Salakanagara, kerajaan / Jawa – Prov. Banten

Kerajaan Salakanagara: 130 – 362. Terletak di Jawa, provinsi Banten.
Salakanagara, berdasarkan Naskah Wangsakerta – Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara.

The kingdom of Salakanagara: 130 – 362. Located on west Java.
For english, click here


* Foto foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia: link


Sejarah / History

I   Garis sejarah kerajaan Jawa / Line of history of kingdoms on Java: link

II Sejarah / History kerajaan Salakanagara

Kerajaan  Salakanagara ada pendahulu kerajaan Tarumanagara.

Salakanagara, berdasarkan Naskah WangsakertaPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara.
Pendiri Salakanagara, Dewawarman adalah duta keliling, pedagang sekaligus perantau dari Pallawa, Bharata (India) yang akhirnya menetap karena menikah dengan puteri penghulu setempat, sedangkan pendiri Tarumanagara adalah Maharesi Jayasingawarman, pengungsi dari wilayah Calankayana, Bharata karena daerahnya dikuasai oleh kerajaan lain. Sementara Kutai didirikan oleh pengungsi dari Magada, Bharata setelah daerahnya juga dikuasai oleh kerajaan lain.
Salakanagara berdiri 200-362, dan kemudian digantikan Tarumanagara.
– Sumber: Wiki
Lokasi Salakanagara dan Tarumanagara
.
Click to enlarge --- klik untuk memperbesar

Click to enlarge — klik untuk memperbesar


Daftar raja / list of kings

Deskripsi lengkap raja raja Salakanagara: klik di sini

  1. 130-168: Dewawarman I Prabu Darmalokapala Aji Raksa Gapura Sagara Pedagang asal Bharata (India)
  2. 168-195: Dewawarman II Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra Putera tertua Dewawarman I
  3. 195-238: Dewawarman III Prabu Singasagara Bimayasawirya Putera Dewawarman II
  4. 238-252: Dewawarman IV Menantu Dewawarman II, Raja Ujung Kulon
  5. 252-276: Dewawarman V Menantu Dewawarman IV
  6. 276-289: Mahisa Suramardini Warmandewi Puteri tertua Dewawarman IV & isteri Dewawarman V, karena Dewawarman V gugur melawan bajak laut
  7. 289-308: Dewawarman VI Sang Mokteng Samudera Putera tertua Dewawarman V
  8. 308-340: Dewawarman VII Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati Putera tertua Dewawarman VI
  9. 340-348: Sphatikarnawa Warmandewi Puteri sulung Dewawarman VII
  10. 348-362: Dewawarman VIII Prabu Darmawirya Dewawarman Cucu Dewawarman VI yang menikahi Sphatikarnawa, raja terakhir Salakanagara
  11. Mulai 362: Dewawarman IX Salakanagara telah menjadi kerajaan bawahan Tarumanagara

Sumber: http://hindualukta.blogspot.co.id/2015/02/pendiri-kerajaan-salakanagara-dan-raja.html


Peninggalan kerajaan Salakanagara

 1) Menhir Cihunjuran

Situs yang menguatkan dugaan bahwa terdapat Kerajaan Salakanagara dapat kita jumpai  di Ciaruteun, daerah Cihampea, Kabupaten Bogor. Di lokasi situs banyak ditemukan umpak (penyangga tiang kayu). Setiap umpak memiliki ukuran yang cukup besar, yaitu 50 x 50 centimeter dan tinggi 75 centimeter. Di samping temuan umpak, di seputar situs juga banyak ditemukan adanya menhir, batu datar (dolmen; untuk upacara persembahyangan), batu berundak, dan lain sebagainya. Hal ini diindikasikan kepercayaan penduduk Salakanagara merupakan kepercayaan dengan budaya megalitik, yang memiliki sebuah kepercayaan yaitu menghormati roh leluhur.

Image result for Menhir Cihunjuran
2) Pemandian Cihunjuran

Terdapat di situs Cihunjuran Kabupaten Pandeglang. Menurut cerita rakyat, pemandian ini dulunya dipakai oleh Prabu Angling Dharma atau Aki Tirem atau Wali Jangkung.


3) Batu Dakon

Terdapat di Kecamatan Mandalawangi, tepatnya di situs Cihunjuran.
Disebut batu dakon karena memang ada lubang lubang seperti tempat menaruh biji dakon dalam papan dakon. Dalam batu dakon ini tidak ada keterangan aapun, jadi hanya bisa mereka reka penggunaan batu ini. Penyebutan dakon bukan ke arah penggunaannya bermain dakon, tetapi karena cekungan cekungan halus yang ada di permukaan batu ini. Susunan lubang yang ada juga relatif berantakan (acak) sehingga tidak mirip dengan papan dakon.

4) Air terjun Curug Putri

Terdapat di lereng Gunung Pulosari Kabupaten Pandeglang. Menurut cerita rakyat, air terjun ini dahulunya adalah tempat pemandian Nyai Putri Rincik Manik dan Ki Roncang Omas. Di lokasi itu, ada aneka macam batuan dalam bentuk persegi, yang berserak di bawah cucuran air terjun.


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber / Source

 – Sejarah dan daftar raja Salakanagara: https://mandala-wilwatikta.blogspot.com/2018/03/kerajaan-salakanegara.html
– Sejarah kerajaan Salakanagara di Wiki: Wiki
Sejarah kerajaan Salakanagara:  http://sepuluhauberalles.blogspot.co.id/2013/09/kerajaan-salakanagarakerajaan-tertua-di.html
Sejarah kerajaan Salakanagara: https://histori.id/kerajaan-salakanagara/
Sejarah kerajaan Salakanagara dan Daftar Raja:  https://mandala-wilwatikta.blogspot.com/2018/03/kerajaan-salakanegara.html


 

 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s