lebih kurang 15 abad lamanya.

Dari 23 Raja di Kerajaan Konawqe setelah Wekoila, kami akan ulas secara komprehensi peranan Raja Tebawo, karena peranan beliau dalam mengembangkan system organisasi pemerintahahn di Kerajaan Konawe.


Sejarah kerajaan Konawe saat periode belanda, abad ke17 – 1945

Untuk sejarah kerajaan Konawe saat periode belanda, klik di sini


1 Muharram, warga Konawe gelar ritual menyucikan Benda Pusaka Kerajaan

– Sumber: https://zonasultra.com/1-muharram-warga-konawe-gelar-ritual-menyucikan-benda-pusaka-kerajaan.html

Ritual dilakukan di penghujung malam bulan Dzulhijah, digelar di Laika Mbuu yang berdampingan dengan Makam Sangia Ngginoburu atau yang lebih dikenal Raja Lakidende. Puluhan benda pusaka dibungkus dengan kain kafan dan ditempatkan pada wadah khusus.

Setiap 1 Muharram warga mengelar ritual memandikan benda-benda pusaka terutama senjata-senjata peninggalan Kerajaan Konawe. Ritual memandikan benda pusaka ini merupakan cara mengenang jasa-jasa pahlawan di Kabupaten Konawe, yang dengan gagah berani memperjuangkan tanah Konawe dari serangan para penjajah.

Dalam prosesi ritual, benda-benda yang yang yang diperkirakan berumur 600 tahun seperti peralatan perang para panglima kerajaan, berupa keris, Kolunggu, satu kotak sirih pinang, piring makan raja dan ratu, bendera kerajaan Konawe. Selain itu ada peralatan rumah tangga, seperti piring makan atau O Kobo Raja Lakidende dan Permaisurinya. Peralatan senjata perang Suku Tolaki, yang dikenal dengan Ta Awu (pedang), dan Mata Mbetuko (Tongkat Komando) dan masih banyak pusaka-pusaka lainya, dikeluarkan lalu disimpan di atas bentangan putih berukuran satu meter. Setelah semua benda pusaka dikeluarkan, maka pimpinan ritual akan memulai membacakan doa, ini tanda dimulainya ritual. Benda pusaka seperti keris dikeluarkan dari sarungnya secara hati-hati lalu dibersihkan dengan kain. Setalah itu keris dimasukkan kembali dalam sarungnya dengan penuh kehati-hatian.

1 Muharram, Warga Konawe Gelar Ritual menyucikan Benda Pusaka Kerajaan


Panji Kerajaan Konawe dapat kehormatan Kawal Bendera Pusaka RI (aug. 2017)

Keberadaan kerajaan Konawe yang pernah berjaya nusantara kembali mendapat pengakuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk yang kedua kalinya, bendera Kejaraan Konawe mendapat kehormatan untuk mengawal bendera pusaka merah-putih menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

Penjemputan panji Kerajaan Konawe berlangsung di Laika Mbu’u, Kecamatan Meluhu, pada Jumat malam (11/8/2017) oleh utusan Kodim 1417 Kendari, yang diwakili Perwira Penghubung, Mayor Inf. Sutejo.

Mereka yang turut menyaksikan prosesi itu, antara lain budayawan Konawe sekaligus tokoh adat di Meluhu, Ajemain Suruambo dan Dedet Ilnari Yusta selaku Wulele Pondoma atau Pengeran Kerajaan Konawe.
– Sumber: https://sultrakini.com/berita/panji-kerajaan-konawe-dapat-kehormatan-kawal-bendera-pusaka-ri

Image result for kerajaan konawe


Daftar Raja Konawe

Raja raja yang berkuasa di kerajaan Konawe sejak abad ke 5.

* abad ke 5: Tanggolowuta
* abad ke 5: Tomandalangi
* abad ke 6: Toletelangi
* abad ke 6: To mandalangi II
* abad ke 6: To Batilangi

* abad ke 7: Tosiaralangi
* abad ke 7: To Saenggalangi
* abad ke 8: To Umalalangi
* abad ke 8: To Sisilalangi
* abad ke 8: To Dedeiralangi

* abad ke 9: To Rundulangi
* abad ke 9: To Botulangi
* abad ke 10: To Ramalangi (Totongano Wonua)
* abad ke 10: Ramandalangi (Langgai Moriana)
* abad ke 10: Wekoila (Wetenriabeng)
* abad ke 10: We Pitiri Dori

* abad ke 11: La Baso-Baso
* abad ke 11: La Isapa
* abad ke 12: La Tamandalangi
* abad ke 12: Ohuku
* abad ke 12: Tandengi

* abad ke 13: Lahuku
* abad ke 13: Laisapa II
* abad ke13: Oheo
* abad ke 14: Larendelangi
* abad ke 14: La ndurulamoa
* abad ke 14: Bunggulawa

* abad ke 15: Tolindu
* abad ke 15: Lakidende
* abad ke 15: Onggabo
*abad ke 16: Wealanda
* abad ke 16: Melamba

* abad ke 17: Tebawo
* abad ke 17: Maago
* abad ke 18: Lakidende II
* abad ke 18: Pakandatea (pejabat sementara)
* abad ke 19: Latalambe (pelaksanasulemandara)
* abad ke 20: Saranani (pelaksana sementara)

– Sumber (sudah dihapus dari internet !): Dokumenta DPRD Prov. Sulawesi Tenggara (1977): http://lib.uin-malang.ac.id/appendix/09750006%5B1%5D-ardianto-azis.pdf


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Konawe:  http://tolaki-konawe-mekongga.blogspot.co.id/2013/10/sejarah-kerajaan-konawe.html
Sejarah kerajaan Konawe:  http://konawesatu.blogspot.co.id/2010/07/konawe-empire.html
– Sejarah lengkap kerajaan Konawe: http://junaidsultra.blogspot.co.id/2015/05/sejarah-dan-kebudayaan-konawe-zaman.html
– Sejarah kerajaan Konawe: https://situsbudaya.id/sejarah-kerajaan-konawewekoila/

Sejarah awal kerajaan Konawe: http://tolaki-konawe-mekongga.blogspot.co.id/2013/10/sejarah-singkat-kerajaan-konawe.html


Foto

Raja baru Konawe, Nur Alam, Apunoo Mokole Tolaki.

di Kerajaan Konawe berdiri sejak abad V dan raja I adalah Tanggolwuta (1982 : 138 ). Sebelumnya sudah ada kerajaan kecil yaitu : Kerajaan Wawolesea, Kerajaan Besulutu dan Kerajaan Padangguni. Dari beberapa sumber informan maupun penulis sejarah lokal Sulawesi Tenggara (H. Surabaya, Prof. Eddy Mokodompit, Johan Mekuo, Muslimin Suud, B. Burhanuddin) mengemukakan bahwa wekoila adalah Raja I di Kerajaan Konawe – See more at: http://tolaki-konawe-mekongga.blogspot.com/2013/10/sejarah-singkat-kerajaan-konawe.html#sthash.kTJyEohV.dpuf
di Kerajaan Konawe berdiri sejak abad V dan raja I adalah Tanggolwuta (1982 : 138 ). Sebelumnya sudah ada kerajaan kecil yaitu : Kerajaan Wawolesea, Kerajaan Besulutu dan Kerajaan Padangguni. Dari beberapa sumber informan maupun penulis sejarah lokal Sulawesi Tenggara (H. Surabaya, Prof. Eddy Mokodompit, Johan Mekuo, Muslimin Suud, B. Burhanuddin) mengemukakan bahwa wekoila adalah Raja I di Kerajaan Konawe – See more at: http://tolaki-konawe-mekongga.blogspot.com/2013/10/sejarah-singkat-kerajaan-konawe.html#sthash.kTJyEohV.dpuf
di Kerajaan Konawe berdiri sejak abad V dan raja I adalah Tanggolwuta (1982 : 138 ). Sebelumnya sudah ada kerajaan kecil yaitu : Kerajaan Wawolesea, Kerajaan Besulutu dan Kerajaan Padangguni. Dari beberapa sumber informan maupun penulis sejarah lokal Sulawesi Tenggara (H. Surabaya, Prof. Eddy Mokodompit, Johan Mekuo, Muslimin Suud, B. Burhanuddin) mengemukakan bahwa wekoila adalah Raja I di Kerajaan Konawe – See more at: http://tolaki-konawe-mekongga.blogspot.com/2013/10/sejarah-singkat-kerajaan-konawe.html#sthash.kTJyEohV.dpuf
Kerajaan Konawe berdiri sejak abad V dan raja I adalah Tanggolwuta (1982 : 138 ). Sebelumnya sudah ada kerajaan kecil yaitu: Kerajaan Wawolesa, Kerajaan Besulutu dan Kerajaan Padangguni.Kerajaan Konawe berdiri sejak abad V dan raja I adalah Tanggolwuta (1982 : 138 ). Sebelumnya sudah ada kerajaan kecil yaitu: Kerajaan Wawolesa, Kerajaan Besulutu dan Kerajaan Padangguni.
di Kerajaan Konawe berdiri sejak abad V dan raja I adalah Tanggolwuta (1982 : 138 ). Sebelumnya sudah ada kerajaan kecil yaitu : Kerajaan Wawolesea, Kerajaan Besulutu dan Kerajaan Padangguni. Dari beberapa sumber informan maupun penulis sejarah lokal Sulawesi Tenggara (H. Surabaya, Prof. Eddy Mokodompit, Johan Mekuo, Muslimin Suud, B. Burhanuddin) mengemukakan bahwa wekoila adalah Raja I di Kerajaan Konawe – See more at: http://tolaki-konawe-mekongga.blogspot.com/2013/10/sejarah-singkat-kerajaan-konawe.html#sthash.kTJyEohV.dpufBerdasarkan sumber yang diperoleh dan juga tradisi yangberkembang bahwa awal mula berdiriny kerajaan Konawe dimulai dengan munculnya Sangia Ndudu,  yang disebut Tolahianga (Orang dari Langit). Pada saat itulah telah berkembang tiga kerajaan kecil yang diperintah oleh seorang mokole atau Raja yang masing-masing memimpin wilayah kekuasaannya.    For more history see: link——————————————————————————————————————Sejarah: link——————————————————————————————————————-

Raja baru Konawe

——————————–
Proses pengukuhan Nur Alam sebagai Raja Konawe dengan gelar Apuno Mokole Tolaki Konawe oleh Lembaga Adat Tolaki. 21-4-2014.  Source: kerajaan indonesia dan suarakendari.

Proses pengukuhan Nur Alam sebagai Raja Konawe dengan gelar Apuno Mokole Tolaki Konawe oleh Lembaga Adat Tolaki.

———————————–
Koleksi Alquran besar dari lempengan kayu yang diklaim pusaka Kerajaan Konawe

koleksi Alquran besar dari lempengan kayu yang diklaim pusaka Kerajaan Konawe

——————————
Makam Raja Lakidende, Konawe, Sulawesi Tenggara

Makam Raja Lakidende, Konawe, Sulawesi Tenggara

 

————————–
Makam Sangia Ngginoburu (Mokole Konawe Terakhir) – Sumber foto: anakia kasupute, FB

Makam Sangia Ngginoburu (Mokole Konawe Terakhir) - anakia kasupute, fb

——————————–
Dedi Finafiskar/KP. Benda-benda antik yang diduga peninggalan zaman Kerajaan Konawe ini muncul di rumah warga bernama Syukur. Sumber: http://kendaripos.co.id/2015/08/benggi-dan-cerek-tua-tiba-tiba-muncul-di-rumah-warga/

———————————
Bendera Tombino Konawe.  Sumber: http://basrinmelamba15.blogspot.co.id/2016/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html


 

 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s