Saunggalah, kerajaan / Prov. Jawa Barat – kab. Kuningan

Kerajaan Saunggalah (748 – 1346 M) adalah kerajaan yang berada di Kabupaten Kuningan sekarang. Kerajaan Saunggalah lahir sebagai negara bawahan kerajaan Galuh. Lokasi Saunggalah ini diperkirakan kini berada di Kampung Salia, Desa Ciherang, Kecamatan Nusaherang, kab. Kuningan.

Lokasi kab. Kuningan


* Foto situs kuno di Jawa: link
* Foto Jawa dulu: link


Dafar raja kerajaan Saunggalah

1. 671 – 723: Pabu Wiragati
Prabu Wiragati memiliki seorang putri bernama Sangkari yang dinikahkan dengan Demunawan
Batara Danghiyang Guru Sempakwaja yang mendirikan kerajaan Galunggung.

2. 723 – 774: Resiguru Demunawan
Resiguru Demunawan di kenal juga sebagai Rahiyangta Kuku. Rajaresi Sempakwaja memberikan kerajaan Galunggung dan seluruh negara bawahannya kepada Demunawan sebagai putranya dalam upaya menandingi kerajaan Galuh yang saat itu sedang bergejolak perebutan kekuasaan yaitu Prabu Bunisora kakak kandung Demunawan yang wafat di tangan Sanjaya sebagai aksi balas dendam. Daerah kekuasaan Demunawan meliputi : Layuwatang, Kajaron, Kalanggara, Pagerwesi, Rahasea, Kahuripan, Sumajajah, Pasugihan, Padurungan, Darongdong, Pagergunung, Muladarma dan Batutihang.

3. 799 – 847: Prabu Tambakwesi
4. 847 – ….: Prabu Kretamanggala

5. 1175 – 1187: Resiguru Darmasiksa
Prabu Darmasiksa adalah putra dari Prabu Darmakusuma Raja kerajaan Sunda dari permaisuri Ratna Wisesa. Darmasiksa menikahi putri mahkota Saunggalah, Sehingga pada tahun 1175 ibukota Kerajaan Sunda berpusat di Saunggalah. Darmasiksa berputra Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma dari istrinya yang ke tiga yang bernama Dewi Suprabha Wijayatunggadewi dari Sriwijaya. Pangeran Jayadarma menikah dengan Dewi Naramurti yang bergelar Dyah Lembu Tal putrinya Mahisa Campa dari Jawa Timur. Jayadarma berputra  Nararya Sanggramawijaya  atau lebih dikenal dengan nama Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit. Jayadarma meninggal di usia muda, sehingga Dyah Lembu Tal kembali ke Jawa Timur membawa Raden Wijaya atas izin Prabu Darmasiksa.
Tahun 1187 M Ibukota Kerajaan Sunda perpindah dari Saunggalah ke Pakuan.

6. 1297 – 1303: Prabu Ragasuci
Permaisuri Dara Puspa putri Prabu Trailokyaraja Maulibusana Warmadewa dari Kerajaan Melayu Darmasraya.
7. 1303 – ….Prabu Jayapurana
8. Prabu Langlangbuana
Mertua Batara Sakawayana dari Sumedang Larang.
9. Ratu Selawati
Diperistri oleh Syeh Bayanullah dari Cirebon.
10. Adipati Suranggajaya
Menantu Ratu Selawati.
.

Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: