Siak Sri Indrapura, Kesultanan / Sumatera – Riau, Kab. Siak

ﻛﺴﻠﺘﺎﻧﻦ سياق سري ايندراڤور

Kesultanan Siak Sri Indrapura: 1723–1945. Terletak di Sumatera, Kab. Siak, Prov. Riau.
Sebelum ada kerajaan Siak I, Gasib.

Sultanate of Siak Sri Indrapura: 1723–1945. Located  in the district of  Siak, Riau Province.
Before there was the kingdom of Siak I, Gasib.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Siak

Kabupaten Siak

Provinsi Riau (hijau)

Provinsi Riau (hijau)


* Foto Kesultanan / Sultanate Siak: link
* Foto Istana “Asseraya Al Hasyimiyah” Kesultanan Siak: link
* Video Istana Siak: link

* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


1 Tentang Raja / About the King
2 Sejarah / History
3 Peta kerajaan-kerajaan di Riau abad ke-19, incl Siak
4 Daftar Raja / List of kings
5 Istana / Palace
6 Peta-peta kuno Sumatera
7 Sumber / Source


1) Tentang Raja / About the King

Sultan: Haji Tengku Muhammad Muchtar Anum Raj (sejak 2010).

Beliau cucu Sultan Syarif Ismail Abdul Jalil Syafuddin II (1915–1949).
He was a grand-child of Sultan Syarif Ismail Abdul Jalil Syafuddin II (1915–1949).


2) Sejarah / History kesultanan Siak Sri Indrapura

Kesultanan Siak Sri Inderapura adalah sebuah Kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kerajaan ini didirikan di Buantan oleh Raja Kecil, anak dari Sultan Mahmud Shah sultan Kesultanan Johor yang dibunuh dan dilarikan ke Pagaruyung bersama ibundanya Encik Apong. Raja kecil yang bergelar Sultan Abdul Jalil pada tahun 1723, setelah sebelumnya terlibat dalam perebutan tahta Johor. Dalam perkembangannya, Kesultanan Siak muncul sebagai sebuah kerajaan bahari yang kuat dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaya di tengah tekanan imperialisme Eropa.
Jangkauan terjauh pengaruh kerajaan ini sampai ke Sambas di Kalimantan Barat, sekaligus mengendalikan jalur pelayaran antara Sumatera dan Kalimantan. Pasang surut kerajaan ini tidak lepas dari persaingan dalam memperebutkan penguasaan jalur perdagangan di Selat Malaka. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sultan Siak terakhir, Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya bergabung dengan Republik Indonesia.

Sumber:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Siak_Sri_Inderapura

—————-
The Sultanate of Siak Sri Indrapura, often called Sultanate of Siak (Indonesian: Kesultanan Siak Sri Inderapura), was a kingdom that was located at the Siak Regency, Riau from 1723 to 1946. It was founded by Raja Kecik from the Johor Kingdom (Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I), after he failed to seize the throne of the Sultanate of Johor.
After Indonesia’s Independence was proclaimed on 17 August 1945, the last sultan of Siak (Sultan Syarif Kasim II) declared his kingdom to have joined the Republic of Indonesia.


3) Peta kerajaan-kerajaan di Riau abad ke-19, incl Siak


4) Daftar Sultan

* 1725–1746: Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I
* 1746–1765: Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah II
* 1765–1766: Sultan Abdul Jalil Jalaluddin Syah
* 1766–1780: Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah
* 1780–1782: Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah

* 1782- 1784: Sultan Yahya Abdul Jalil Muzaffar Syah
* 1784–1810: Sultan Assaidis Asyarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi
* 1810–1815: Sultan Asyaidis Syarif Ibrahim Abdul Jalil Khaliluddin
* 1815–1854: Sultan Assyaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin
* 1864–1889: Sultan Assyaidis Syarif Kasyim Abdul Jalil Syaifuddin I (Syarif Kasyim I)
* 1889–1908: Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin
* 1915–1949: Sultan Assyaidis Syarif Kasyim Abdul Jalif Syaifudin I (Syarif Kasim II)

– Sumber /Source:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Siak_Sri_Inderapura#Daftar_Sultan_Siak

Silsilah keturunan Kerajaan Pelalawan dan kerajaan Siak



5) Istana / Palace: Asseraya Al Hasyimiyah

Istana Siak Sri Inderapura atau istana Asseraya Al Hasyimiyah merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang selesai dibangun pada tahun 1893. Kini istana yang juga dijuluki Istana Matahari Timur ini, masuk wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Siak.
Kompleks istana ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi yang terdiri dari 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.

– Istana Siak di Wiki: link
Istana di Melayuonline: link

– About the palace: link

Foto foto Istana Siak: link


6) Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


7) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Siak Sri Indrapura di Wiki: link
Sejarah kesultanan Siak Sri Indrapura di Melayuonline: link
– Sejarah keemasan kesultanan Siak 1723-1945: http://www.sejarahnusantara.com/kerajaan-islam/sejarah-keemasan-kesultanan-siak-sri-inderapura-tahun-1723-1945-dan-ekspansi-kolonialisasi-belanda-10044.htm
– Sejarah kesultanan Siak Sri Indrapura: http://www.riaudailyphoto.com/2009/02/sejarah-kerajaan-siak.html
Daftar Raja Siak:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Siak_Sri_Inderapura#Daftar_Sultan_Siak
Istana Siak di Wiki: link
Istana di Melayuonline: link

English

– History on Wiki: link
History on Melayuonline: link
About the palace: link
List of kings: link


* Foto foto Kesultanan / Sultanate Siak: link
* Foto foto Istana Siak: link

Wapen van Siak

Lambang Siak

Crown Sultan Siak


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: