Bolaang Mongondow, Kerajaan / Sul. Utara – Kab. Bolaang Mongondow

Kerajaan Bolaang Mongondow adalah kerajaan Suku Mongondow, terletak di Sulawesi, Kab. Bolaang Mongondow, prov. Sulawesi Utara. Kerajaan ini berdiri sejak abad ke-15.

The Kingdom of Bolaang Mongondow is a kingdom of the Mongondow People; located in the district Bolaang Mongondow, north Sulawesi. This kingdom exists since the 15th century.

Klik foto untuk besar  !

Kabupaten Bolaang Mongondow

Provinsi Sulawesi Utara

Provinsi Sulawesi Utara (hijau)


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Sejarah kerajaan Bolaang Mongondow

Desa Bolaang terletak di tepi pantai utara yang pada abad 17 sampai akhir abad 19 menjadi tempat kedudukan istana raja, sedangkan desa Mongondow terletak sekitar 2 km selatan Kotamobagu.
Daerah pedalaman sering disebut dengan ‘rata Mongondow’. Dengan bersatunya seluruh kelompok masyarakat yang tersebar, baik yang yang berdiam di pesisir pantai maupun yang berada di pedalaman Mongondow di bawah pemerintahan Raja Tadohe, maka daerah ini dinamakan Bolaang Mongondow.
Setiap kelompok keluarga dari satu keturunan dipimpin oleh seorang Bogani (laki-laki atau perempuan) yang dipilih dari anggota kelompok dengan persyaratan : memiliki kemampuan fisik (kuat), berani, bijaksana, cerdas, serta mempunyai tanggung jawab terhadap kesejahteraan kelompok dan keselamatan dari gangguan musuh.
Mokodoludut adalah punu’ Molantud yang diangkat berdasarkan kesepakatan seluruh bogani. Mokodoludut tercatat sebagai raja (datu yang pertama). Sejak Tompunu’on pertama sampai ketujuh, keadaan masyarakat semakin maju dengan adanya pengaruh luar (bangsa asing). Perubahan total mulai terlihat sejak Tadohe menjadi Tompunu’on, akibat pengaruh pedagang Belanda dirubah istilah Tompunu’on menjadi Datu (Raja).
Pada zaman pemerintahan raja Corenelius Manoppo, raja ke-16 (1832), agama Islam masuk daerah Bolaang Mongondow melalui Gorontalo yang dibawa oleh Syarif Aloewi yang kawin dengan putri raja tahun 1866. Karena keluarga raja memeluk agama Islam, maka agama itu dianggap sebagai agama raja, sehingga sebagian besar penduduk memeluk agama Islam dan turut mempengaruhi perkembangan kebudayaan dalam beberapa segi kehidupan masyarakat. Sekitar tahun 1867 seluruh penduduk Bolaang Mongondow sudah menjadi satu dalam bahasa, adat dan kebiasaan yang sama (menurut N.P Wilken dan J.A.Schwarz).
Pada tanggal 1 Januari 1901, Belanda dibawa pimpinan Controleur Anton Cornelius Veenhuizen bersama pasukannya secara paksa bahkan kekerasan berusaha masuk Bolaang Mongondow melalui Minahasa, setelah usaha mereka melalui laut tidak berhasil dan ini terjadi pada masa pemerintahan Raja Riedel Manuel Manoppo dengan kedudukan istana raja di desa Bolaang. Raja Riedel Manuel Manoppo tidak mau menerima campur tangan pemerintahan oleh Belanda, maka Belanda melantik Datu Cornelis Manoppo menjadi raja dan mendirikan komalig (istana raja) di Kotobangon pada tahun 1901. Pada tahun 1904, dilakukan perhitungan penduduk Bolaang Mongondow dan berjumlah 41.417 jiwa.
– Sumber: http://fianka73.blogspot.co.id/2013/07/sejarah-lahir-dan-terbentuknya.html


Sejarah wilayah Bolaang Mongondow

Di kawasan yang bernama Bolaang-Mongondow sekarang, selain kerajaan Bolaang-Mongondow dan Bolaang-Itang, berada pula kerajaan Kaidipang, Bintauna dan Bolaang-Uki, persis di pantai utara Laut Sulawesi.

Secara historis, Bolaang Mongondow adalah sebuah daerah (landschap) yang berdiri sendiri dan memerintah sendiri dan masih merupakan daerah tertutup sapai dengan akhir abad 19. Hubungan dengan luar (asing) hanyalah hubungan dagang yang diadakan melalui kontrak dengan raja-raja yang memerintah pada saat itu. Dengan masuknya pengaruh pemerintahan bangsa asing (Belanda) pada sekitar tahun 1901, maka secara administrasi daerah ini termasuk Onderafdeling Bolaang Mongondow yang didalamnya termasuk landschap Bintauna, Bolaang Uki, Kaidipang besar dari Afdeling Manado.

Sejak abad ke 16, wilayah kabupaten Bolaang Mongondow telah berada dalam wilayah kekuasaan kerajaan. Beberapa kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah ini antara lain:
1) kerajaan Bolaang Mongondow yang berkedudukan di Bolaang, dan empat kerajaan lainnya di wilayah Pantai Utara Bolaang Mongondow, yakni:
2) Kerajaan Bolango, kemudian menjadi Kerajaan Bolaang Uki berkedudukan di Walugu,
3) Kerajaan Bintauna dengan beberapa kali berpindah ibu kota, antara lain : Panayo, Minanga, dan Pimpi,
4) Kerajaan Bolaang Itang yang berkedudukan di Bolaang Itang dan
5) Kerajaan Kaidipang dengan Ibu kotanya Buroko.

Dari lima kerajaan yang berkuasa di wilayah Bolaang Mongondow, sebagaimana yang disebutkan diatas, kerajaan Bolaang Mongondow adalah kerajaan yang memiliki letak geografis yang lebih besar.

Abad ke-19 di wilayah bekas kabupaten Bolaang Mongondow 5 kerajaan.
1) Kerajaan Bolaang Mongondow, yang terbesar.
2) Kerajaan Bolaang Uki, di tahun 1850-an masih disebut Kerajaan Bolaang (Bangka). Berikutnya:
3) Kerajaan Bintauna (Binta Oena),
4) Kerajaan Bolaang Itam dan
5) Kerajaan Kaidipang.
Pada tahun 1912 bergabunglah kerajaan Bolaang-Itang dengan kerajaan Kaidipang menjadi Kerajaan Kaidipang Besar.

– Sumber: http://bahrudinpodomi.blogspot.co.id/2009/02/sejarah-kerajaan-bolmong.html


Peta Bolaang Uki, Bolaang Itang, Bolaang Mongondow dan Kaidipang, 1894
klik peta untuk besar

1894

Peta kerajaan Bolaang Mongondow, 1888

Danau Moaat [dalam peta disebut M. Danau]. Sumber: Jurnal Tijdschrift van het Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap, No. VII tahun 1888.

klik peta untuk besar

Peta lokasi kerajaan Bolaang Mongondow (abad ke-19?)
klik peta untuk besar


Sistem pemerintahan kerajaan Bolaang Mongondow

– Sumber dan lengkap: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/kingdom-of-bolaang-mongondow/sistem-pemerintahan-kerajaan-bolaang-mongondow/

Sistem pemerintahan dibawah ini berlaku sejak masa pemerintahan Tadohe (1600-1650), yaitu mulai diberlakukannya ”dodandian Paloko bo Kinalang” Tudu in Passi hingga pemerintahan Raja Riedel Manuel Manoppo (1892-1901).

Pemerintahan Pusat :
1. Raja (Datu), dipilih dari anak atau cucu raja laki-laki.
2. Sadaha Tompunuon. Perdana menteri, pemegang hukum adat kerajaan (yang dihafal), penyimpan harta benda/pusaka milik kerajaan, pembagi hak untuk raja dan pejabat2 kerajaan.
3. Presiden Raja. Urusan luar negeri, urusan administrasi kerajaan. Jabatan ini dipegang oleh anak/cucu raja atau dari golongan kohongian.
4. Kapiten Laut. Urusan Kepelabuhanan/kemaritiman (dulu pusat kerajaan di Bolaang yang merupakan wilayah pesisir).
5. Jogugu. Menteri dalam negeri, dijabat oleh golongan Simpal ke atas.
6. Major Cadato. Kepala keamanan kerajaan.

Dewan musyawarah rakyat
Dewan ini berfungsi antara lain: memilih, mengangkat dan memberhentikan Raja serta memutuskan hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan serta amandemen hukum adat kerajaan Bolaang Mongondow.
1. Panghulu
Panghulu adalah jabatan kepala wilayah adat.
Wilayah adat Kotabunan dan Bolaang biasanya dijabat oleh keluarga raja, misalnya : Abraham Patra Mokoginta (Panghulu Kotabunan), Samer Abraham Sugeha (Panghulu Bolaang). Riedel Manuel Manoppo sebelum menjadi raja pernah menjabat Panghulu Kotabunan.
2. Hukum Major, Kapita Raja, Sangadi, Kimalaha
Hukum Major adalah kepala desa dari desa yang besar.
Kapita Raja adalah kepala desa dari sebuah desa kecil dan berasal dari keturunan kohongian.
Sangadi adalah kepala desa dari sebuah desa besar juga bisa kecil yang berasal dari keturunan pemuka masyarakat setempat (simpal).
Kimalaha adalah kepala desa dari suatu desa besar.


Daftar Raja / List of kings

1) 1400 – 1460: Punu` Mokodoludut
2) 1460 – 1480: Punu` YayuBangkai
3) 1480 – 1510: Punu` Damopolii
4) 1510 – 1540:  Punu` Busisi
5) 1560 – 1600: Punu` Mokodompit

6) 1600 – 1650: Punu` Tadohe
7) 1653 – 1694: Raja Loloda Mokoagow atau Datu Binangkang
8) 1694 – 1695: Raja Yakobus Manoppo
9) 1695 – 1731:  Raja Fransiscus Manoppo
10) 1735 – 1748  dan 1756 – 1764: Raja Salomon Manoppo

11) 1764 – 1767: Raja Egenius Manoppo
12) 1767 – 1770: Raja Christofeel Manoppo
13) 1770 – 1773: Raja Markus Manoppo
14) 1773 – 1779: Raja Manuel Manoppo
15) 1825 – 1829: Raja Cornelius Manoppo

16) 1829 – 1833: Raja Ismail Cornelis Manoppo
17) 1833 –  1858: Raja Yakobus Manuel Manoppo
18) 1858 – 1862: Raja Adreanus Cornelis Manoppo
19) 1862: Raja Yohanes Manuel Manoppo
20) 1886 – 1893: Raja Abraham Sugeha atau Datu Pinonigad

21) 1893 – 1901: Raja Riedl Manuel Manoppo
22) 1901 – 1928: Raja Datu Cornelius Manoppo
23) 1928 – 1938: Raja Laurens Cornelius Manoppo
24) 1947 – 1950: Raja Henny Yusuf Cornellius Manoppo

– Sumber / Source:  http://melayuonline.com/ind/history/dig/497/kerajaan-bolaang-mongondow


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Bolaang  Mongondow di Melayuonline: link
Sejarah kerajaan Bolaang  Mongondow di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Bolaang_Mongondow
– Sejarah kerajaan Bolaang  Mongondow: http://wwwsakinahalfarafishahblogspotcom.blogspot.co.id/2012/05/sejarah-bolaang-mongondow-nhyna.html
– Sejarah kerajaan Bolaang  Mongondow:
http://totabuanku.blogspot.co.id/2009/01/sekilas-sejarah-bolaang-mongondow.html
Daftar raja:  http://melayuonline.com/ind/history/dig/497/kerajaan-bolaang-mongondow
– Sistem pemerintahan kerajaan Bolaang Mongondow: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/kingdom-of-bolaang-mongondow/sistem-pemerintahan-kerajaan-bolaang-mongondow/

Raja Mokodoludut, sejarah kerajaan Bolaang Mongondow: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbmanado/2015/05/09/raja-mokodoludut-sejarah-kerajaan-bolaang-mongondow/

Sejarah Suku Mongondow: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Mongondow

DC Manoppo merupakan raja pertama yang memerintah kerajaan Bolaang Mongondow sejak 3 Oktober 1905 sampai ia wafat pada 12 Februari 1927. Sumber: http://manado.tribunnews.com/2016/04/17/berkunjung-ke-makam-raja-pertama-bolaang-mongondow-di-kotamobagu


Foto foto

Menteri perdana Kerajaan Bolaang Mongondow bersama keluarganya, di depan rumahnya, tahun 1925.

Rumah Raja Bolaang Mongondow

 Wanita mongondow pada tahun 1930-an

Wanita mongondow pada tahun 1930-an

Bolaang Mongondow, Sulawesi - rumah raja Bolmong difoto Paul dan Fritz Sarasin 22 desember 1893.

Bolaang Mongondow, Sulawesi – rumah raja Bolmong difoto Paul dan Fritz Sarasin 22 desember 1893.

bolaang

Rumah adat Bolaang Mangondow beratap melintang dengan bubungan curam dan memiliki tangga di depan rumah, mempunyai serambi tanpa dinding. Ruangan dalam rumah induk terdiri atas ruang depan atau tempat makan dan ruang tidur. Dapur terdapat di bagian belakang.


 

4 Comments

4 thoughts on “Bolaang Mongondow, Kerajaan / Sul. Utara – Kab. Bolaang Mongondow

  1. Sumitro tegela

    Kerajaan bolaang mongondow jauh sebelum kdatangan bangsa dr eropa trmasuk portugis.spanyol dan belanda sudah mandiri dan berdaulat sebagai suatu kerajaan besar yg menguasai sebagian besar wilayah sulawesi utara namun karena konspirasi belanda dalam melakukan kobtrak knotrak politik dan kekuasaan maka kerajaan bolaang otomatis di kuasai dan di ambil alih secara paksa gubernur belanda di ternate…sejak saat itu pula di abad ke 16 kerajaan bolaang yang berdaulat di sulawesi utara secara perlahan di hilangkan sebagai penguasa daratan sulaewesi utara.su

    • Sultans in Indonesia

      KYT,

      Terima kasih atas kommen anda.
      Kami sudah masukkan kommen anda di website.

      Dengan hormat.
      Penerbit website, Paul

  2. The map is inaccurate. The kingdom spanned not only on the southern shore of the peninsula, but also on its northern shore. Even the major capital was located on the northern shore.

    At its height of power, the kingdom even include Manadotua island, Wenang (present-day Manado), and present-day kabupaten Minahasa Selatan.

    I know this article is stub, but it’s worth checking: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Kingdom_of_Bolaang_Mongondow

    • Sultans in Indonesia

      Thank you for your comment. We added this to our page on the website.
      Please let us know, if you have more suggestions.
      Dengan hormat, Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: