Fansur, kerajaan / Prov. Sumatera Barat – kab. Tapanuli Selatan

Kerajaan Fansur berdiri pada abad ke-6. Terletak di provinsi Sumatera Barat, kab. Tapanuli Selatan.
Barus sebelumnya dikenal dengan Fansur.

Kabupaten Tapanuli Tengah, prov. Sumatera Barat


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


KERAJAAN FANSUR

Sejarah kerajaan Fansur, abad ke-6

Sumber: file:///C:/Users/PAULAL~1/AppData/Local/Temp/502-Article%20Text-1021-3-10-20200827.pdf

Fansur adalah sebuah kota Islam kuno di Nusantara yang sangat populer pada masa lampau. Namun, letak spesifiknya masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Umumnya, penulis kontemporer menyebut bahwa Fansur terletak di Barus, salah satu kawasan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Pendapat tersebut mendapat tantangan dari beberapa sumber yang otoritatif. Untuk menyelesaikan permasalahan di atas maka penelitian ini dilakukan melalui pendekatan arkeologis dan studi literatur.
Berdasarkan bukti arkeologis dan sumber tertulis diketahui bahwa Fansur terletak di Lhok Pancu atau Lhok Lambaroneujid, salah satu kawasan pesisir di sebelah barat kota Banda Aceh, Aceh. Lokasi ini sangat sesuai dengan karakter lokasi Fansur yang disebutkan dalam catatan-catatan kuno dari Timur Tengah, China dan Eropa.
Karena perubahan geologis yang sering sekali terjadi di wilayah Aceh menyebabkan sebagian besar wilayah tersebut hilang dan tidak dapat disaksikan lagi. Sisa-sisa keramik kuno, batu nisan dan komplek makam kuno (diway) merupakan bukti arkeologis yang memperkuat bahwa Fansur adalah sebuah kota pelabuhan Islam purba berada di wilayah Aceh Besar, bukan di Barus, Tapanuli Tengah.


Dari kerajaan Fansur ke kesultanan Barus

Ada banyak buku yang menceritakan kedatangan orang-orang Minangkabau ke kerajaan Fansur. Diantaranya yang cukup populer adalah karya Jane Drakard, A Malay Frontier : Unity and Duality in a Sumatran Kingdom. Dalam buku tersebut diceritakan bahwa masyarakat Minangkabau yang datang ke Fansur berasal dari Tarusan, Pesisir Selatan.
Mengutip Sejarah Tuanku Batu Badan, sekelompok orang pimpinan Ibrahimsyah bin Tuanku Sultan Muhammadsyah dari Kesultanan Indrapura, telah pergi merantau ke utara dan kemudian mendirikan kesultanan baru di atas reruntuhan Kerajaan Fansur. Kesultanan ini kemudian diberi nama mengikuti kampung kecil mereka di Tarusan: kerajaan Barus.
– Sumber: https://afandriadya.com/2018/11/27/seribu-tahun-pesisir-barat-sumatera/


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707



Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: