Mengwi, kerajaan / Bali – kab. Badung

Kerajaan Mengwi: 1723-1891. Terletak di prov. Bali. Mengwi sekarang terletak di Kabupaten Badung.

The kingdom of Mengwi: 1723-1891. Located in the province of Bali. Mengwi today is located in the district of Badung.
For english, click here

Lokasi Mengwi

———————-
Lokasi pulau Bali


* Foto foto Bali dulu: link
* Foto foto situs kuno di Bali: link
* Foto foto puputan Denpasar, 1906: link
* Foto foto puputan Klungkung, 1908: link


Sejarah / History kerajaan Mengwi, 1723-1891

Mengwi pada zaman dahulu merupakan sebuah kerajaan mandiri.
I Gusti Agung Putu adalah putra dari I Gusti Agung Anom. Ia bergelar I Gusti Agung Made Agung mendirikan kerajaan Mengwi dan menjadi Raja Mengwi I pada tahun 1723, sebelum menjadi Raja, I Gusti Agung Putu di tawan oleh Raja Tabanan yang bergelar Sri Megada Sakti / I Gusti Alit Dawuh dan dibesarkan di Kerajaan Marga kemudian oleh Raja Marga I Gusti Balangan diberikan bimbingan spiritual, sehingga I Gusti Agung Putu diberikan sebidang tanah untuk mendirikan Kerajaan/Puri pertamanya di Desa Peken dengan nama Puri Balayu. namun tidak bertahan lama I Gusti Agung Putu menlanjutkan perjalanan ke selatan dengan tujuan balas dendam dengan I Gusti Ngurah Batu Tumpang dari Kekeran. kemenangan inilah membawa masa kejayaan sampai ke Blambangan.

Serangan Badung ke Mengwi, 1891

Kerajaan Mengwi Masa Lampau

Kerajaan Mengwi Masa Lampau

Penyerangan kerajaan Badung ke kerajaan Mengwi dilakukan pada tahun 1891 (1892?), yaitu dibawah perintahan Nararya Agung Ngurah Alit Pemecutan  (1860 – 1901) sebagai raja Badung (dinasti Denpasar ke-V), yaitu kakanda dari  Nararya Agung Made Ngurah Pemecutan (Ida Tjokorde Ratu Made Agung Gede Ngurah Pamecutan 1876 – 1906 alias Bethara Mur ring Rana) yang menciptakan Perang Puputan Badung 1906 itu.

Penyerangan kerajaan Badung ke kerajaan Mengwi tidak dalam bentuk perang besar, sehingga tidak banyak korban baik manusia maupun harta benda. Kondisi Kerajaan Mengwi saat itu dalam kondisi paling lemah sebagai akibat dari banyaknya perang yang telah dilakukan, disamping adanya pembelotan keluarga kerajaan Mengwi di kawasan Timur, sehingga Mengwi lebih memilih takluk lebih dahulu daripada harus menumpahkan darah.

Soal siapa yang memimpin laskar Badung untuk menyerang Mengwi, tidak ditahui pasti, tetapi bisa diduga: pastilah orang Puri Agung Denpasar; diperkirakan Ide Anake Agung Rai Widnya orangnya karena beliau adalah putra raja yang memiliki kedigjayaan tinggi dengan senjata andalannya adalah toyak, yang orang-orang menyebut beliau dengan Bethara Rai Sakti.

Setelah kerajaan Mengwi takluk maka sebagian besar daerah kekuasaannya diserahkan kepada Badung mencakup Desa Kapal, Munggu, terus ke selatan hingga ke daerah Bukit (termasuk Pura Luhur Uluwatu).
Sumber: http://den-pasar.blogspot.com/2010/01/serangan-badung-ke-mengwi-pada-1891.html


Pura Taman Ayun di Mengwi

Pura adalah istilah untuk tempat ibadah agama Hindu di Indonesia.
Pura Taman Ayun merupakan Pura lbu (Paibon) bagi kerajaan Mengwi. Pura ini dibangun oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu, pada tahun 1556 Saka (1634 M).
Sumber: http://candi.perpusnas.go.id/temples/deskripsi-bali-pura_taman_ayun

Pura Taman Ayun merupakan pura ibu (paibon) bagi Kerajaan Mengwi. Pura ini dibangun oleh Raja Mengwi I Gusti Agung Putu atau Cokorda Sakti Blambangan (1690-1722) pada tahun sekitar 1710.

Taman Ayun Temple in Bali - Scenic Balinese Temple and Garden Complex

 


Daftar raja kerajaan Mengwi

Sekitar tahun 1408, pemerintahan dikendalikan oleh Dinasti Tegeh Kori yang sebagaimana disebutkan Babad Mengwi dalam sejarah Puri Pemecutan, raja-raja yang memerintah yaitu:

* Kyai Made Tegeh yang kemudian bergelar Kyai Agung Anglurah Mengwi I
* Kyai Gede Tegal sebagai Kyai Agung Anglurah Mengwi II.
* Kyai Ngurah Pemayun yang bergelar Kyai Agung Anglurah Mengwi III.
* Kyai Ngurah Agung yang bergelar Kyai Agung Anglurah Mengwi IV.
* Kyai Ngurah Tegeh yang bergelar Kyai Agung Anglurah Mengwi V.
* Kyai Ngurah Gede Agung yang bergelar Kyai Agung Mengwi VI

– Sumber: http://sejarahbabadbali.blogspot.co.id/2015/03/kerajaan-mengwi.html

Selanjutnya sekitar tahun 1686, kekuasaan atas Mengwi dipegang oleh Dinasti I Gusti Agung Putu, putra dari I Gusti Agung Maruti yang dahulu sebagai penguasa Kerajaan Gelgel. Dalam Cikal Bakal Raja – Raja Mengwi diceritakan I Gusti Agung Putu sebagai Raja I Mengwi dengan pusat ibu kotanya disebut dengan Kawyapura

* 1690-1722: Gusti Agung Sakti (Gusti Agung Anom).
* 1722-1740: Gusti Agung Made Alangkajeng, anak Gusti Agung Anom
* 1740s: Gusti Agung Putu Mayun, kemenakan Gusti Agung Made Alangkajeng
* 1740s-1770/80: Gusti Agung Made Munggu, saudara Gusti Agung Putu Mayun
* 1770/80-1793/94: Gusti Agung Putu Agung, anak Gusti Agung Made Munggu
* 1770/80-1807: Regen,Gusti Ayu Oka Kaba-Kaba, ibu Gusti Agung Putu Agung
* 1807-1823: Gusti Agung Ngurah Made Agung I, anak Gusti Agung Putu Agung
* 1829-1836: Gusti Agung Ngurah Made Agung II Putra, anak Gusti Agung Ngurah Made Agung I
* 1836-1850/55: Gusti Agung Ketut Besakih, saudara Gusti Agung Ngurah Made Agung I

Di bawah perlindungan Belanda 1843-1891

* 1836-1857: Gusti Ayu Istri Biang Agung, janda Gusti Agung Ngurah Made Agung Putra
* 1859-1891: Gusti Agung Ngurah Made Agung III, keturunan Gusti Agung Putu Mayun

Mengwi dihancurkan oleh Klungkung, Badung, Gianyar dan Tabanan 1891.

– Daftar raja: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Raja_Bali#Raja-raja_Mengwi


Puri di Bali

Puri di pulau Bali adalah nama sebutan untuk tempat tinggal bangsawan Bali, khususnya mereka yang masih merupakan keluarga dekat dari raja-raja Bali. Berdasarkan sistem pembagian triwangsa atau kasta, maka puri ditempati oleh bangsawan berwangsa ksatria.

Puri-puri di Bali dipimpin oleh seorang keturunan raja, yang umumnya dipilih oleh lembaga kekerabatan puri. Pemimpin puri yang umumnya sekaligus pemimpin lembaga kekerabatan puri, biasanya disebut sebagai Penglingsir atau Pemucuk. Para keturunan raja tersebut dapat dikenali melalui gelar yang ada pada nama mereka, misalnya Ida I Dewa Agung, I Gusti Ngurah Agung, Cokorda, Anak Agung Ngurah, Ratu Agung, Ratu Bagus dan lain-lain untuk pria; serta Ida I Dewa Agung Istri, Dewa Ayu, Cokorda Istri, Anak Agung Istri, dan lain-lain untuk wanita.

Pura Taman Ayun merupakan pura ibu (paibon) bagi Kerajaan Mengwi. Pura ini dibangun oleh Raja Mengwi I Gusti Agung Putu atau Cokorda Sakti Blambangan (1690-1722) pada tahun sekitar 1710 Masehi.

Pura Taman Ayun - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Daerah atau wilayah kekuasaan puri-puri di Bali zaman dahulu, tidak berbeda jauh dengan wilayah administratif pemerintahan kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Setelah Kerajaan Gelgel mulai terpecah pada pertengahan abad ke-18, terdapat beberapa kerajaan, yaitu Badung (termasuk Denpasar), Mengwi, Tabanan, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng, Bangli dan Jembrana. Persaingan antardinasti dan antaranggota dinasti pada akhirnya menyebabkan Belanda dapat menguasai Bali dengan tuntas pada awal abad ke-20.

Setelah masa kolonial Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan Indonesia, kekuasaan puri berubah menjadi lebih bersifat simbolis. Peranan berbagai puri di Bali umumnya masih tinggi sebagai panutan terhadap berbagai pelaksanaan aktivitas adat dan ritual Agama Hindu Dharma oleh masyarakat banyak.


Sejarah singkat kerajaan-kerajaan di Bali

Kerajaan Bali merupakan istilah untuk serangkaian kerajaan Hindu-Budha yang pernah memerintah di Bali, di Kepulauan Sunda Kecil, Indonesia. Adapun kerajaan-kerajaan tersebut terbagi dalam beberapa masa sesuai dinasti yang memerintah saat itu. Dengan sejarah kerajaan asli Bali yang terbentang dari awal abad ke-10 hingga awal abad ke-20, kerajaan Bali menunjukkan budaya istana Bali yang canggih di mana unsur-unsur roh dan penghormatan leluhur dikombinasikan dengan pengaruh Hindu, yang diadopsi dari India melalui perantara Jawa kuno, berkembang, memperkaya, dan membentuk budaya Bali.

Kerajaan di Bali, sekitar tahun 1900.

Karena kedekatan dan hubungan budaya yang erat dengan pulau Jawa yang berdekatan selama periode Hindu-Budha Indonesia, sejarah Kerajaan Bali sering terjalin dan sangat dipengaruhi oleh kerajaan di Jawa, dari kerajaan Medang pada abad ke-9 sampai ke kerajaan Majapahit pada abad ke-13 hingga 15. Budaya, bahasa, seni, dan arsitektur di pulau Bali dipengaruhi oleh Jawa. Pengaruh dan kehadiran orang Jawa semakin kuat dengan jatuhnya kerajaan Majapahit pada akhir abad ke-15.
Setelah kekaisaran jatuh di bawah Kesultanan Muslim Demak, sejumlah abdi dalem Hindu, bangsawan, pendeta, dan pengrajin, menemukan tempat perlindungan di pulau Bali. Akibatnya, Bali menjadi apa yang digambarkan oleh sejarawan Ramesh Chandra Majumdar sebagai benteng terakhir budaya dan peradaban Indo-Jawa.
Kerajaan Bali pada abad-abad berikutnya memperluas pengaruhnya ke pulau-pulau tetangga. Kerajaan Gelgel Bali misalnya memperluas pengaruh mereka ke wilayah Blambangan di ujung timur Jawa, pulau tetangga Lombok, hingga bagian barat pulau Sumbawa, sementara Karangasem mendirikan kekuasaan mereka di Lombok Barat pada periode selanjutnya.

Sejak pertengahan abad ke-19, negara kolonial Hindia Belanda mulai terlibat di Bali, ketika mereka meluncurkan kampanye mereka melawan kerajaan kecil Bali satu per satu. Pada awal abad ke-20, Belanda telah menaklukkan Bali karena kerajaan-kerajaan kecil ini jatuh di bawah kendali mereka, baik dengan kekerasan atau dengan pertempuran, diikuti dengan ritual massal bunuh diri, atau menyerah dengan damai kepada Belanda. Dengan kata lain, meskipun beberapa penerus kerajaan Bali masih hidup, peristiwa-peristiwa ini mengakhiri masa kerajaan independen asli Bali, karena pemerintah daerah berubah menjadi pemerintahan kolonial Belanda, dan kemudian pemerintah Bali di dalam Republik Indonesia.


Peta kuno Bali

Klik di sini untuk peta kuno Bali 1618, 1683, 1700-an, 1750, 1800-an, 1856, abad ke-19.

 Bali abad ke-16 ?


Sumber / Source

Sejarah kerajaan Mengwi di Wiki: link
– Sejarah kerajaan Mengwi: http://sejarahbabadbali.blogspot.co.id/2015/03/kerajaan-mengwi.html
– Daftar Raja Mengwi di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Raja_Bali#Raja-raja_Mengwi
– Runtuhnya kerajaan Mengwi: http://cakepane.blogspot.co.id/2015/02/runtuhnya-kerajaan-mengwi.html

Pura Taman Ayun, peninggalan sejarah kerajaan Mengwi: http://candi.perpusnas.go.id/temples/deskripsi-bali-pura_taman_ayun
Serangan Badung ke Mengwi pada 1891: http://sejarahbabadbali.blogspot.com/2015/03/kerajaan-mengwi.html

– Pelebon Puri Mengwi (2010): link

Intervensi Belanda di Bali, 1846, 1848, 1849, 1906, 1908

– 1846: Perang Bali I: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-i-1846/
– 1848: Perang Bali II: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-ii-1848/
– 1849: Perang Bali III: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-iii-1849/
– 1906: Intervensi belanda di Bali / Puputan 1906: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-bali-1906/
– 1908: Intervensi Belanda di Bali / Puputan 1908: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-klungkung-1908/


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s