Kaway XII, federasi / Sumatera – Prov. Aceh, kab. Aceh Barat

Federasi Kawai XII terletak di Sumatera, prov. Aceh, kab. Aceh Barat.

The Federation of Kawai XII is located on Sumatra, prov. Aceh, Kab. Aceh Barat.
For english, click here

Kab. Aceh Barat


* Foto Aceh: Kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto Aceh: Raja kerajaan-kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh: Aceh dulu: link
*
Foto Aceh: Perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Sejarah federasi Kawai XII

Meulaboh kemudian berkembang pesat di bawah pemerintahan Sultan Ibrahim Mansyur Syah (1841-1870).
Di masa kejayaannya tersebut, kepala-kepala negeri di Meulaboh kemudian menyusun tata negara berbentuk federasi uleebalang yang disebut Kawai XVI. Federasi ini diketuai oleh Uleebalang Kedjruen Tjiek Ujong Kala. Kawai XVI ini terdiri dari Meulaboh/Tandjung, Udjung Kala, Seunagan, Teuripa, Woyla, Peureumbeue, Gunung Meuëh, Kuala Meureubok, dan Ranto Pandjang.

Saat itu ada federasi lainnya terbentuk di perbatasan Meulaboh dengan Pedir selain Federasi Kaway XVI. Federasi ini disebut Kaway XII yang terdiri dari 2 uleebalang yaitu Pameuë, Ara, Lang Jene, Reungeuët, Geupho, Reuhat, Tungkup/Dulok, Tanoh Merah/Tutut, Geumpang, Tangse, Beunga, dan Keumala. Federasi Kaway XII ini diketuai oleh seorang Kedjruën yang kedudukannya berada di Geumpang.
– Sumber: https://archives.portalsatu.com/histori/riwayat-meulaboh-dalam-catatan-sejarah-aceh-disikolah-kito-berlaboh/


Tentang kerajaan-kerajaan kecil di bawah Sultan Aceh

Topik penting:

* Struktur pemerintahan kerajaan kecil di Aceh (Mukim, Sagi, Nangroe, Uleebalang), lengkap: link
* Daftar Uleebalang, 1914: link
* Daftar Uleebalang, 1940: link
* Gelar orang  kesultanan Aceh: link

Wilayah bagian barat Kerajaan Aceh Darussalam mulai dibuka dan dibangun pada abad ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh yang hidup antara tahun 1588-1604), kemudian dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yang hidup tahun 1607-1636) dengan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk dan Pidie.

Daerah ramai pertama adalah di teluk Meulaboh (Pasi Karam) yang diperintah oleh seorang raja yang bergelar Teuku Keujruen Meulaboh, dan Negeri Daya (Kecamatan Jaya) yang pada akhir abad ke-15 telah berdiri sebuah kerajaan dengan rajanya adalah Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah dengan gelar Poteu Meureuhom Daya.

Dari perkembangan selanjutnya, wilayah Aceh Barat diakhir abad ke-17 telah berkembang menjadi beberapa kerajaan kecil yang dipimpin oleh Uleebalang, yaitu : Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga; Babah Awe; Krueng No; Cara’ Mon; Lhok Kruet; Babah Nipah; Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng Sabee; Teunom; Panga; Woyla; Bubon; Lhok Bubon; Meulaboh; Seunagan; Tripa; Seuneu’am; Tungkop; Beutong; Pameue; Teupah (Tapah); Simeulue; Salang; Leukon; Sigulai.

Struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan Aceh

Untuk lengkap: Struktur pemerintahan kerajaan kecil di Aceh (Mukim, Sagi, Nangroe, Uleebalang): link

1) Gampong, pimpinan disebut Geucik atau Keuchik. Teritorial yang terkecil dari susunan pemerintahan di Aceh adalah yang disebut dalam istilah Aceh Gampong. Sebuah Gampong terdiri atas kelompok-kelompok rumah yang letaknya berdekatan satu dengan yang lain.
Pimpinan gampong disebut Geucik atau Keuchik, yang dibantu oleh seorang yang mahir dalam masalah keagamaan, dengan sebutan Teungku Meunasah
2) Mukim, pimpinan disebut Imum Mukim. Bentuk teritorial yang lebih besar lagi dari gampong yaitu Mukim. Mukim ini merupakan gabungan dari beberapa buah gampong, yang letaknya berdekatan dan para penduduknya.
Pimpinan Mukim disebut sebagai Imum Mukim.
3) Sago atau Sagoe, pimpinan disebut Panglima Sagoe atau Panglima Sagi. Di wilayah Aceh Rayeuk (Kabupaten Aceh Besar sekarang), terdapat suatu bentuk pemerintahan yang disebut dengan nama Sagoe atau Sagi. Keseluruhan wilayah Aceh Rayeuk tergabung ke dalam tiga buah Sagi ini, yang dapat dikatakan sebagai tiga buah federasi. Ketiga buah Sagoe atau Sagi tersebut masing-masing dinamakan:
1. Sagi XXII Mukim,
2. Sagi XXV Mukim, dan
3. Sagi XXVI Mukim.
Pemimpin disebut dengan Panglima Sagoe atau Panglima Sagi, secara turun-temurun, juga diberi gelar Uleebalang.
4) Nangroe, pimpinan disebut Uleebalang. Bentuk wilayah kerajaan lainnya yang terdapat di Aceh yaitu yang disebut Nangroe atau Negeri. Nangroe ini sebenarnya merupakan daerah takluk Kerajaan Aceh dan berlokasi di luar Aceh Inti atau Aceh Rayeuk.
Pimpinan Nangroe disebut Uleebalang, yang ditetapkan oleh adat secara turun-temurun. Mereka menerima kekuasaan langsung dari Sultan Aceh.
5) Sultan. Tingkat tertinggi dalam struktur pemerintahan Kerajaan Aceh adalah pemerintah pusat yang berkedudukan di ibukota kerajaan, yang dahulunya bernama Bandar Aceh Dar as Salam.  Kepala pemerintahan pusat adalah Sultan yang para kelompoknya bergelar Tuanku.

Peta Uleebalang Aceh 1917


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

– Sejarah Meulaboh: https://rajaagam.wordpress.com/2008/09/26/datuk-raja-agam-dan-negeri-meulaboh-aceh/
– Sejarah Meulaboh: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Aceh_Barat
– Sejarah Meulaboh dan federasi Kawai XVI dan XII: https://archives.portalsatu.com/histori/riwayat-meulaboh-dalam-catatan-sejarah-aceh-disikolah-kito-berlaboh/


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: