Benua Tunu, kerajaan / Sumatera – Aceh, Kab. Aceh Tamiang

Kerajaan Benua Tunu terletak di Sumatera, Kab. Aceh Tamiang, Prov. Aceh.

The Kingdom of Benua Tunu was located in Aceh Tamiang, province of Aceh.

Klik foto untuk besar !

aceh tamiang

Kab. Aceh Tamiang

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
*
Foto perang belanda di Aceh (1873-1903): link

* Foto foto situs kuno dan suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link


Sejarah / History kerajaan-kerajaan di Bumi Tamiang

Kerajaan yang pernah ada di Bumi Tamiang:

* Kesultanan (Banua) Tamiang,
* kerajaan Benua Tunu,
* kerajaan Bendahara,
* kerajaan Seruway,
* kerajaan Karang Tamiang

Daerah pemerintahan kejuruan Muda pada waktu itu meliputi:
Kampung Ronggoh, Kalui, Lubuk Mandah, Seumadam, Minuran, Tanjung mancang, Benua Tunu, Paya perang, Kuta Lintang, Bukit Culim, Alur Manis, Bukit selamat .
—————

Kingdoms that ever existed on Bumi Tamiang:
* kingdom of Benua Tunu,
* kingdom of Bendahara,
* kingdom of Seruway,
* kingdom of Karang Tamiang.


Sejarah kerajaan Benua Tunu

Kilas sejarah, sistem pemerintahan Tamiang telah tersusun dengan sangat rapi di masa pemerintahan Raja Muda Sedia (1330- 1352 M) Selain berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan, Raja Muda Sedia pernah memukul mundur serangan pertama yang dilakukan oleh Kerajaan Majapahit yang di pimpin oleh Patih Gajah Mada di Kuala Tamiang.

Tanpa diketahui oleh Raja Muda Sedia, prajurit Majapahit melakukan penyeranggan kembali terjadi peperangan yang sangat dahsyat di bukit suling, kota Benua di Bumi hanguskan oleh prajurit-prajurit Majapahit. Raja Muda Sedia terpaksa mundur ke daerah Hulu Sungai Simpang Kiri dan menghilang dalam pertapaanya di Gunung Segama. Sedangkan Permaisurinya yang kala itu dalam keadaan hamil tua, kembali ke Negeri Asalnya (Aceh).

Beberapa tahun kemudian, pemerintahan Kerajaan Tamiang terlahir kembali di pimpin oleh Mangkubumi yang berpusat di Kuala Simpang Negeri Pagar Alam. Setelah itu terjadi pergantian tahta, Raja Po Lamat, Raja Po Kelabu tunggal, Raja Po Garang, Raja Kandis.

Setelah Raja Kandis mangkat, posisi beliau di gantikan oleh menantunya Raja Pendekar Sri Mangkuta dalam masa pemerintahanya pusat kerajaan di pindahkan ke Pantai Tinjau (1523 – 1558 M). Pada awal pemerintahannya beliau pernah melakukan kunjungan ke Kerajaan Aceh yang pada kala itu di pimpin oleh Sultan Muqayat Shah (1511–1530 M) dan pada saat kunjungan itu pula lah, Sri Sultan memberi pengakuan atas Kerajaan Tamiang.

Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Tamiang di pecah menjadi dua Kerajaan Kerajaan Kecil yaitu: Negeri Karang dan Benua Tunu. Dua kerajaan ini masing-masing di pimpin oleh anak keturunan Raja Muda Sedia dan Muda Sedinu. Benua Tunu di bangun di atas puing-puing Kota Benua Raja, yang dipimpin oleh Raja Gempa Alamsyah (1558–1588) dan Negeri Karang di pimpin oleh Raja Fromsyah (1588–1590) berpusat di Negeri Menanggini. Kedua kerajaan kecil ini tunduk kepada kerajaan Tamiang di Pantai Tinjau (Raja Pendekar Sri Mangkuta).

Setelah Raja Sri Mangkuta wafat, di masa pemerintahan Raja Penita (1699–1700) turunan dari Raja Gempa Alamsyah yang memerintah Benua Tunu dan Raja Tan Kuala (1662–1699) turunan dari Raja Fromsyah memerintah Negeri Karang, untuk menghindari terjadinya Silang pendapat dan mencegah agar tidak terjadi perang saudara karena memperebutkan kekuasaan kerajaan Tamiang, maka kedua Raja bersaudara itupun bersepakat (Benua Tunu dan Negeri Karang) bersama–sama, memohon kepada Sultan Taj Alam Syaifuddin Mukayatsyah (1641–1676). Dan pada masa pemerintahan Ratu Kemalat Syah (1688–1699) Kerajaan Benua Tunu dan Negeri Karang di Syahkan Menjadi suatu Kerajaan yang berdaulat penuh dan mendapat Cap Sikureung.

Seiring perjalanan waktu dari dua kerajaan kecil dahulu, terlahir pula kerajaan-kerajaan baru yaitu Negeri Bendahara di bawah Pemerintahan Potjcut Achmad Gelar Raja Bendahara I (1883–1871) yang juga mendapatkan Cap Sikureung dari sultan Aceh.

– Sumber: http://visitacehdarussalam.blogspot.co.id/2012/11/kerajaan-kerajaan-di-tamiang.html


Peta Aceh sekarang


Daftar Raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kejuruan Muda adalah :

1) 1558-1588:  Gempa Alamsyah
2) 1588-1629:  PO Banda
3) 1629-1669:  PO Perum
4) 1669-1700:  Pendita
5) 1700-1737:  PO Gam
6) 1737-1770:  PO Kecik
7) 1770-1800:  PO Penuh
8) 1800-1837:  Bahma
9) 1837-1860:  Perum
10) 1860-1866:  Peganding
.
11) 1866-1872:  Pegondan
12) 1872-1887:  Nyak Mut
13) 1887-1893:  Raja Man
14) 1893-1911:  Mangkubumi
15) 1911-1917:  Raja Habsyah
16) 1917-1933:  Mangku Raja
17) 1933-1945:  Raja Sulung

– Sumber:  http://kerajaan-karangtamiang.blogspot.co.id/


Istana Raja Benua Tunu

Istana Benua Raja adalah sebuah bangunan istana peninggalan Kerajaan Benua Tunu yang berada di Aceh Tamiang.

Istana Benua Raja adalah sebuah bangunan istana peninggalan Kerajaan Benua Tunu yang berada di Aceh Tamiang. Sumber: http://www.liputanaceh.com/2015/10/26/bukan-sekadar-rumah-biasa-ini-istana-di-aceh/


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

Sejarah kerajaan Benua Tunu: http://melayuonline.com/ind/history/dig/415/kesultanan-benua-tamiang
– Sejarah kerajaan Benua Tunu: http://visitacehdarussalam.blogspot.co.id/2012/11/kerajaan-kerajaan-di-tamiang.html

Daftar Raja Benua Tunu:  http://kerajaan-karangtamiang.blogspot.co.id/
– Daftar raja Benua Tunu: http://visitacehdarussalam.blogspot.co.id/2012/11/kerajaan-kerajaan-di-tamiang.html
– Istana Raja Benua Tunu: http://www.liputanaceh.com/2015/10/26/bukan-sekadar-rumah-biasa-ini-istana-di-aceh/
———————–
– Sejarah kerajaan-kerajaan di  Tamiang:  http://kerajaan-karangtamiang.blogspot.co.id/
Sejarah kerajaan-kerajaan di Tamiang:  http://visitacehdarussalam.blogspot.co.id/2012/11/kerajaan-kerajaan-di-tamiang.html
– Sejarah kerajaan Tamiang: http://acehdalamsejarah.blogspot.co.id/2009/10/sejarah-kerajaan-tamiang.html

Suku Tamiang: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/989/suku-tamiang-aceh
– Suku Tamiang: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/02/sejarah-suku-tamiang.html


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: