Belu, kerajaan / P. Timor – Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Belu terletak di pulau Timor, kabupaten Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kabupaten Belu

Kabupaten Belu

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur


* Foto kerajaan-kerajaan Timor: link
* Foto situs kuno / megalitik di Timor: link


Sejarah wilayah Belu

Sesuai berbagai penelitian dan cerita sejarah daerah di Belu, manusia Belu pertama yang mendiami wilayah Belu adalah ‘Suku Melus.’ Orang Melus dikenal dengan sebutan Emafatuk oan ai oan (manusia penghuni batu dan kayu). Tipe manusia Melus adalah berpostur kuat, kekar orangnya dan bertubuh pendek.
Selain para pendatang, yang menghuni Belu sebenarnya berasal dari Sina Mutin Malaka. Malaka sebagai tanah asal-usul pendatang di Belu yang berlayar menuju Timor melalui Larantuka.
Khusus untuk para pendatang baru yang mendiami daerah Belu terdapat berbagai versi cerita. Kendati Demikian, intinya bahwa, ada kesamaan universal yang dapat ditarik dari semua informasi dan data.
Ada cerita bahwa ada tiga orang bersaudara dari tanah Malaka yang datang dan tinggal di Belu, bercampur dengan suku asli Melus. Nama ketiga saudara itu menurut para tetua adat masing-masing daerah berlainan.
Dari makoan Fatuaruin menyebutnya Nekin Mataus (Likusen), Suku Mataus (Sonbay), dan Bara Mataus (Fatuaruin). Sedangkan Makoan asal Dirma menyebutnya Loro Sankoe (Debuluk, Welakar), Loro Banleo (Dirma, Sanleo) dan Loro Sonbay (Dawan). Namun menurut beberapa Makoan asal Besikama yang berasal dari Malaka ialah Wehali Nain, Wewiku Nain dan Haitimuk Naik.
Bahwa para pendatang dari Malaka itu bergelar raja atau loro dan memiliki wilayah kekuasaan yang jelas dengan persekutuan yang akrab dan masyarakatnya. Kedatangan mereka ke tanah Malaka hanya untuk menjalin hubungan dagang antar daerah di bidang kayu cendana dan hubungan etnis keagamaan.
Sedangkan dari semua pendatang di Belu itu pimpinan dipegang oleh Maromak Oan Liurai Nain di Belu bagian Selatan. Bahkan menurut para peneliti asing Maromak Oan kekuasaaannya juga merambah sampai sebahagian daerah Dawan (Insana dan Biboki).

– Untuk sejarah lengkap: http://johnberek99.blogspot.co.id/2014/09/sejarah-singkat-orang-belu.html

Kerajaan-kerajaan di Timor tahun 1900


Daftar Liurai Belu

Silsilah Liurai Fatuaruin (Liurai Wehali) yang memerintah Belu :

  1. Hoa Diak Malaka
  2. Dasin Don Peur
  3. Dasin Dinik Liurai
  4. Dasin Neken Liurai
  5. Dasin Bada Mataus
  6. Dasin Don Alesu Fernandes
  7. Dasin Liurai Muskita
  8. Seran Tae Boboto Rui
  9. Dasin Tei Seran
  10. Dasin Tere Atok Liurai I
  11. Dasin Tere Atok II
  12. Dasin Tey Seran Liurai
  13. Josef Seran Fatin (Nai Bot Liurai Malaka)
  14. Anton Tey Seran
  15. Louis Sanaka Tey Seran

Sumber: http://kupangsehat.pedia.id/berita-kabupaten-belu.html

– Penjelasan Liurai Belu: http://tentangflobamorata.blogspot.co.id/2011/06/liurai-dalam-sejarah.html


Sejarah Timor

Menurut mitos rakyat setempat, pulau Timor dulunya adalah seekor buaya raksasa. Mitos ini sangat kuat hidup di bagian timur. Orang Timor Leste sendiri menamakan daerahnya secara tak resmi dengan “The Sleeping Crocodille” sang buaya tidur.

Pulau Timor dihuni sebagai bagian dari migrasi manusia yang telah membentuk Australasia secara lebih umum. Pada tahun 2011, bukti ditemukan pada manusia di Timor Timur pada 42.000 tahun yang lalu, di lokasi gua Jerimalai.
Sekitar 3000 SM, migrasi kedua membawa orang Melanesia. Orang-orang Veddo-Australoid sebelumnya mengundurkan diri saat ini ke pedalaman pegunungan. Akhirnya, proto-Melayu tiba dari Cina selatan dan Indocina utara.

Pulau Timor dijajah oleh Portugis pada abad ke-16; mengklaim pada tahun 1520. Para pelaut Portugis mungkin pertama kali tiba di Timor Timur sekitar tahun 1514. Penjelajah Eropa menemui beberapa kerajaan kecil di awal abad ke-16. Yang paling penting adalah Wehale di Timor Tengah.  Pada waktu itu, lereng-lereng bukit diliputi hutan kayu cendana. Perdagangan kayu cendana sangat menguntungkan, dan pohon-pohon ini saja sudah cukup menjadi alasan bagi orang Portugis untuk mendirikan pos perdagangan. Gereja Katolik juga berminat pada daerah itu dan ingin mengirim para misionaris untuk menobatkan penduduk pribumi. Kedua faktor ini menggerakkan orang Portugis untuk mulai menjadikan pulau ini jajahan mereka pada tahun 1556.
VOC Belanda tiba pada tahun 1640, mendesak Portugis ke Timor Lorosa’e dan bentuk koloni Belanda-Timor.
Pertengkaran antara Belanda dan Portugal akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian tahun 1859 dimana Portugal menyerahkan bagian barat pulau tersebut ke Belanda.


Peta-peta kuno Timor

Untuk peta kuno Timor tahun 1521, 1550, 1600, 1650, 1733, 1700-an, 1762, 1900: klik di sini

Timor tahun 1521


Sumber

– Sejarah Belu:  http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/53/name/nusa-tenggara-timur/detail/5304/belu
– Sejarah Belu: http://johnberek99.blogspot.co.id/2014/09/sejarah-singkat-orang-belu.html
– Sejarah Belu: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=602178609824535&id=465189110190153
– Daftar Liurai Belu: http://kupangsehat.pedia.id/berita-kabupaten-belu.html


Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: