Suku Pendau / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Donggala

Suku Pendau adalah salah satu suku yang ada di Sulawesi, Kabupaten Donggala dan penyebarannya meliputi Kabupaten Donggala bagian Utara yaitu Kecamatan Balaesang, Balaesang Tanjung, Dampelas Sojol, dan Sojol Utara.
Suku ini hampir tidak dikenal oleh masyarakat luas, sebab masyarakat suku Pendau masih tergolong suku primitif, karena faktor keterbelakangannya dari segi pendidikan, ekonomi dan pergaulan sosial. Hingga membuat suku ini bermukim di wilayah sekitar lereng-lereng gunung.

Lokasi Kabupaten Donggala

Lokasi Kecamatan Balaesang


Tentang Suku Pendau

Sumber: jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/BDS/article/…/7996

Pada zaman penjajahan Belanda, mereka tidak mau tunduk kepada perintah penjajah. Mereka memilih untuk berpindah-pindah dari lereng gunung yang satu ke lereng gunung yang lain. Suku Pendau hidup dengan cara berburu hewan-hewan hutan untuk menyambung hidup mereka. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, suku Pendau mulai membuka lahan-lahan perkebunan dan mereka mulai bercocok tanam, seperti padi, ubi-ubian, jagung, dan sagu. Melihat keberadaan ini pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Sosial, melakukan pembinaan dengan cara pendekatan sosial dan membangun pemukiman-pemukiman mereka.

Suku Pendau merupakan suku yang tertua dan pertama mendiami Kecamatan Balaesang. Mereka tersebar di beberapa desa antara lain Desa Tovia, Desa Mapane Tambu, Desa Siweli, Desa Simagaya, Desa Sipure, Desa Sibayu dan Desa Malino. Suku Pendau mayoritas beragama Kristen Protestan.

Suku Pendau memiliki bahasa tersendiri yaitu bahasa Pendau dan suku Pendau juga memiliki adat istiadat tersendiri, dalam melakukan acara-acara ritual, seperti syukuran, hasil panen, acara perkawinan hingga rutual penyembuhan penyakit pada masyarakat suku Pendau. Mereka sering melakukan ritual adat yang dikenal dengan kayori, kayori salah satu adat istiadat suku Pendau secara berkelompok dan berbentuk bundaran, setiap orang atau anak yang dibuat adatnya harus bergabung dalam barisan tersebut, makna dari barisan tersebut adalah mengambarkan kebersamaan Suku Pendau dalam memerangi kejahatan yang merusak keharmonisan suku Pendau.