Nagekeo (Boawae), kerajaan / P. Flores – prov. Nusa Tenggara Timur

 

Kerajaan Nagekeo dibentuk 1919; terletak di pulau Flores. Kab. Nagekeo, Prov. Nusa Tenggara Timur.

The kingdom of Nagekeo was founded in 1919; located on Flores. District of Nagekeo.
For history of Nagekeo, click here.

Pulau Flores, kab. Nagekeo

—————————-
Lokasi pulau Flores


* Foto kerajaan / kingdom Nagekeo (Boawae): link
* Foto wilayah dan kerajaan kerajaan di Manggarai: link
* Foto Flores dulu dan situs kuno: link


Tentang raja sekarang

It is Raja Muda Marselinus/Selly Fabianus Adjo Bupu. He is one of the 2 chiefs of the raja dynasty of Nage and son of the former dynastychief Loduwek Djago Dede, who succeeded 1972-9 his father; last ruling raja, as dynastychief of Nage. Since 2014 (until 2019 ) he is chief of the DPRD/parlement of the kabupaten Nagekeo. Sumber: D. Tick, FB


Sejarah jelang kerajaan Nagekeo

Umum: Kerajaan Nagekeo  dibentuk tahun 1919 oleh penggabungan kerajaan Nageh dan kerajaan Keo.

Sumber: Penulis: Oga Ngole Ke Djuwa Dobe Ngole (dikirim kpd anak Estin Bii’i utk tugas akademik)

Sejarah kerajaan Nagekeo, terutama sistem pemerintahannya, tidak terlepas dari pengaruh/campur tangan pemerintah kolonial Belanda kala itu. Pemerintah Hindia Belanda membentuk sistem pemerintahan baru yang sangat berbeda dengan sistem tradisional yang ada. Sebelumnya, masyarakat hidup berkelompok dalam “ulu eko”, “ili woe”, “boa ola”, yang bersifat otonom dan tidak ada struktur yang lebih tinggi di atasnya. Namun, demi dan oleh kepentingan kolonial penjajahan Belanda, dibentuklah struktur baru di atasnya, yaitu “zelfbesturende Lanschap” atau “ Landschap Bestuur” yang dipimpin oleh seorang “zelfbestuurder”atau raja yang diangkat oleh Belanda dari antara pemuka masyarakat setempat yang paling berpengaruh.

Kerajaan Nagekeo. Raja Djuwa Dobe Ngole

Afbeeldingsresultaat voor kerajaan nagekeo

Pengaruh pemerintah kolonial Belanda hingga terbentuknya kerajaan Nagekeo dapat diriwayatkan sebagai berikut:
—Tahun 1907, di bawah pimpinan Kapitan Christoffel, Pemerintah Kolonial Belanda berhasil menguasai Larantuka hingga Manggarai.
—Tahun 1909 pemberontakan Marilonga di Ende berhasil dilumpuhkan dan pada tahun 1910, Flores seluruhnya takluk kepada pemerintah kolonial Belanda
—Tahun 1912, dibentuklah 27 “Landschap Bestuur” di Flores, dan salah satunya adalah Landschap Bestuur Nage di bawah pimpinan Oga Ngole, berpusat di Boawae
—Pada tanggal 18 April 1917, terjadi pertemuan antara pemerintah Hindia Belanda dengan Raja Nage, Oga Ngole dan Raja Keo, Muwa Tunga di Boawae, untuk menggagas penggabungan swapraja Nage dan Keo. Gagasan ini tidak langsung terwujud, dan baru bisa terwujud setelah keduanya meninggal
—Pada tanggal 26 Januari 1931, Pemerintah Kolonial Belanda melantik Joseph Juwa Dobe Ngole, menjadi Raja Nagekeo, sekaligus sebagai simbol penggabungan swapraja Nage dan Keo menjadi Swapraja Nagekeo. Raja Josef Juwa Dobe Ngole, wafat pada 25 Desember 1972.

Kerajaan-kerajaan di Flores abad ke-17/18


Sejarah kerajaan Nage, kerajaan Keo dan kerajaan Nagekeo

Hermanus Ngebu (71), salah satu tokoh masyarakat Nagekeo yang ditemui FloresStar di rumahnya di Mbay, (2010) mengatakan, wilayah Kerajaan Nage tempo dulu berada di Boawae, ke arah utara sampai di Mbay. Sedangkan Kerajaan Keo, berada di bagian selatan Boawae, dari Maukeli, Mauponggo sampai Nangaroro.

Hermanus menuturkan, sekitar tahun 1916 sampai 1917, Kerajaan Nage perang melawan Belanda, kecuali yang berada di daerah Boawae tidak ikut melawan Belanda saat itu. Tidak lama berselang, Kerajaan Keo juga melawan Belanda. Tetapi, tidak tahu persis tahun berapa. Saat melawan Belanda, Kerajaan Nage dipimpin oleh tiga orang, yakni Nipa Do, Rae Sape, dan Muka Teang.

Nagekeo dulu

Afbeeldingsresultaat voor kerajaan nagekeo

Sedangkan Kerajaan Keo salah satu pemimpinnya adalah Baje Nage. Pusat perang melawan Belanda oleh Kerajaan Nage di daerah Kota Keo dan Lejo. Raja pertama Keo bernama Muwa.
Dalam perjalanannya, kedua kerajaan ini sepakat menjadi satu kerajaan (1919), yang diberi nama Kerajaan Nagekeo. Pusat kerajaan terletak di Boawae. Raja  pertama Nagekeo bernama Roga Ngole. Setelah itu dia diganti oleh putra kandungnya Yosep Juwa Dobe Ngole, yang memimpin Kerajaan Nagekeo sampai tahun 1959.

Kerajaan Nage terdapat banyak pohon asam. Saat itu buah dan daun asam menjadi bahan makanan ternak, seperti kerbau, kuda, kambing dan domba. Jenis ternak tersebut banyak dipelihara oleh warga Kerajaan Nage.

Sedangkan di Kerajaan Keo, sangat cocok tanaman pertanian. Sehingga jagung dan padi banyak terdapat di sana. “Ketika itu warga kedua kerajaan saling menukar kebutuhan atau barter. Mereka saling menukar hewan peliharaan dengan jagung atau padi, sehingga hubungan kekerabatannya sangat akrab dan harmonis,” tutur Yakobus.

Nagekeo dulu

Afbeeldingsresultaat voor kerajaan nagekeo dulu


Daftar Raja / List of Kings of Nagekeo

Daftar 1

* Dapa Gu x Ngole Mola (Masa Sebelum Kolonial Belanda): melahirkan Oga Ngole
* Oga Ngole x Azi Bha (Raja Nage pada Masa Kolonial Belanda) melahirkan Teda Sada dan sdra/i
* Oga Ngole x Ea Tawa (Raja Nage pada Masa Kolonial Belanda) melahirkan Djuwa Dobe Ngole dan sdra/i
* Oga Ngole x Ule Eno (Raja Nage pada Masa Kolonial Belanda) melahirkan Kota Kile dan sdra/i
* Djuwa Dobe Ngole x Fatima Bay (Raja Nagekeo pada Masa Kolonial Belanda) melahirkan Lodoweyk Djago Dede dan sdra/i
* Lodoweyk Djago Dede x Imelda Nage Wona (Kepala Desa / Ketua Suku pada masa Kemerdekaan)
* Marselinus Adjo Bupu (Ketua Suku /Primus Interparens, Saat ini).

Raja Roga Ngole (tengah depan) dari Nageh-Keo (Nagakeo) dan seekor kerbau yang akan dikorbankan dalam upacara adat di Boawae. 1920

Daftar 2

Penguasa  Keo

  • Muwa Tunga, 1913-1920
  • Dato Bali, 1920-1931; regen 1920-1931
  • Keo masuk  Nagehu, 1931

Penguasa Nageh

  • Roga Ngole, 1917-1928

Penguasa Nageh-Keo

  • Joseph Juwa Dobe Ngole, 1928-1962
  • Nageh-Keo masuk Indonesia 1962

– Sumber: https://pl.wikipedia.org/wiki/W%C5%82adcy_Flores#W.C5.82adcy_Nageh-Keo


Peta kuno pulau Flores

Klik di sini untuk peta kuno pulau Flores, 1493, 1653, abad ke-17, 1725, 1756, 1700-an.

Flores, tahun 1653


Sumber

– Sejarah Kab. Nagekeo di Wiki: Wiki
Tentang Nage dan Keo:  http://woltmantuga.blogspot.co.id/2009/01/masa-pemerintahan-asli-ngada.html
Nagekeo, dari dua menjadi satu:  http://kupang.tribunnews.com/2010/05/10/nagekeo-dari-dua-menjadi-satu
————————-

Kerajaan2 di Flores yang didirikan Hindia Belanda 1910-1918: http://mbulinggela.blogdetik.com/2012/02/12/kerajaan-kerajaan-di-flores-yang-didirikan-hindia-belanda/
– Sejarah pulau Flores: http://pulau-flores.blogspot.co.id/2011/11/sejarah-pulau-flores.html
Sejarah pulau Flores: http://nusalale.com/detailpost/sejarah-pulau-flores
Sejarah dan kebudayaan Suku Flores: http://dunia-kesenian.blogspot.co.id/2016/01/sejarah-dan-kebudayaan-suku-flores-ntt.html
– Sejarah Flores memeluk Katolik: https://m.tempo.co/read/news/2015/11/21/204720937/wisata-pantai-sejarah-flores-memeluk-katolik
– Asal usul pulau Flores: http://desiran.blogspot.co.id/2014/01/asal-usul-pulau-flores.html
– Masyarakat Flores: http://florestrawang-letare.blogspot.co.id/

English

– History of Flores: Wiki
History of Flores: link


 

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s