Kualu(h), kesultanan / Prov. Sumatera Utara – kab. Labuhanbatu

Kesultanan Kualuh berdiri abad ke-19. Terletak di Sumatera, Kab. Labuhanbatu, prov. Sumatera Utara.

The Sultanate of Kualuh was located in Kab. Labuhanbatu, prov. north Sumatera.
The sultanate was founded in the 19th century.
For english, click here

Kabupaten Labuhanbatu, prov. Sumatera Utara


* Foto kesultanan Kualuh: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto perang Aceh – Belanda, 1873-1904: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


Tentang Raja sekarang (2021)

Present Raja: Yang Dipertuan Muda, Haji Tengku Zainul Abidin (pengobatan 25-5-2013).


Sejarah kesultanan Kualuh

Kerajaan Kualuh didirikan (1829) oleh Raja Ishak yang merupakan keturunan kerajaan Asahan yang mengalami perselisihan dan silang sengketa didalam kerajaan yaitu antara Raja Hoesin dan Raja Ishak yang mengakibatkan ditetapkannya suatu keputusan untuk memperluas wilayah dengan menyerang dan merampas negeri Kualuh. Setelah terampas negeri Kualuh maka Raja Hoesin kembali ke Asahan dan raja Ishak berkuasa di Negeri Kualuh dan diberi nama Gelar yang dipertuan Muda pada tahun 1829 sebagai raja di kerajaan Kualuh.

Dalam perkembangannya kerajaan Kualuh diperintah oleh empat orang raja. Kerajaan Kualuh mencapai puncaknya pada masa pemerintahan raja Alhadji Muhammad syah yang melakukan perdagangan internasional ke Malaysia dan Singapura dengan mengeksport pewarna kain (Journary), gotah mayang dan gotah karet.

Putera mahkota yang terakhir


Daftar Raja

* 1829: Raja Ishak diberi nama gelar Yang Dipertuan Muda pada tahun 1829 sebagai Raja di kerajaan Kualuh.
* 1868 -1882: Namalullah bin Muhammad Ishak (d.1882)
* 1882- 1946: Tunku Biong Muhammad Syah bih (b.1867 -d.1946?)


Istana kesultanan Kualuh

Inilah bentuk istana kesultanan kualuh yang berjaya sampai tahun 1946. Istana ini dihancurkan pengganas pada revolusi sosial 1946 yang terjadi di tanah melayu pesisir timur sumatera. Komplek istana ini dulunya berdekatan dengan mesjid sultan kualuh di Tanjung Pasir.


Sejarah kerajaan-kerajaan Labuhanbatu

Sistem Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu sebelum penjajahan Belanda adalah bersifat monarkhi. Kepala pemerintahan disebut Sultan dan Raja yang dibantu oleh seorang yang bergelar Bendahara Paduka Sri Maharaja dan bertugas sebagai Kepala Pemerintahan sehari.hari (semacam Perdana Menteri).

Kesultanan/kerajaan yang terdapat di wilayah kabupaten Labuhanbatu pada waktu itu terdiri dari 4 (empat) kesultanan yaitu :

1. Kesultanan Kota Pinang berkedudukan di Kota Pinang.
2. Kesultanan Kualuh berkedudukan di Tanjung Pasir.
3. Kesultanan Bilah berkedudukan di Negeri Lama.
4. Kesultanan Panai berkedudukan di Labuhan Bilik.

Ditambah 1 (satu) Half-bestuur yaitu Kerajaan Kampung Raja berkedudukan di Tanjung Medan.

Sistem pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu sebelum penjajahan Belanda adalah bersifat Monarki. Kepala pemerintahan disebut Sultan atau Raja yang dibantu oleh seorang yang bergelar Bendahara Paduka Seri Maharaja yang bertugas sebagai kepala pemrintahan sehari-hari (semacam perdana Mentri).

Tidak diketahui kapan Belanda masuk ke Labuhanbatu. Dari berbagai keterangan yang dihimpun, Belanda masuk ke Labuhanbatu sekira tahun 1825, namun ada pula keterangan yang mengatakan bahwa kedatangan Belanda ke Labuhanbatu adalah usai Perang Paderi (berkisar tahun 1831).

Pada tahun 1862, kesatuan Angkatan Laut Belanda dibawah pimpinan Bevel Hebee datang ke kampung Labuhanbatu  (di Hulu Kota Labuhan Bilik sekarang) melalui Sungai Barumun, di kampung Labuhanbatu tersebut Belanda membuat tempat pendaratan dari batu beton. Lama kelamaan tempat pendaratan tersebut berkembang menjadi tempat pendaratan/persinggahan kapal-kapal yang kemudian menjadi sebuah kampung (desa) yang lebih besar dan namanya disebut Pelabuhan Batu. Akhirnya nama pelabuhan batu ini dipersingkat sebutannya menjadi Labuhanbatu. Kemudian nama itu melekat dan ditetapkan menjadi nama wilayah Kabupaten Labuhanbatu.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah berdirinya kerajaan Kualuh: https://text-id.123dok.com/document/lq5jj3jy-sejarah-berdiri-dan-runtuhnya-kerajaan-kualuh-di-tanjung-pasir-kabupaten-labuhanbatu-utara-1813-1946.html
Revolusi sosial tahun 1946 di Negeri Kualuh: https://telukpulailuar.wordpress.com/2011/01/08/revolusi-sosial-tahun-1946-di-negeri-kualuh/
———————-
Sejarah Kabupaten Labuhan Batu:  http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/12/name/sumatera-utara/detail/1210/labuhan-batu
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Labuhan Batu: http://earning-news.blogspot.co.id/2010/04/sejarah-labuhan-batu.html
– Sejarah Labuhanbatu: http://desahutagodang.blogspot.co.id/2011/11/sejarah-labuhan-batu.html


Peta kerajaan-kerajaan di Sumatera Utara abad ke-19


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: