Suku Dayak – Kalimantan

Suku Dayak (Ejaan Lama: Dajak atau Dyak) adalah nama yang oleh penduduk pesisir pulau Borneo diberi kepada penghuni pedalaman yang mendiami Pulau Kalimantan. Menurut sensus Badan Pusat Statistik Republik Indonesia tahun 2010, suku bangsa yang terdapat di Kalimantan Indonesia dikelompokan menjadi tiga yaitu suku Banjar, suku Dayak Indonesia (268 suku bangsa) dan suku asal Kalimantan lainnya (non Dayak dan non Banjar).

Kalimantan


* Foto Suku Dayak: link
* Foto kerajaan2 dan situs kuno di Kalimantan:  link


Persebaran suku-suku Dayak di Pulau Kalimantan.

 Rumpun dan sub-etnis

6 Rumpun Suku Dayak

Ada banyak Suku Dayak di Kalimantan, mereka terbagi dalam enam rumpun, yakni:
* Rumpun Klemantan alias Kalimantan,
* Rumpun Iban,
* Rumpun Apokayan yaitu Dayak Kayan, Kenyah dan Bahau;
* Rumpun Murut,
* Rumpun Ot Danum-Ngaju, dan
* Rumpun Punan.

Rumpun Dayak Punan merupakan Suku Dayak paling tua yang mendiami Pulau Kalimantan. Sementara Rumpun Dayak yang lain merupakan rumpun hasil asimilasi, antara Dayak Punan dan kelompok Proto Melayu.

Sub etnis

Keenam rumpun itu terbagi lagi dalam kurang lebih 405 sub-etnis. Meskipun terbagi dalam ratusan sub-etnis, semua etnis Dayak memiliki kesamaan ciri-ciri budaya yang khas. Ciri-ciri tersebut menjadi faktor penentu apakah suatu sub-suku di Kalimantan dapat dimasukkan ke dalam kelompok Dayak atau tidak.

Ciri-ciri tersebut antara lain rumah panjang, hasil budaya material seperti tembikar, mandau, sumpit, beliong (kampak Dayak), pandangan terhadap alam, mata pencaharian (sistem perladangan), dan seni tari. Umumnya ciri khas dari Suku Dayak sendiri biasanya memang memiliki perhiasan berupa manik-manik yang terbuat dari batu alam. Aksesoris ini biasanya berasal dari hewan hasil buruan mereka, seperti taring dan gigi beruang, taring babi.

Tato

Ciri khas Suku Dayak unik adalah tato. Tato bagi masyarakat Dayak memiliki makna yang sangat mendalam. Tato merupakan bagian dari tradisi, religi, status sosial seseorang dalam masyarakat, bahkan bisa jadi sebuah penghargaan terhadap kemampuan seseorang. Karenanya, bagi Suku Dayak, tato tidak bisa dibuat sembarangan dan harus mematuhi aturan-aturan adat.

Tato suku Dayak dibuat secara tradisional, menggunakan duri buah jeruk yang panjang. Seiring dengan perkembangan zaman kemudian menggunakan beberapa buah jarum sekaligus. Yang tidak berubah adalah bahan pembuatan tato, biasanya menggunakan jelaga dari periuk yang berwarna hitam.

Meski dikenal primitif, saat ini sudah banyak Suku Dayak yang memilih hidup modern dan tinggal di pinggir sungai dekat pusat kota. Agama yang mereka anut pun kini pun sudah beragam. Mulai dari Kristen, Hindu, Buddha, hingga Islam, seiring dengan berdirinya kerajaan-kerajaan serta masuknya para pendatang ke Kalimantan.


Asal mula suku Dayak

Secara umum kebanyakan penduduk kepulauan Nusantara adalah penutur bahasa Austronesia. Saat ini teori dominan adalah yang dikemukakan linguis seperti Peter Bellwood dan Blust, yaitu bahwa tempat asal bahasa Austronesia adalah Taiwan. Sekitar 4 000 tahun lalu, sekelompok orang Austronesia mulai bermigrasi ke Filipina. Kira-kira 500 tahun kemudian, ada kelompok yang mulai bermigrasi ke selatan menuju kepulauan Indonesia sekarang, dan ke timur menuju Pasifik.

Namun orang Austronesia ini bukan penghuni pertama pulau Borneo. Antara 60.000 dan 70.000 tahun lalu, waktu permukaan laut 120 atau 150 meter lebih rendah dari sekarang dan kepulauan Indonesia berupa daratan (para geolog menyebut daratan ini “Sunda”), manusia sempat bermigrasi dari benua Asia menuju ke selatan dan sempat mencapai benua Australia yang saat itu tidak terlalu jauh dari daratan Asia.

Dari pegunungan itulah berasal sungai-sungai besar seluruh Kalimantan. Diperkirakan, dalam rentang waktu yang lama, mereka harus menyebar menelusuri sungai-sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan. Tetek Tahtum menceritakan migrasi suku Dayak Ngaju dari daerah perhuluan sungai-sungai menuju daerah hilir sungai-sungai.
Di daerah selatan Kalimantan Suku Dayak pernah membangun sebuah kerajaan. Dalam tradisi lisan Dayak di daerah itu sering disebut Nansarunai Usak Jawa, yakni kerajaan Nansarunai dari Dayak Maanyan yang dihancurkan oleh Majapahit, yang diperkirakan terjadi antara tahun 1309-1389.


Agama

Masyarakat rumpun Dayak Ngaju dan rumpun Dayak Ot Danum menganut agama leluhur yang diberi nama oleh Tjilik Riwut sebagai agama Kaharingan yang memiliki ciri khas adanya pembakaran tulang dalam ritual penguburan. Sedangkan agama asli rumpun Dayak Banuaka tidak mengenal adanya pembakaran tulang jenazah. Bahkan agama leluhur masyarakat Dayak Meratus di Kalimantan Selatan lebih menekankan ritual dalam kehidupan terutama upacara/ritual pertanian maupun pesta panen yang sering dinamakan sebagai agama Balian.

Agama-agama asli suku-suku Dayak sekarang ini kian lama kian ditinggalkan. Sejak abad pertama Masehi, agama Hindu mulai memasuki Kalimantan dengan ditemukannya Candi Agung sebuah peninggalan agama Hindu di Amuntai, Kalimantan Selatan, selanjutnya berdirilah kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Semenjak abad ke-4 masyarakat Kalimantan memasuki era sejarah yang ditandai dengan ditemukannya prasasti peninggalan dari Kerajaan Kutai yang beragama Hindu di Kalimantan Timur.

Penemuan arca-arca Buddha yang merupakan peninggalan Kerajaan Brunei kuno, Kerajaan Sribangun (di Kota Bangun, Kutai Kartanegara) dan Kerajaan Wijayapura. Hal ini menunjukkan munculnya pengaruh hukum agama Hindu-Buddha dan asimilasi dengan budaya India yang menandai kemunculan masyarakat multietnis yang pertama kali di Kalimantan.


Sumber

– Suku Dayak: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak
– Suku Dayak Iban: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Iban
– Suku Dayak Punan: https://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Punan
– Suku Dayak Maanyan: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Maanyan
– Suku Dayak Meratus: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Meratus
–  Suku Dayak Kanayatn: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Kanayatn
– Suku Dayak Bahau: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Bahau
– Istiadat Suku Dayak: http://pusakapusaka.com/adat-istiadat-suku-dayak.html
– Budaya Dayak: http://www.batasnegeri.com/mengenal-kebudayaan-suku-dayak/
– Budaya Dayak: http://www.batakmulana.net/2016/03/fakta-menarik-kebudayaan-suku-batak.html
– Budaya Dayak: http://nettik.net/fakta-suku-dayak-kalimantan/


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: