Pagurawan, negeri / Prov. Sumatera Utara – kab. Batu Bara

Negeri Pagurawan terletak di prov. Sumatera Utara, kab. Batu Bara.

Lokasi kab. Batu Bara


Sejarah negeri Pagurawan

Sejarah ini di ambil dari: http://tengkusaidt.blogspot.com/2014/05/terombo-tengku-saidt.html

Ada seorang bernam PANGLIMA MUDA tinggal di negeri Pesisir. (Batubara) dan beranak 3 orang : Datuk Muda Jalil, Idris gelar Datuk Muncak dan Datuk Muda Husin. Apakah “Pemadra” yang disebut Anderson sama dengan Panglima Muda ini?

Pada suatu hari Datuk Muncak berlayar bersama beberapa pengikutnya dan pada suatu kuala sungai mereka membuat perkampungan. Tiada berapa lama kampung kecil tadi menjadi ramai. Karena orang-orang suku Simelungun turun ke pantai untuk berdagang sehingga kampung itu dijuluki Kampung Besar. Karena urusan dagang, Datuk Muncak menjalinlah persahabatan dengan raja-raja Simelungun di pedalaman.  Yaitu Raja Siantar terutama. Pada suatu hari diundanglah Raja Siantar menghilir ke kampung Besar. Karena sangat gembiranya mereka bermain dan bergurau maka direbutlah nama negeri itu “Pagurowan”, lama kelamaan menjadi “Pagurwan”. Ketika Datuk Muncak meninggal dunia, ia digantikan anaknya DATUK MUDASRI BETARA.. ia ini mengambil istri selaku puang bolon ialah adik Raja Siantar bernama PUANG RAANO, sehijngga akrablah perhubungan Siantar dengan Pagurawan. Setelah Datuk Muda Sri Betara meninggal dunia, ia digantikan puteranya yang tertua DVATUK SETIA WANGSA. Dia inipun mengambil sebagai isteri, adik dari Raja Siantar. Datuk Setia Wangsa berputera dan berputri 17 orang. Tetapi di zaman pemerintahannya  Pagurawan silih berganti diserang oleh negeri-negeri tetangganya seperti Tanjung Kasau, Bandar Chalifah,Sipare-pare, Tebingtinggi dan lain lain. Untuk keselamatan negerinya, maka Datuk Setia Wangsa lalu menghadap langsung kepada Sultran Siak Sri Indrapura mohon perlindungannya. Pada masa itu Siak sudah tunduk kepada Belanda, sehingga cukai pelabuhannya diatur oleh Kontelir Belanda di Bengkalis yang lalu membagi hasil cukai itu untuk dan untuk Pagurawan.

Ketika Belanda membayari Siak dengan uang ganti rugi, di mana negeri negeri Sumatera Timur lainnya tidak lagi di bawah Siak tetapi langsung di bawah Hindi Belanda, maka Pagurawan juga tidak lagi takluk ke Siak, tetapi dimasukkan resort Batubara. hal ini terjadi di zaman pemerintahan Datuk Setia Wangsa juga.

Setelah Datuk Setia Wangsa dibuang, ia digantikan puteranya DATUK SETIA MAHARAJA LELA. Setelah yang belakangan ini meninggal dunia pula, puteranya masih dibawah umur, dan pemerintahan di Pagurawan dipegang oleh pemangkunya yaitu DATUK SETIA PUTERA RAJA. Adapun menjadi Orang Besar atau “TUNGKAT” ialah Orang Kaya BESAR., Orang Kaya SANDING dan Orang Kaya TAIB. Mereka ini mendapat ⅓ dari hasil tanah tetapi belakangan hak mereka dihapuskan Belanda dan diganti dengan semacam gaji saja. (Bersambung besok).