Parigi, Kerajaan / Sul.Tengah – Kab. Parigi Moutong

Kagaua Patanggota Parigi (kerajaan Parigi) adalah kerajaan di Sulawesi, Kab. Parigi Moutong, prov. Sulawesi Tengah. Kerajaan ini adalah kerajaan Suku Kaili.
Raja bergelar: Magau.

The kingdom of Parigi is a kingdom in the district Parigi Moutong. Central Sulawesi.
The title of the king is Magau.

Klik foto untuk besar !

Kab. Parigi Moutong

Kab. Parigi Moutong

Provinsi Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah


* Foto kerajaan / kingdom Parigi: link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Tentang Raja / About the king

Raja bergelar: Magau.

Present Raja: Raja ke-20 Parigi: YM H Magau Andi Tjiembu Tagunu.
Pewaris: Madika Mahkota Andi Muhammad Oza Tagunu.


Sejarah / History Kagaua Patanggota Parigi

Sebelum ditaklukkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1904 wilayah Kabupaten Donggala adalah wilayah Pemerintah raja-raja yang berdiri sendiri-sendiri yaitu:
1. Kerajaan Palu
2. Kerajaan Sigi Dolo
3. Kerajaan Kulawi
4. Kerajaan Biromaru
5. Kerajaan Banawa
6. Kerajaan Tawaili
7. Kerajaan Moutong
8. Kerajaan Parigi

Perlawanan sikap raja Parigi bernama Vinono bersama Putranya (Hanusu).
Walaupun sejak tahun 1897 raja Parigi I Djengintonambaru sudah diikat dengan kontrak pengakuan pada Belanda, tetapi ternyata pada awal abad ke-20 raja Parigi bernama Vinono bersama anaknya bernama Hanusu memimpin rakyatnya melawan Belanda. Terkenal sumpah raja Vinono “Mabula boga rivana, pade meta’a mbaeva Balanda” (artinya “Nanti putih monyet di rimba baru berhenti melawan Belanda”).
Perlawanan ini dapat ditekan Belanda dan akibatnya Hanusu dibuang ke Tondano (Minahasa). Tahun 1917 ia baru dikembalikan dan diangkat menjadi raja Parigi setelah menanda-tangani korteverklaring pada 5 Pebruari 1917.
——————–
Before it was conquered by the Dutch government in 1904, there were several kingdoms in this region, namely:
1. Kingdom of Palu
2. Kingdom of Sigi Dolo
3. Kingdom of Kulawi
4. Kingdom of Biromaru
5. Kingdom of Banawa
6. Kingdom of Tawaili
7. Kingdom of Moutong
8. Kingdom of Parigi.

King Vinono of Parigi and his son (Hanusu) resisted the dutch.
Since 1897 the king Parigi I Djengintonambaru already was bound by the contract with the Netherlands.
At the begin of the 20th century
, the king of Parigi, named Vinono, with his son named Hanusu led his people against the Dutch. Famous was the oath of king Vinono rivana catering Mabula, Pade meta’a mbaeva Balanda(meaning “a white monkey will later in the jungle stop the Netherlands“).
This resistance could be suppressed by the Netherlands and consequently Hanusu was disposed to Tondano (Minahasa). In 1917 he returned and was appointed king Parigi after signingkorteverklaring” on February 5, 1917.

Kerajaan Tawaili, Parigi, Palu, Banawa, tahun 1916
klik gambar untuk besar !


Perang Parigi di tahun 1914

Perang parigi di tahun 1914 tercatat merupakan perang yang mendatangkan kerugian besar bagi kompeni bahkan dalam suatu tulisan residen Menado saat itu untuk memadamkannya leutenat Vostkuil harus meminta tambahan pasukan dari Dongggala dan Menado, dan untuk menebus kerugian itu tercatat sejumlah nama baik magau sampai tadulako Parigi ditangkap dan diasingkan ke Menado, Kutai dan Bali.
Lantas apa hubungan perang parigi dan labuan?
Pemilihan magau Parigi saat itu mendapat intervensi Kompeni, Vinono sebagai calon magau yang akan meneruskan tahta bapaknya magau Sawali (bakapalo) memilih mengobarkan perlawanan dari pada harus didikte si “rambut putih”sehingga kemudian tahta diberikan kepada pamannya Radjalolo, karena dinilai lebih membantu perjuangan vinono maka belanda berencana menangkap Radjalolo, tetapi beliau lebih dulu melarikan diri ke Labuan dan mendapat perlindungan madika Labuan Djala Lembah, bahkan beliau dinikahkan dengan anaknya yang bernama Ronempeluru, dari keturunan beliau ikut diwariskan pula sikap yang keras dan teguh menentang belanda, sehingga tercatat dalam sejarah bahwa anak beliau yang bernama Lantigau dan Rusapalu bersama Hanusu anak dari Vinono mengobarkan perang rakyat Parigi di Pelawa [matelele] selain mereka tercatat juga saudara sepupu mereka yang merupakan keturunan dari madika Malolo Parigi subhana yang bernama radja pelava ikut dalam perang tersebut, akhir dari perang tersebut dengan ditangkapnya Hanusu lalu dibuang ke Menado, lantigau tertangkap di Labuan karena sempat meloloskan diri lalu dipenjara di Donggala dan selanjutnya di buang ke Kutai dan dieksekusi di sana sedangkan Rusapalu dan radja pelava dari Donggala dibuang ke pulau Bali sampai akhir hayatnya.
Sebagai penghormatan bagi mereka nama Lantigau saat ini ditetapkan mejadi nama jalan trans di desa Labuan.

Sumber: http://gospenlopito.blogspot.co.id/2016/06/parigi-labuan-dalam-silsilah-catatan.html


Hubungan Kerajaan Tavaili dan Kerajaan Parigi

Untuk Hubungan Kerajaan Tawaeli dan kerajaan Parigi, klik di sini


Silsilah raja raja Kagaua Patanggota Parigi

Untuk Silsilah, klik di sini


MengIslamkan Parigi oleh Dato Mangaji

Dato Mangaji, adalah  sosok yang berhasil  mengIslamkan Magau Parigi  ke-3 yang bernama Langi Moili ( To Ria Agama)  beliau berkuasa tahun 1579-1602, menurut  data  Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab.Parimo nama  asli beliau adalah  Sultan Taha  Abd.Rahman  Raden Fatah Berasal dari Jambi, sedangkan dalam  sejumlah Literatur Sejarah,  Dato Mangaji diyakini memiliki nama Asli Abdurrahman Djaelan.

– Sejarah lengkap: http://komunitashistoriasul-teng.simplesite.com/430649051/4862579/posting/dato-mangaji

Foto: Nisan makam Datok Magaji di Parigi Mpu’u


Struktur Lembaga adat dan waris adat serta mahkota kerajaan Kagaua Patanggota Parigi

Klik foto untuk besar  !


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Website  Kerajaan Parigi (banyak info): kerajaan.parigi
– Sejarah Kabupaten Donggala di Wiki:
Wiki
Perang parigi di tahun1914: http://gospenlopito.blogspot.co.id/2016/06/parigi-labuan-dalam-silsilah-catatan.html
– Sejarah Kab. Donggala: http://donggala.go.id/sejarah/
– Suku Kaili:
https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/kaili-kerajaan2-di-tanah-kaili/

Facebook


Madika Andi Baru Tagunu (?)

Madika Mahkota Andi Muhammad Oza Tagunu


 

4 Comments

4 thoughts on “Parigi, Kerajaan / Sul.Tengah – Kab. Parigi Moutong

  1. tabeee….i’m sorry in i know the parigis structure kingdom there isn’t a madika mahkota, which exixst the madika malolo …songgom mpoasiii

  2. Yes,he is my friend.His uncle is the present magau of Parigi and he is one of the most hardworking royals regarding giving info on f.i. internet about his kingdom I met.

  3. Not “Madika Andi Baru Baru Tagunu <<<< But,
    "Madika Mahkota Andi Muhammad Oza Tagunu"
    Thank you Your Highness.
    Best Regards,
    Kagaua Patanggota Parigi

    • Sultans in Indonesia

      Your Highness,

      Thank you for your comment. We will update the site today, so it will be correct.
      If you have more comments, please let us know.

      Kind regards,
      Paul Kijlstra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: