Fansur, kerajaan / Prov. Sumatera Barat

Kerajaan Fansur berdiri pada abad ke-6. Terletak di provinsi Sumatera Barat, lokasi tidak jelas.
.
Provinsi Sumatera Barat

Provinsi Sumatera Barat


* Foto foto situs kuno dan suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link
.

Sejarah kerajaan Fansur

Diambil dari: https://sites.google.com/site/muslimjawiperca/islam-pasai/kerajaanfansur

Arti Nama

Nama Fansur berasal dari kata pancur. Menurut sejarah marga Rambe, saat Guru Marsakot Pardosi dan pengikutnya menuruni bukit dan mengikuti arus sungai ke hilir pada waktu ingin mendirikan negeri, dia menjumpai sebuah pincuran. Kemudian membuka negeri di situ yang diberi nama Pancur.

Ranji Raja

Menurut sejarah marga Rambe, leluhur raja-raja Fansur bernama Raja Kesaktian atau Ambung Kasian dari Negeri Toba Silah-Silahi, Lua’ Baligi, Kampung Parsoluhan, Suku Pohan. Beliau memiliki 5 (lima) putra :

  1. Mage di Pohan alias Magat
  2. Lahi Sabungan
  3. Raja Tumbuk Padi
  4. Raja Pait Tua
  5. Raja Alang Sabatangan Pardosi.

Kerajaan Tundang

Raja Kesaktian menyuruh Alang Pardosi ke Asahan untuk keperluan ritual puasanya. Tetapi karena, kembalinya lama, Raja Kesaktian dan keempat putranya menghentikan ritual puasa. Alang Pardosi yang kembali berkecil hati, dan memutuskan pindah ke arah matahari terbenam membawa isteri dan orang-orang yang bersimpati kepadanya. Dia membuka ladang di rimba lebat yang kemudian diberi nama Tundang. Orang-orang dari Toba kemudian banyak yang datang ke negeri tersebut, sehingga lama kelamaan Alang Pardosi menjadi raja. Wilayah kekuasaannya : ke barat Huta Tondang, Simpang Kiri, Batang Singkil hingga ke muara. Ke tenggara sampai perbatasan tanah Pasaribu. Ke selatan sampai Pantai Barat Sumatera.

Karena ditipu menantunya, Purba, putra sulung Simamora, pendiri marga Rambe, Pakkat, Humbang Hasundutan yang ingin melepaskan diri dari kerajaan Tundang. Raja Alang Pardosi memindahkan istananya ke Pilgembar. Karena diserang Purba, memindahkan lagi istananya ke Huta Ginjang di Gunung Nagudang. Tetapi karena tidak mampu memerintah dengan baik, Purba mengembalikan kerajaan kepada Raja Pardosi. Raja Pardosi bersedia dengan syarat Purba membangun rumah di jalan Gotting (antara Pakkat dan Tukka Dolok) sehingga setiap orang yang lewat melalui bawah rumahnya.

Kerajaan Fansur dan Tukka

Raja Alang Pardosi memiliki 2 (dua) orang putera dan 1 (satu) orang puteri, yakni :

  1. Pucur Dalan (Pucaro Duan), pendiri marga Tukah (Tukka).
  2. Guru Marsakot, pendiri Fansur.
  3. seorang puteri yang dinikahi raja di Aceh.

Guru Marsakot mendirikan kerajaan di Pancur. Kemudian setelah berjumpa dengan orang Ceti dan Hindu, memindahkannya ke Air Busuk.  Untuk pengembangan kawasan, pusat kegiatan perdagangan dipindahkan ke Lobu Tua.

Guru Marsakot digantikan putranya, Raja Namora. Pada masanya, sepupunya Raja Tutung bin Pucaro Duan yang mengalami pemberontakan dari Raja Rambe putra Raja Purba.

Keterangan mengenai raja-raja pengganti Raja Namora, hingga keturunannya yang bernama Tuan Kadir, sebagai raja pertama yang memeluk Islam. Tuan Kadir digantikan Tuan Mualif yang mengalami serangan dari bangsa gergasi yang menghancurkan Lobu Tua, Sungai Macu dan Kepala Ujung. Tuan Mualif mengungsi ke seberang Air Siraha (Aek Sirahar) dan Kuala Barus dan mendirikan Kota Bariang.


Sumber
.

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: