Sistem pemerintahan Negeri Tihulale

———————————————————————————————————————
Sumber dan untuk lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Tihulale

Isi

1) Sistem pemerinahan
2) Soa
3) Wariwaa
4) Fam
—————————————————————————————————————-
1) Sistem pemerintahan

Sistem pemerintahan di Negeri Tihulale berbentuk pemerintahan “Patasiwa” dengan pimpinan tertinggi seorang Upulatu (Raja) yang ditunjuk dan berasal dari fam atau pemangku jabatan Upulatu (Raja). Fam atau marga pemangku jabatan Upulatu (Raja) di negeri Tihulale adalah fam Salawane (Upu Ase Upu Rumah Sitanamah). Dalam memimpin, Seorang Upualtu (Raja) dibantu oleh:

  • Malesi (Kapitan),
  • Maueng (Pemimpin Kakehan/Adat),
  • Marinyo (Pembawa Titah Raja),
  • Juru Tulis(Tambahan sejak mengenal tulisan)
  • Kewang (Penjaga Hutan),
  • Amanupui (Penjaga Negeri),
  • Soa (Persekutuan Fam),
  • Wariwaa (Persekutuan Adik Kakak)
  • Saniri Negeri (Badan pemerintahan yang bertugas mengurusi perkara pemerintahan dan adat istiadat di dalam Negeri serta dalam pengambilan keputusan, semacam parlemen Negeri).

Klik foto untuk besar !

————————————————————————————————————-
2) Soa

Soa adalah suatu kelompok yang terdapat dalam setiap Negeri adat yang terdiri atau beranggotakan beberapa fam. Soa memiliki kapasitas yang lebih besar dari pada sebuah fam atau marga, karena soa mencakup beberapa fam. Biasanya Soa dibangun dan ditentukan sebagai suatu lembaga kecil di dalam suatu komunitas besar (negeri) berdasarkan hal-hal tertentu yang secara historis ada kaitannya antara sesama anggota dalam satu soa tersebut misalnya memiliki hubungan darah (geneologis) atau hal-hal lainnya.

Adapun beberapa Soa yang terdapat di Negeri Tihulale antara lain :

Soa Harur, yang terdiri dari mata rumah :

  1. Salawane (Upu ase upu rumah sitanamah)
  2. Tualena (Upu niai upu rumah niniari)
  3. Tuarisa (Upu hutui upu rumah sourisa)
  4. Nusawakan (Upu uwen haubawa)

Soa Kukur, yang terdiri dari mata rumah :

  1. Sapuri (Upu selai pewaka tanah makah hurui rua)
  2. Tuapetel
  3. Atapari (Upu selai pewaka sou lalan)

Soa Laha, yang terdiri dari mata rumah :

  1. Hursina (Upu matita)
  2. Sopasina
  3. Pariama (Upu panai upu rumah lei selah)
  4. Wairata (Upu selai pewaka suri au)

————————————————————————————————————————
3) Wariwaa

Wariwaa adalah suatu persekutuan berdasarkan hubungan kakak beradik atau rumpun ade kaka. Adapun persekutuan Wariwaa yang terdapat di Negeri Tihulale antara lain   :

  • Salawane dengan Tuarisa
  • Tualena dengan Nusawakan
  • Sapuri dengan Tuapetel danAtapari
  • Hursina dengan Sopasina
  • Wairata dengan Pariama

——————————————————————————————————————–
4) Fam

Fam adalah sebutan untuk matarumah bagi masyarakat maluku, namun karena pengaruh belanda dipergunakan kata fam yang berasal dari kata “familienam” yang berarti “nama keluarga”. Biasanya fam atau matarumah mendiami suatu Negeri sebagai persekutuan Masyarakat adat. Dari beberapa Fam kemudian dibentuk Soa, dari Soa kemudian dibentuk Aman atau yang dikenal dengan Negeri. Fam yang terdapat di Negeri Tihulale terbagi atas dua.
————————————————————————————————————————–
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tihulale
————————————————————————————————————————-

 

 

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: