Batu Dendeng, kerajaan / P. Lombok – prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Batu Dendeng terletak di pulau Lombok, prov. Nusa Tenggara Barat.
Kerajaan ini berdiri abad ke-7 / abad ke-8 (?).

pulau Lombok.

Lokasi pulau Lombok


* Foto foto intervensi belanda di Lombok, 1894: link
* Foto foto suku Sasak: link
*
Foto foto situs kuno di pulau Lombok: link


Sejarah kerajaan Batu Dendeng

Diambil dari: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/silsilah-kedatuan-batu-dendeng.html
Diposting oleh aries zulfikri

Silsilah kedatuan Batu Dendeng

Silsilah ini diawali dengan kisah Datu (Raja) Sempopo yang belum mengenal hukum agama, khususnya dalam hal perkawinan. Karena ketidaktahuannya terhadap hukum tersebut ia mengawini saudaranya sendiri, neneknya, dll. Sebagai akibat dari perbuatannya itu ia mendapat kutukan yang mahakuasa yakni meluapnya air laut di Pena (daerah yang sekarang menjadi wilayah kecamatan Praya Timur). Luapan air laut tersebut menenggelamkan daerah Sempopo beserta beberapa daerah lainnya seperti Pejanggik, bahkan terus kebarat yakni Gunung Tela.

Setelah kejadian tersebut kemudian disusul dengan adanya usaha-usaha dari para penguasa setempat untuk melepaskan diri dari kerajaan. Hal ini mengakibatkan adanya daerah-daerah kekuasaan baru dengan rumpun-rumpun keluarga raja yang baru pula. Sebagai contoh, Raja Kedaro yang dikenal juga dengan nama Panjisari Kedaro pindah ke Tendaun. Ia mempunyai seorang putera bernama Tamenggung Re yang kelak berkuasa di Kentawang. Hal serupa juga dilakukan oleh rumpun-rumpun kedatuan (keluarga raja) yang lain, seperti Harya Lesong anak Demung Batu Dendeng dengan daerah kekuasaannya di Lesong. Dan Masrum yang pindah ke Padamara, Den Jae yang berkuasa di Pujut bersama dengan yang lainnya. Mereka berada dalam serumpun dialek yaitu dialek Bahasa “Hiku Hiyak”.

Silsilah ini bertutur pula tentang masuknya Bangsa Jawa yang mengalahkan penduduk pribumi. Beberapa penduduk di antara penduduk pribumi yang kalah ditawan ke Jawa, yakni di Kerajaan Busingcili. Akan tetapi nakhoda Lewin dari tanah Pesisir yang beristri seorang Bangsawan Sasak dari keluarga Batu Dendeng telah berhasil menyelamatkan mereka.

Pada bagian tutur mengenai Kuripan disebutkan tentang adanya seseorang yang sakti bernama Ki Rangga yang telah membuat heboh di Kuripan. Ki Rangga yang sangat sakti ini tidak dapat ditaklukkan meskipun dengan bantuan pujangga Pejanggik. Namun pada akhirnya Ki Rangga dapat dikalahkan oleh seorang pemuda bernama Hama Kuwi. Ki Rangga masih dapat melarikan diri ke Tabuak. Baru di Tabuak inilah Ki Rangga dapat benar-benar dikalahkan oleh dua orang jagoan dari Batu Dendeng bernama Neq Dipati dan Arya Pati. Sekarang di Tabuak terdapat sebuah Bukit bernama Bukit Tirangga yang kemungkinan besar berasal dari nama Ki Rangga dalam kisah tersebut.


Daftar dan sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

2) Sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

– Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok, klik di sini

———————————–

Cerita di bawah dari beberapa sumber sejarah.

Menurut Babad Lombok, kerajaan tertua di pulau Lombok bernama kerajaan Laeq. Tapi, sumber lain, yaitu Babad Suwung menyatakan bahwa kerajaan tertua di Lombok adalah kerajaan Suwung yang dibangun dan diperintah oleh Raja Betara Indera. Setelah kerajaan Suwung ini surut, baru muncul kerajaan Lombok.

Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada masa itu.

Pada awalnya, kerajaan yang berdiri adalah kerajaan Laeq. Diperkirakan, posisinya berada di kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Dalam perkembangannya, kemudian terjadi migrasi, masyarakat Laeq berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan, di Aikmel, desa Sembalun sekarang.
Suatu ketika, Gunung Rinjani meletus (abad ke-13), menghancurkan desa dan kerajaan yang berada di sekitarnya. Para penduduk menyebar menyelamatkan diri ke wilayah aman. Perpindahan tersebut menandai berakhirnya kerajaan Pamatan.

Setelah Pamatan berakhir, muncullah kerajaan Suwung yang didirikan oleh Batara Indera. Lokasi kerajaan ini terletak di daerah Perigi saat ini. Setelah kerajaan Suwung berakhir, barulah kemudian muncul kerajaan Lombok. Seiring perjalanan sejarah, kerajaan Lombok kemudian mengalami kehancuran akibat serangan tentara Majapahit pada tahun 1357 M. Raden Maspahit, penguasa kerajaan Lombok melarikan diri ke dalam hutan. Ketika tentara Majapahit kembali ke Jawa, Raden Maspahit keluar dari hutan dan mendirikan kerajaan baru dengan nama Batu Parang. Dalam perkembangannya, kerajaan ini kemudian lebih dikenal dengan nama kerajaan Selaparang.

Menurut Djelenga, ekspedisi Majapahit ini meninggalkan jejak kerajaan Gel Gel di Bali. Sedangkan di Lombok, berdiri empat kerajaan utama yang saling bersaudara, yaitu: kerajaan Bayan di barat, kerajaan Selaparang di Timur, kerajaan Langko di tengah, dan kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat beberapa kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong Samarkaton serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini takluk di bawah Majapahit. Ketika Majapahit runtuh, kerajaan dan desa-desa ini kemudian menjadi wilayah yang merdeka.

Kerajaan Selaparang terbagi dalam dua periode:
– pertama, periode Hindu yang berlangsung dari abad ke-13 M, dan berakhir akibat ekspedisi kerajaan Majapahit pada tahun 1357 M;
– dan kedua, periode Islam, berlangsung dari abad ke-16 M, dan berakhir pada abad ke-18 (1740 M), setelah ditaklukkan oleh pasukan gabungan kerajaan Karang Asem, Bali dan Banjar Getas.

Pada awal abad ke-18 M, Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gel Gel Bali. Muncul kerajaan Karangasem Lombok (1740-1838) dan kerajaan Mataram (1838-1894). Peninggalan Bali yang sangat mudah dilihat adalah banyaknya komunitas Hindu Bali yang mendiami daerah Mataram dan Lombok Barat. Lombok berhasil bebas dari pengaruh Gel Gel setelah terjadinya pengusiran yang dilakukan kerajaan Selapang (Lombok Timur) dengan dibantu oleh kerajaan yang ada di Sumbawa (pengaruh Makassar). Beberapa prajurit Sumbawa kabarnya banyak yang akhirnya menetap di Lombok Timur, terbukti dengan adanya beberapa desa di Tepi Timur Laut Lombok Timur yang penduduknya mayoritas berbicara menggunakan bahasa Samawa.

Intervensi Belanda di Lombok (kerajaan Mataram, 1838-1894) terjadi pada tahun 1894, dan merupakan bagian dari serangkaian intervensi Belanda di Bali dan sekitarnya, yang pada akhirnya menjadikan di Bali dan Lombok terkolonisasi secara penuh sebagai bagian dari Hindia Belanda pada awal abad ke-20.


Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok: klik di sini


Peta kuno Lombok

Untuk peta kuno lokasi pulau Lombok, abad ke-15, 1660, 1683, 1683, 1725, 1800-an, klik di sini

Lokasi Lombok, tahun 1660


Sumber Batu Dendeng

– Sejarah Batu Dendeng: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/silsilah-kedatuan-batu-dendeng.html

Sumber kedatuan / kerajaan kuno di Lombok

– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://suparmanol.blogspot.co.id/2010/12/sejarah-kedatuan-sasak.html
– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-di-gumi-sasak-1.html
– Sejarah kerajaan di Lombok: https://oediku.wordpress.com/2010/12/29/sejarah-dan-asal-usul-lombok/
– Sejarah kerajaan di Lombok: http://www.lomboksociety.web.id/2018/02/sejarah-lombok.html

Sumber Suku Sasak

– Asal usul Lombok dan Suku Sasak: http://wisatalombokaja.blogspot.co.id/2013/12/sejarah-asal-usul-nama-pulau-lombok-dan.html
– Suku Sasak di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sasak
– Suku Sasak:
https://www.romadecade.org/suku-sasak/#!


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: