Matan Tanjungpura, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

Kerajaan Matan Tanjungpura: abad ke-14 – 1950. Terletak di Kalimantan, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Gelar raja Tanjungpura: Pangeran Ratu.

Kingdom of Matan Tanjungpura: 14th century – 1950. Located in the district of Kayong Utara, West Kalimantan.

Kabupaten Kayong Utara

Kabupaten Kayong Utara

Provinsi Kalimantan Barat

Provinsi Kalimantan Barat


* Foto Kerajaan Matan Tanjung Pura: link
* Foto Istana Muliakerta, kerajaan Tanjungpura: link 
*
Video Penobatan / installation Raja Tanjungpura – 2009: link

* Foto kerajaan2, situs kuno dan suku di Kalimantan:  link


1 Kebangkitan kerajaan / Revival of the kingdom, 2009
2 Sejarah / History
3 Peta kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat dulu
4 Daftar Raja / List of kings
5 Istana / Palace
6 Peta Kalimantan (Borneo) kuno
7 Sumber / Source


1) Kebangkitan kerajaan / Revival of the kingdom, 2009

Gelar raja Tanjungpura: Pangeran Ratu.

19 dec. 2009: Penobatan Majelis Raja:
* Ir H Gusti Kamboja MH bergelar: Pangeran Ratu Kertanegara, ketua majelis.
* Gusti Fadlin S Sos bergelar:
Pangeran Anom Laksamana,
* H Uti Iwan Kusnadi BA bergelar:
Pangeran Adipati.

19 dec. 2009: Installation of the counsil of kings of the kingdom:
* Ir H Gusti Kamboja MH, titled: Pangeran Ratu Kertanegara, chairman.
* Gusti Fadlin S Sos, titled:
Pangeran Anom Laksamana,
* H Uti Iwan Kusnadi BA, titled:
Pangeran Adipati.

– Sumber / Source: link


2) Sejarah / History Matan Tanjungpura

Garis sejarah:

* Kerajaan Tanjung pura: 1454 – 1504
* Kerajaan Sukadana: 1504 – 1665
* Kerajaan Matan: 1665 – 1819
* Kerajaan Simpang Matan: 1819 – sekarang
* Kerajaan Kayong  Matan (Tanjugpura II): sekarang

Kerajaan Tanjungpura atau Tanjompura merupakan kerajaan tertua di Kalimantan Barat. Kerajaan yang terletak di Kabupaten Kayong Utara ini pada abad ke-14 menjadi bukti bahwa peradaban negeri Tanah Kayong sudah cukup maju pada masa lampau.
Ibukota Kerajaan Tanjungpura beberapa kali mengalami perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Beberapa penyebab Kerajaan Tanjungpura berpindah ibukota adalah terutama karena serangan dari kawanan perompak (bajak laut) atau dikenal sebagai Lanon.
Negeri Baru di Ketapang merupakan salah satu tempat yang pernah dijadikan pusat pemerintahan Kerajaan Tanjungpura. Dari Negeri Baru, ibukota Kerajaan Tanjungpura berpindah ke Sukadana.
Menurut Catatan Gusti Iswadi, S.sos dalam buku Pesona Tanah Kayong, Kerajaan Tanjungpura dalam perspektif sejarah disebutkan, bahwa, dari negeri baru kerajaan Tanjungpura berpindah ke Sukadana sehingga disebut Kerajaan Sukadana, kemudian pindah lagi Ke Sungai Matan (sekarang Kec. Simpang Hilir). Dan semasa pemerintahan Sultan Muhammad Zainuddin sekitar tahun 1637 pindah lagi ke Indra Laya sehingga disebut Kerajaan Indralaya. Indra Laya adalah nama dari satu tempat di Sungai Puye anak Sungai Pawan Kecamatan Sandai. Kemudian disebut Kerajaan Kartapura karena pindah lagi ke Karta Pura di desa Tanah Merah, Kec. Nanga Tayap, kemudian baru ke Desa Tanjungpura sekarang (Kecamatan Muara Pawan) dan terakhir pindah lagi ke Muliakarta di Keraton Muhammad Saunan yang ada sekarang yang terakhir sebagai pusat pemerintahan swapraja.

Sejak pemerintahan swapraja kerajaan Matan tahun 1958 bentuk majelis raja ini baru ada saat awal berdirinya Republik Indonesia pada tahun 1945 hingga 1948. yakni Majelis Pemerintahan Kerajaan Matan (MPKM) yang dijabat Uti Halil (Pangeran Mangku Negara), Uti Aplah (Pangeran Adipati), dan Gusti Kencana (Pangeran Anom Laksamana) yang melebur dalam keresiden Kalimantan Barat. Setelah itu majelis raja kosong. Baru pada tahun 2009 ini, majelis raja ini dibentuk kembali untuk mengembalikan marwah kerajaan.

Kebangkitan kerajaan, 2009
19 dec. 2009: Penobatan Majelis Raja:
* Ir H Gusti Kamboja MH bergelar: Pangeran Ratu Kertanegara, ketua majelis.
* Gusti Fadlin S Sos bergelar:
Pangeran Anom Laksamana,
* H Uti Iwan Kusnadi BA bergelar:
Pangeran Adipati.
– Sumber: Wiki

– Lihat pula:
Kerajaan Simpang Matan,
Kerajaan Sukadana,


3) Peta kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat dulu

klik peta untuk besar

Kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat, tahun 1800

Kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat, tahun 1800.

Kerajaan-kerajaan di Kalimantan barat abad ke-19 dan awal abad ke-20

kaart-west-kalimantan


4) Daftar Raja / List of kings

Ada beberapa versi !

Versi 1 (klik foto untuk besar !)

Sumber: http://keratonmatan.blogspot.co.id/2010/03/silsilah.html
—————–
Versi 2

Berhubung terdapat beberapa versi tentang sejarah dan silsilah raja-raja Tanjungpura beserta kerajaan-kerajaan lain yang masih satu rangkaian dengannya, maka berikut ini dipaparkan silsilahnya menurut salah satu versi, yaitu berdasarkan buku Sekilas Menapak Langkah Kerajaan Tanjungpura (2007) suntingan Drs. H. Gusti Mhd. Mulia:

Because there are several versions about the history and genealogy of the kings.
The following genealogy was presented, based on the book Sekilas Menapak Langkah Kerajaan Tanjungpura (2007), edited by Drs. H. Gusti Mhd. Mulia:

Kerajaan Tanjungpura

* 1454-1472: Brawijaya
* 1472-1487: Bapurung
* 1487-1504: Panembahan Karang Tanjung

Pada masa pemerintahan Panembahan Karang Tanjung, pusat Kerajaan Tanjungpura yang semula berada di Negeri Baru dipindahkan ke Sukadana, dengan demikian nama kerajaannya pun berubah menjadi Kerajaan Sukadana.

During the reign of Panembahan Karang Tanjung, the center of the Tanjungpura kingdom, which was originally located in Negeri Baru, moved to Sukadana, thus the name was changed to the kingdom of Sukadana

Kerajaan Sukadana / Kingdom of Sukadana

Pada masa pemerintahan Panembahan Karang Tanjung, pusat Kerajaan Tanjungpura yang semula berada di Negeri Baru dipindahkan ke Sukadana, dengan demikian nama kerajaannya pun berubah menjadi Kerajaan Sukadana.

During the reign of Panembahan Karang Tanjung, the center of the Tanjungpura kingdom, which was originally located in Negeri Baru, moved to Sukadana, thus the name was changed to the kingdom of Sukadana

* 1487-1504: Panembahan Karang Tanjung
* 1504-1518: Gusti Syamsudin atau Pundong Asap atau Panembahan Sang Ratu Agung
* 1518-1533: Gusti Abdul Wahab atau Panembahan Bendala
* 1526-1533: Panembahan Pangeran Anom
* 1533-1590: Panembahan Baroh
* 1590-1604:Gusti Aliuddin atau Giri Kesuma atau Panembahan Sorgi
* 1604?-1622: Ratu Mas Jaintan
* 1622-1665: Gusti Kesuma Matan atau Giri Mustika atau Sultan Muhammad Syaifuddin/Raden Saradipa/Saradewa; Menantu Ratu Bagawan dari Kotawaringin.

Inilah raja terakhir Kerajaan Sukadana sekaligus raja pertama dari Kerajaan Tanjungpura yang bergelar Sultan.

This is the last king of the Kingdom Sukadana, and the first king of the Kingdom of Tanjungpura with the title of Sultan.

Kesultanan Matan

* 1665-1724: Gusti Jakar Kencana atau Sultan Muhammad Zainuddin
* 1724-1738: Gusti Kesuma Bandan atau Sultan Muhammad Muazzuddin
* 1738-1749: Gusti Bendung atau Pangeran Ratu Agung atau Sultan Muhammad Tajuddin
* 1749-1762: Gusti Kencuran atau Sultan Ahmad Kamaluddin
* 1762-1819: Gusti Asma atau Sultan Muhammad Jamaluddin

Gusti Asma adalah raja terakhir Kerajaan Matan dan pada masa pemerintahannya, pusat pemerintahan Kerajaan Matan dialihkan ke Simpang, dan nama kerajaannya pun berganti menjadi Kerajaan Simpang atau Kerajaan Simpang-Matan.

Gusti Asma was the last king of the Kingdom of Matan and during his reign, the central government was transferred to Simpang, and the name was changed into the kingdom of Simpang or SimpangMatan.

Kerajaan (penambahan) Simpang-Matan

* 1762-1819: Gusti Asma atau Sultan Muhammad Jamaluddin. Anak Sultan Ahmad Kamaluddin,
* 1819-1845: Gusti Mahmud atau Panembahan Anom Suryaningrat. Menantu Sultan Ahmad Kamaluddin,
* 1845-1889: Gusti Muhammad Roem atau Panembahan Anom Kesumaningrat. Anak Panembahan Anom Suryaningrat,
* 1889-1920: Gusti Panji atau Panembahan Suryaningrat
* 1912-1942: Gusti Roem atau Panembahan Gusti Roem
* 1942-1943: Gusti Mesir atau Panembahan Gusti Mesir
* 1945: Gusti Ibrahim (1945)

Gusti Mesir menjadi tawanan tentara Jepang yang berhasil merebut wilayah Indonesia dari Belanda pada 1942, karena itulah maka terjadi kekosongan pemerintahan di Kerajaan Simpang. Pada akhir masa pendudukan Jepang di Indonesia, sekira tahun 1945, diangkatlah Gusti Ibrahim, anak lelaki Gusti Mesir, sebagai raja. Namun, karena saat itu usia Gusti Ibrahim baru menginjak 14 tahun maka roda pemerintahan dijalankan oleh keluarga kerajaan yaitu Gusti Mahmud atau Mangkubumi yang memimpin Kerajaan Simpang hingga wafat pada 1952.

Gusti Mesir was captured by Japanese army in 1942, because that’s the vacancy occurs in the reign of the kingdom of Simpang. At the end of the Japanese occupation of Indonesia, in 1945, Gusti Ibrahim, son of Gusti Mesir was appointed as king. However, because he was just 14 years old, the government was led by the royal family, namely Gusti Mahmud or Mangkubumi, who led the Kingdom of Simpang until his death in 1952.

Kerajaan Kayong-Matan atau Kerajaan Tanjungpura II

* 1590-1608: Giri Kusuma; Anak Panembahan Bandala
* 1608-1622: Ratu Sukadana atau Putri Bunku/Ratu Mas Jaintan; Istri Giri Kusuma/Anak Ratu Prabu Landak
* 1622-1630: Panembahan Ayer Mala; Anak Panembahan Bandala
* 1630-1659: Sultan Muhammad Syafeiudin, Giri Mustaka, Panembahan Meliau atau Pangeran Iranata/Cakra; Anak/Menantu Giri Kusuma
* 1659-1725: Sultan Muhammad Zainuddin/Pangeran Muda; Anak Sultan Muhammad Syaeiuddin
* 1710-1711: Pangeran Agung; Perebutan kekuasaan

Pembagian kekuasaan, memimpin kerajaan di Tanah Merah
* 1725-1730: Pangeran Agung Martadipura; Anak Sultan Muhammad Zainuddin, pembagian kekuasaan memimpin kerajaan di Tanah Merah
* 1728-1749: Pangeran Mangkurat/Sultan Aliuddin Dinlaga; Anak Sultan Muhammad Zainuddin, pembagian kekuasaan di Sandai dan Tanah Merah

Pembagian kekuasaan, memimpin kerajaan di Simpang
* 1735-1740: Pangeran Ratu Agung; Anak Sultan Muhammad Zainuddin, pembagian kekuasaan, memimpin kerajaan di Simpang
* 1749-1762: Sultan Muazzidin Girilaya; Anak Pangeran Ratu Agung, memimpin kerajaan di Simpang
* 1762-1792: Sultan Akhmad Kamaluddin/Panembahan Tiang Tiga; Anak Sultan Aliuddin Dinlaga
* 1792-1830: Sultan Muhammad Jamaluddin, sebelumnya: Pangeran Ratu, sebelumnya: Gusti Arma; Anak Sultan Akhmad Kalamuddin
* 1831-1843: Pangeran Adi Mangkurat Iradilaga atau Panembahan Anom Kusuma Negara; Anak Pangeran Mangkurat
* 1843-1845: Pangeran Cakra yang Tua atau Pangeran Jaya Anom; Sebagai pejabat perdana menteri, anak Pangeran Mangkurat
* 1845-1908: Panembahan Gusti Muhammad Sabran; Anak Panembahan Anom Kusuma Negara
* 1908-1924: Pangeran Laksamana Uti Muchsin; Anak Panembahan Gusti Muhammad Sabran
* 1924-1943: Panembahan Gusti Muhammad Saunan atau Pangeran Mas; Anak Gusti Muhammad Busra
* 1943-1948: Majelis Pemerintah Kerajaan Matan, terdiri dari Uti Halil (Pg. Mangku Negara), Uti Apilah (Pg. Adipati), Gusti Kencana (Pg. Anom Laksamana)
* 2009-sekarang: Majelis Raja Kerajaan Matan dipimpin Pangeran Ratu Kertanegara Ir. H. Gusti Kamboja, MH; Pangeran Laksamana Anom Gst Fadlin, S.Sos dan Pangeran Adipati Uti Iwan Kusnadi.

– Sumber: Wiki


5) Istana

Nama Istana: Istana Muliakarta

Istana Panembahan Matan di Mulia Kerta Ketapang merupakan salah satu istana era Kerajaan Melayu Islam yang tersisa di Kalimantan Barat. Berdasarkan jejak sejarahnya, Istana Panembahan Matan merupakan pusat pemerintahan dari Kerajaan Matan-Tanjungpura yang sebenarnya kelanjutan dari Kerajaan Tanjungpura dari era Hindu yang pernah mempunyai nama besar di seantero Kalimantan. Secara periodik, Kerajaan Matan-Tanjungpura yang berpusat di Mulia Kerta adalah kelanjutan dari Kerajaan Tanjungpura. Bermula di Sukadana Kabupaten Kayong Utara (KKU), Tanjungpura menuliskan peradabannya, sepanjang sejarah Tanjungpura yang berjalan semenjak kira-kira tahun 1431 M, sampai dengan tahun 1724 M, Sukadana menjadi pusat pemerintahannya.

The palace of Matan Panembahan in Ketapang Kerta Noble is a palace of the time of Malay Islamic kingdom in West Kalimantan. Based on historical trace, Matan Panembahan Palace was the administrative center of the Kingdom of MatanTanjungpura, which was the continuation of the Kingdom Tanjungpura of the Hindu era.
.
Sumber / Source: link

Foto Istana Muliakerta, kerajaan Tanjungpura: link

Istana Muliakarta,kerajaan Tanjungpura

Istana Muliakarta,kerajaan Tanjungpura


6) Peta Kalimantan (Borneo) kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


7) Sumber / Source

Sejarah kerajaan Tanjungpura di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Tanjungpura
Sejarah kerajaan Tanjungpura: http://infopontianak.org/sejarah-singkat-kerajaan-tanjungpura-kerajaan-tertua-di-kalbar-abad-14/
Sejarah kerajaan Tanjungpura: https://www.facebook.com/notes/ariansyah-barbar/sejarah-tanjungpura-sukadana-biarlah-situsnye-hilang-tapi-jangan-sampai-kita-lup/306324482885547/
Sejarah kerajaan Tanjungpura: http://www.bimbie.com/sejarah-kerajaan-tanjungpura.htm
Sejarah di blog Tanjungpura: http://keratonmatan.blogspot.co.id/2010/03/silsilah.html
Istana Muliakarta Tanjungpura: link
Istana Muliakarta Tanjungpura: link

– Daftar Raja di blog Tanjungpura: link
Daftar Raja Tanjungpuradi Wiki: link
Penobatan majelis raja (2009): link

– Kerajaan Simpang: Simpang

English

– History of the kingdom: link
About the Palace: link

Website

Website kerajaan Tanjungpura: http://keratonmatan.blogspot.co.id/


* Foto Kerajaan Matan Tanjung Pura: link
Foto Istana Muliakerta, kerajaan Tanjungpura: link


 

Advertisements
1 Comment

One thought on “Matan Tanjungpura, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

  1. Name is only Matan.Tanjungpura is capital.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: