Belu, kerajaan / P. Timor – prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Belu terletak di pulau Timor, kabupaten Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur. Kerajaan Belu atau Landshap Belu merupakan gabungan dari Belu Tasi Feto dengan Belu Tasi Mone, pada tahun 1924 dengan raja Baria Nahak dan Seran Asit Fatin.

The kingdom of Belu was located on the island of Timor, kabupaten Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur. The Belu Kingdom was a combination of Belu Tasi Feto with Belu Tasi Mone, in 1924 with as king Baria Nahak and Seran Asit Fatin.
For english, click here

Lokasi pulau Timor


Kerajaan di Timor barat, 1911

Kerajaan di Timor barat, 1911


Foto kerajaan-kerajaan di Timor

* Foto raja-raja yang sekarang di Timor: link
* Foto raja-raja yang dulu di Timor: link
* Foto istana kerajaan di Timor: link


KERAJAAN BELU

Sejarah kerajaan Belu

Sejarah 1
– Sumber: Yohan Kusa Banunaek, di Facebook

Kerajaan Belu atau Landshap Belu merupakan gabungan dari Belu Tasi Feto dengan Belu Tasi Mone, pada tahun 1924 dengan raja Baria Nahak dan Seran Asit Fatin. Dengan sekian distrik2 atau kesatuan masyarakat adat nya dengan ibu negeri di Atambua (tempat kumpulan budak2).

Setelah wafatnya maromak Oan Bria Nahak 9 oktober 1924 para loro sepakat memilih Hendrikus Seran Nahak sebagai Maromak Oan baru namun keputusan ini ditentang oleh Loro Atok Samara dari Bauho Tasi Feto dan loro Bauliku dari Lamaknen.

Walau demikian Hendrikus Seran Nahak tetap jadi raja Belu, berdasarkan besluit gubernur jenderal nomor 17 tertanggal 6 maret 1926.

Dwi tunggal kepemimpinan kerajaan Belu / zelfsbestuur Landshapen Beloes adalah Hendrikus Seran Nahak dan Seran Asit Fatin.

Dikisahkan sejak semula kedatangannya dari seberang lautan sesudah ketiganya memenuhi wasiat ayah nya, nunuh kemo teun ma baki usaf teun nunuh tah menu ma tiun menu nunuh tamnau lasi .
Pohon beringin yang rindang memberi kesejukan bagi orang yang berada dalam rangkulan kesejukannya.

Wehali dan Wewiku sebagai ina no ama (tetun), ena ma ama (uab meto) sebagai entitas spiritual.
Wehali dari dua kata yakni we, wai artinya air sedangkan hali artinya beringin. Beringin bergantung di lautan selalu terbebas dari dasyatnya air. Kemudian
Wewiku juga dari dua kata we, Wai artinya air dan Wiku artinya bakau.
Term yang merujuk pada seorang wanita yang lasim disanding dengan air laut.

Maka kemudian kedua putranya Liurai dan Sonbai berangkat dari Tun Am Fatumean meninggalkan Banunaek di Tun Am kemudian bersama dengan rombongannya ketanah Belu pah Belu naim mnela masi in hanan ma bako in salan, yang berkedudukan di Betun atau Petu / betung.

Raja Liurai disambut ditanah saudara / Belu tanah rata semua masyarakat Tahuk Baria, bi Lili Lumolo, Seran Fahik uis Fam, uis Taoil, uis Ebe, uis Pah, Tniu menu, Tniu Taseon, Tasaon pahalo, Manifolo.

Raja Liurai menyusun pemerintahannya dengan ketua wilayah masing2 Tasi feto, Tasi Mone, Likosan.
Kesatuan masyarakat adat / distrik dari kerajaan / Landshap Belu dengan nai bot2 nya seperti: wehali, wewiku, umalor, rabasa, wederok, alas, litamali, dirman, mandeu, kusa, fatuaruin, lakekun, bani2, manlea, haitimuk, naitimuk, lidak, jenilu, silawan, bauho, takitin, lasiolat, umaklran, manleten, asumanu, maumutin, tohe, tohen tohe, makir, lamaksanulu, lakmaras, nualain, leowalun, dirun, loonuna.

Sedangkan Belu Likuasaen (suai kamanasa) sudah tidak jelas lagi eksistensinya yang wilayahnya di Timor Portugis ( Timor Timur).
Hingga diawal kemerdekaan Negara Baru Indonesia loro Loro Dirun Lamaknen Alfons Andreas Bere Tallo yang lahir 31 oktober 1918 menjadi wakil dari kerajaan / landshap Belu dalam negara Nederlands Indie dan Negara Republik Indonesia.

Tiga orang pria Suku Belu (Tetum) di Suai, Timor Leste, berpakaian tradisional.

Kerajaan Belu - Tiga orang pria Suku Belu (Tetum) di Suai, Timor Leste, berpakaian tradisional.

Sejarah 2

Belu memiliki dua kerajaan induk, yakni kerajaan Fialaran dan kerajaan Lamaknen, yang masing-masing menjadi induk bagi sejumlah raja kecil lainnya.

Pada masa penjajahan Belanda, wilayah Kabupaten Belu merupakan gabungan dari 20 wilayah Swapraja/Kerajaan yang meliputi Belu dan sebagian Timor Tengah Utara yaitu Wewiku, Haitimuk, Alas, Wehali, Fatuaruin, Lakekun, Dirma, Mandeu, Insana, Biboki, Harneno, Naitimu, Lidak, Jenilu, Fialaran, Silawan, Maukatar, Lamaknen, Makir, dan Lamaksanulu.
Tahun 1862 pusat pemerintahannya berada di Atapupu dengan kepala pemerintahannya disebut Gezakheber.
Pada tahun 1910 Swapraja Anas diserahkan kepada Swapraja Amanatun (Timor Tengah Selatan).
Pada tanggal 25 Maret 1913, kerajaan Lidak digabung dengan kerajaan Jenilu yang dipimpin oleh Raja Don Josef Da Costa dengan nama Swapraja Jenilu.

Kemudian setelah lahirnya Beslit Gubernemen 7 Oktober 1914 maka kerajaan Jenilu dan Naitimu digabung menjadi sebuah kerajaan baru bernama Kakuluk Mesak di bawah pimpinan raja Don Josef Da Costa. Jumlah kerajaan di Belu pun tinggal 17 dari sebelumnya 18 buah. Kemudian tanggal 1 April 1915, Swapraja Insana, Swapraja Biboki, dan Swapraja Harneno, dimasukkan ke dalam wilayah Timor Tengah Utara sehingga jumlah kerajaan di Belu tinggal 14 buah. Sebulan kemudian tanggal 29 Mei 1915, Civil Militair Asisten Resident Gramberg menggelar rapat di Besikama dihadiri oleh Swapraja Wehali, Wewiku, Haitimuk, Fatuaruin, Lakekun, Dirma, dan Mandeu.
Dalam rapat ini disepakati pembentukan sebuah Swapraja baru bernama Swapraja Malaka. Sementara itu, Beredao yang terletak di tapal batas dengan Timor Portugis telah menjadi benteng pertahanan Belanda dari 1911 hingga 1916. Pada tahun 1916, Pusat pemerintahan Belanda untuk Belu Utara dipindahkan dari Atapupu ke Atambua.

Orang dari Besikama, Belu selatan.

Kerajaan Belu. Orang dari Besikama, Belu selatan.

Pada tanggal 19 Januari 1916, Gesachebber melaksanakan rapat dengan Swapraja Makir, Lamaknen, Lamaksanulu, Kakuluk Mesak, Fialaran, dan Silawan yang mengasilkan terbentuknya “Swapraja Belu Tasifeto”. Pada tanggal 20 September 1923, Controleur Belu Van Raesfild Meyer menerbitkan memori tentang struktur pemerintahan di wilayah Belu, yang meliputi seluruh wilayah Belu ditambah Insana, dan Biboki di TTU (sekarang), sebagai berikut:

1) Menghapuskan Swapraja Malaka dan Swapraja Belu Tasifeto.
2) Membentuk satu Swapraja yang terdiri dari wilayah Belu seluruhnya ditambah Swapraja Insana dan Biboki (Timor Tengah Utara).
3) Mengakui Bria Nahak sebagai Raja Belu dengan gelar “Maromak Oan”.
4) Dalam melaksanakan pemerintahan Maromak Oan dibantu oleh seorang mangkubumi yang bergelar Liurai.

Pada tanggal 14 Mei 1930 dengan Resident Timor en Onderhoorgheden, Seran Asit Fatin diakui sebagai kepala Swapraja Belu dengan gelar Liurai. Setelah Seran Asit Fatin meninggal dunia pada pada tanggal 9 November 1931 terjadilah kevakuman jabatan Liurai Belu. Pada tanggal 20 Juli 1940 pemerintah Belanda oleh Controleur W. Ch. J. J. Buffart melaporkan kepada pemerintah pusat bahwa Swapraja Belu dihapus dan dibentuk 3 Swapraja baru yaitu Swapraja Malaka, Swapraja Tasifeto, dan Swapraja Lamaknen. Mengakui Antonius Tei Seran sebagai raja Malaka dengan gelar Liurai, Atok Samara sebagai raja Tasifeto dengan gelar Astanara, dan Bau Liku raja Lamaknen bergelar Loro.

– Untuk sejarah lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Belu


SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TIMOR

Untuk sejarah kerajaan-kerajaan di Timor, klik di sini

Nusa Tenggara Timur, 1900 M


Peta-peta kuno P. Timor

Klik di sini untuk peta kuno P. Timor tahun 1521, 1550, 1600, 1650, 1700-an, 1733, 1762, 1900, 1902.

Timor tahun 1521


Sumber kerajaan Belu

– Sejarah Belu: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Belu
– Sejarah Belu: https://belukab.go.id/?page_id=500

Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Timor

– Sejarah Timor: https://pulautimor.wordpress.com/sejarah-ntt/
– Sejarah Timor: https://id.wikipedia.org/wiki/
– Sejarah Timor: https://p2k.unkris.ac.id/
– Sejarah Timor Tengah: https://www.kompasiana.com/

 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: