Saunggalah, kerajaan / Prov. Jawa Barat – kab. Kuningan

Kerajaan Saunggalah (748 – 1346 M) adalah kerajaan yang berada di Kabupaten Kuningan sekarang. Kerajaan Saunggalah lahir sebagai negara bawahan kerajaan Galuh. Lokasi Saunggalah ini diperkirakan kini berada di Kampung Salia, Desa Ciherang, Kecamatan Nusaherang, kab. Kuningan.

Lokasi kab. Kuningan


Garis kerajaan-kerajaan di Jawa: link


Foto sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link
* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link
* Foto situs kuno di Jawa: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

– Video Penguasa Monarki kesultanan Jawa Mataram, 1556 – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Mataram, 1576-2020: link
– Video sejarah kerajaan Medang Mataram Hindu: link
– Video sejarah kerajaan Majapahit, 1293 sampai 1527: link
– Video raja-raja Majapahit hingga ke Mataram, 1293 – 1587: link
– Video sejarah kerajaan Jawa Timur, 1.5jt SM sampai 2020: link
– Video sejarah kerajaan Jawa Barat, 3000 SM sampai 2020: link
– Video sejarah kerajaan Jawa Tengah, 1.5jt SM sampai 2020: link


KERAJAAN SAUNGGALAH

Sejarah kerajaan Saunggalah, 748 – 1346 M

Kerajaan Saunggalah adalah mulai dari tahun 748 – 1346. Nama Kuningan telah lama ada dan dikenal.
Kerajaan Saunggalah adalah kerajaan yang berada di Kabupaten Kuningan sekarang. Lokasi Saunggalah ini diperkirakan kini berada di Kampung Salia, Desa Ciherang, Kecamatan Nusaherang, ada pula yang menunjuk Desa Ciherang di Kecamatan Kadugede, kecamatan tetangga Nusaherang. Disebutkan bahwa Saunggalah adalah nama Ibu kota kerajaan Kuningan. Nama Kuningan telah lama ada dan dikenal. Kerajaan Saunggalah adalah mulai dari tahun 748 – 1346.

Pada Tahun 1163-1175, kerajaan Saunggalah terungkap lagi setelah tidak ada juga catatan paska Demunawan. Saat itu tahta kerajaan dipegang oleh Rakean Dharmasiksa, yaitu anak dari Prabu Dharmakusumah (1157-1175) seorang raja Sunda yang berkedudukan di Kawali. Rakean Dharmasiksa memerintah Saunggalah menggantikan mertuanya, karena dia menikah dengan putri Saunggalah.

Akan tetapi Rakean Dharmasiksa tidak lama kemudian menggantikan ayahnya yang wafat 1175 sebagai Raja Sunda. Sedangkan kerajaan Saunggalah digantikan dengan puteranya yang bernama Ragasuci atau Rajaputra. Sebagai penguasa Saunggalah, Ragasuci dijuluki dengan Rahyantang Saunggalah (1175-1298). Ia pun memperistri Dara Puspa, putri seorang raja Melayu.

Tahun 1298, Ragasuci diangkat menjadi Raja Sunda menggantikan ayahnya yaitu dengan gelar Prabu Ragasuci (1298-1304). Kedudukannya di Saunggalah digantikan puteranya yang bernama Citraganda. Pada masa kekuasaan Ragasuci, wilayah kekuasaannya bertambah meliputi Cipanglebakan, Geger Handiwung, Geger Gadung, dan juga Pasir Taritih di Muara Cipager Jampang.


Daftar raja kerajaan Saunggalah

1. 671 – 723: Pabu Wiragati
Prabu Wiragati memiliki seorang putri bernama Sangkari yang dinikahkan dengan Demunawan
Batara Danghiyang Guru Sempakwaja yang mendirikan kerajaan Galunggung.

2. 723 – 774: Resiguru Demunawan
Resiguru Demunawan di kenal juga sebagai Rahiyangta Kuku. Rajaresi Sempakwaja memberikan kerajaan Galunggung dan seluruh negara bawahannya kepada Demunawan sebagai putranya dalam upaya menandingi kerajaan Galuh yang saat itu sedang bergejolak perebutan kekuasaan yaitu Prabu Bunisora kakak kandung Demunawan yang wafat di tangan Sanjaya sebagai aksi balas dendam. Daerah kekuasaan Demunawan meliputi : Layuwatang, Kajaron, Kalanggara, Pagerwesi, Rahasea, Kahuripan, Sumajajah, Pasugihan, Padurungan, Darongdong, Pagergunung, Muladarma dan Batutihang.

3) 799 – 847: Prabu Tambakwesi

4) 847 – ….: Prabu Kretamanggala

5) 1175 – 1187: Resiguru Darmasiksa. Prabu Darmasiksa adalah putra dari Prabu Darmakusuma Raja kerajaan Sunda dari permaisuri Ratna Wisesa. Darmasiksa menikahi putri mahkota Saunggalah, Sehingga pada tahun 1175 ibukota Kerajaan Sunda berpusat di Saunggalah. Darmasiksa berputra Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma dari istrinya yang ke tiga yang bernama Dewi Suprabha Wijayatunggadewi dari Sriwijaya. Pangeran Jayadarma menikah dengan Dewi Naramurti yang bergelar Dyah Lembu Tal putrinya Mahisa Campa dari Jawa Timur. Jayadarma berputra  Nararya Sanggramawijaya  atau lebih dikenal dengan nama Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit. Jayadarma meninggal di usia muda, sehingga Dyah Lembu Tal kembali ke Jawa Timur membawa Raden Wijaya atas izin Prabu Darmasiksa.
Tahun 1187 M Ibukota Kerajaan Sunda perpindah dari Saunggalah ke Pakuan.

6) 1297 – 1303: Prabu Ragasuci; Permaisuri Dara Puspa putri Prabu Trailokyaraja Maulibusana Warmadewa dari Kerajaan Melayu Darmasraya.

7) 1303 – ….Prabu Jayapurana

8) Prabu Langlangbuana, mertua Batara Sakawayana dari Sumedang Larang.

9) Ratu Selawati, diperistri oleh Syeh Bayanullah dari Cirebon.

10) Adipati Suranggajaya, menantu Ratu Selawati.


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: