Sidiniang, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

Kerajaan Sidiniang terletak di prov. Kalimantan Barat, kab. Mempawah. Pusat kerajaan Bangkule Rajakng berada di Sidiniang. Oleh sebab itu, kerajaan Bangkule Rajakng disebut juga sebagai kerajaan Sidiniang.
Cikal-bakal Kerajaan Mempawah (1740 – 1950) di Kalimantan Barat terkait erat dengan riwayat beberapa kerajaan pendahulunya, di antaranya adalah kerajaan Bangkule Sultankng dan kerajaan Sidiniang.

! NB: Ada kerajaan Bangkule Rajakng dan kerajaan Sidiniang. Hubungan antara kerajaan ini tidak jelas. Apakah itu nama nama untuk kerajaan yang sama, atau ini 2 kerajaan yang berbeda.

Lokasi kab. Mempawah


Garis kerajaan-kerajaan di Kalimantan: link


Foto kerajaan-kerajaan di Kalimantan

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


KERAJAAN SIDINIANG

Sejarah kerajaan Sidiniang

Cikal-bakal Kerajaan Mempawah di Kalimantan Barat terkait erat dengan riwayat beberapa kerajaan pendahulunya, di antaranya adalah kerajaan Bangkule Sultankng dan kerajaan Sidiniang. Kerajaan Bangkule Sultankng merupakan kerajaan orang-orang Suku Dayak yang didirikan oleh Ne`Rumaga di sebuah tempat yang bernama Bahana.

Kerajaan Suku Dayak yang dipimpin Patih Gumantar adalah sebuah pemerintahan yang berdiri sendiri dan sudah eksis sejak sekitar tahun 1380 Masehi. Dikarenakan pusat kerajaan ini berada di Pegunungan Sidiniang, di daerah Sangking, Mempawah Hulu, maka kerajaan ini lebih dikenal dengan nama kerajaan Sidiniang.

Lokasi kerajaan Sidiniang, 1410 (di barat Landak)

Kerajaan Sidiniang, 1410

Dikisahkan, Patih Gumantar pemah menjalin hubungan dengan Gajah Mada dari kerajaan Majapahit dalam rangka mempersatukan negeri-negeri di nusantara di bawah naungan Majapahit. Bahkan, Patih Gumantar dan Gajah Mada konon pemah bersama-sama ke Muang Thai (Thailand) untuk membendung serangan Khubilai Khan dari Kekaisaran Mongol. Bukti hubungan antara kerajaan Sidiniang dengan Kerajaan Majapahit adalah adanya keris yang dihadiahkan kepada Patih Gumantar. Keris ini masih disimpan di Hulu Mempawah dan oleh warga setempat keris pusaka ini disebut sebagai “Keris Susuhunan”.

Eksistensi kerajaan Sidiniang tidak lepas dari ancaman. Salah satunya adalah serangan dari kerajaan Suku Biaju. Dalam pertempuran yang terjadi pada sekitar tahun 1400 M itu, terjadilah perang penggal kepala atau perang kayau-mengayau yang mengakibatkan gugurnya Patih Gumantar. Dengan gugurnya Patih Gumantar, riwayat kerajaan Sidiniang pun berakhir. Namun, ada pendapat yang mengatakan bahwa kedudukan Patih Gumantar diteruskan oleh puteranya yang bernama Patih Nyabakng. Namun, masa pemerintahan Patih Nyabakng tidak bertahan lama karena kerajaan Sidiniang terlibat perselisihan dengan kerajaan Lara yang berpusat di Sungai Raya Negeri Sambas. Selepas kepemimpinan Patih Nyabakng, riwayat kerajaan Sidiniang belum terlacak lagi.

Kelanjutan:
Kerajaan Bangkule Rajakng
Kerajaan Mempawah


Daftar raja Sidiniang

* Patih Gumantar (± 1380)


Sumber kerajaan Sidiniang

http://www.daengpajoka.com/2017/11/kerajaan-bangkule-rajakng.html
http://www.kerajaannusantara.com/id/kerajaan-mempawah/sejarah
https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Mempawah

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: