Letta, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan, Kab. Enrekang

Kerajaan Letta adalah kerajaan di Sulawesi, Kab. Enrekang, prov. Sulawesi Selatan.
Raja bergelar Arung.

The kingdom of Letta was a kingdom in the Enrekang region. South Sulawesi.
The title of the king is Arung.

Wilayah Enrekang

Wilayah Enrekang

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Sejarah Massenrempulu

Menurut sejarah, pada mulanya Kabupaten Enrekang merupakan suatu kerajaan besar yang bernama Malepong Bulan, kemudian kerajaan ini bersifat Manurung dengan sebuah federasi yang menggabungkan 7 kawasan/kerajaan yang lebih dikenal dengan federasi ”Pitue Massenrempulu”, yaitu:

  1. Kerajaan Endekan yang dipimpin oleh Arung/Puang Endekan
  2. Kerajaan Kassa yang dipimpin oleh Arung Kassa’
  3. Kerajaan Batulappa‘ yang dipimpin oleh Arung Batulappa’
  4. Kerajaan Tallu Batu Papan (Duri) yang merupakan gabungan dari Buntu Batu, Malua, Alla’. Buntu Batu dipimpin oleh Arung/Puang Buntu Batu, Malua oleh Arung/Puang Malua, Alla’ oleh Arung Alla’
  5. Kerajaan Maiwa yang dipimpin oleh Arung Maiwa
  6. Kerajaan Letta‘ yang dipimpin oleh Arung Letta’
  7. Kerajaan Baringin (Baringeng) yang dipimpin oleh Arung Baringin

Pitu (7) Massenrempulu’ ini terjadi kira-kira dalam abad ke XIV M. Tetapi sekitar pada abad ke XVII M, Pitu (7) Massenrempulu’ berubah nama menjadi Lima Massenrempulu’ karena Kerajaan Baringin dan Kerajaan Letta’ tidak bergabung lagi ke dalam federasi Massenrempulu’.

– Sumber / Source: Wiki
—————–

Historically, Kabupaten Enrekang (14th century) was a big kingdom, called Malepong Bulan. This kingdom became later part of the federation, that consisted of 7 regions / kingdoms, better known as the federation “Pitu Massenrempulu”, among others, the Kingdom of Letta.
Around the 17th century AD, Pitu (7) Massenrempulu changed its name to Lima (5) Massenrempulu, because the kingdoms Baringin and Letta left Massenrempulu federation.
As a result of the politicy of divide et impera of the Dutch government, this area was divided (Decree of the Government of the Kingdom of the Netherlands – Korte Verkaling). This was about 1905.

Peta lokasi Letta


Kerajaan Letta dalam konfederasi Massenrempulu

Sumber: http://wrotehistory.blogspot.co.id/2014/05/kerajaan-maiwa.html

Konfederasi massenrempulu didirikan Bone pada waktu Bissu Tonang Arung Enrekang Ke III sekitar abad XVI M. Pada awal pembentukan konfederasi ini terdapat tujuh kerajaan didalamnnya sehingga disebut Pitue Massenrempulu yang terdiri dari :

  1. Kerajaan Endekan yang dipimpin oleh Arung/Puang Endekan,
  2. Kerajaan Kassa yang dipimpin oleh Arung Kassa’,
  3. Kerajaan Batulappa‘ yang dipimpin oleh Arung Batulappa’,
  4. Kerajaan Tallu Batu Papan (Duri) yang merupakan gabungan dari Buntu Batu, Malua, Alla’. Buntu Batu dipimpin oleh Arung/Puang Buntu Batu, Malua oleh Arung/Puang Malua, Alla’ oleh Arung Alla’,
  5. Kerajaan Maiwa yang dipimpin oleh Arung Maiwa,
  6. Kerajaan Letta‘ yang dipimpin oleh Arung Letta’,
  7. Kerajaan Baringin (Baringeng) yang dipimpin oleh Arung Baringin.

Karena terjadinya perang antara Bone dan Wajo yang dimenangkan oleh Arungpone dalam pertempuran itu maka Binuang dimasukkan kedalam Baqbana binanga dan untuk kerajaan Pituriase penulis tidak mendapatkan penjelasan mengenai keluarnya dari federasi massenrempulu sehingga Konfederasi Pitue massenrempulu berubah menjadi Limae massenrempulu karena kerajaan yang tergabung dalam konfederasi tersebut tinggal lima kerajaan yaitu: Enrekang, Batulappa, Kassa, Letta, dan Duri.
Akan tetapi pada tahun 1685 Letta ditaklukkan oleh Bone yang pada saat itu diperintah oleh Aru Palakka Petta Malampe’E Gemme’na. hal ini disebabkan oleh tindakan gegabah dan kurang perhitungan membunuh utusan dari Bone. Tindakan ini ditanggapi bone sebagai suatu penghinaan yang harus diberikan ganjaran. Kerajaan Bone bersama dengan Wajo, Soppeng dan Sidenreng mengangkat senjata memerangi Letta. Akibat dari peperangan tersebut tidak hanya dirasakan oleh kerajaan Letta, tetapi kerajaan yang ada disekitarnya seperti lili dari kerajaan Sawitto juga ikut dihancurkan, sedangkan orang-orang yang ditawan dinyatakan sebagai hamba dan dibagi kepada empat raja yang bersangkutan.

Tahun 1685 M Latenritette Petta Risompae Dg. Serang Arung Palakka Malampe’E Gemme’na Raja Bone mengeluarkan Letta dari gabungan Massenrempulu. Pada kesempatan itu Maiwa yang tadinya menjadi lili dari sidenreng, oleh keempat raja tersebut ditingkatkan kedudukannya menjadi kerajaan yang berdaulat kemudian dimasukkan kedalam federasi Massenrempulu menggantikan Letta yang telah ditaklukkannya itu. Sedangkan Bilokka, cerowalie, awanio, dan WettaE yang tadinya berada dibawah kekuasaan soppeng dimasukkan menjadi lili dari kerajaan Sidenreng.

Setelah Letta digantikan oleh Maiwa maka konfederasi Limae massenrempulu terdiri dari kerajaan Enrekang, Batulappa, Kassa, Maiwa, dan Duri. Didalam federasi Massenrempulu Arung Buttu lebih luas wewenangnya dari arung Enrekang, karena Arung Buttu sebagai panglima tentara gabungan Massenrempulu dan sebagai pemimpin rapat Federasi yang diadakan di Enrekang sebagai pusat Massenrempulu. Dimana, rapat federasi ini sering dihadiri oleh Raja Bone.

Pada tahun 1685 kerajaan Letta di taklukkan oleh Kerajaan Bone hal ini disebabkan oleh tindakan gegabah dan kurang perhitungan yang dilakukan oleh Kerajaan Letta membunuh utusan dari Bone. Tindakan ini ditanggapi Kerajaan Bone sebagai suatu penghinaan yang harus diberikan ganjaran. Kerajaan Bone bersama dengan Wajo, Soppeng dan Sidenreng mengangkat senjata memerangi Letta. Akibat dari peperangan tersebut tidak hanya dirasakan oleh kerajaan Letta, tetapi kerajaan yang ada disekitarnya seperti lili dari kerajaan Sawitto juga ikut dihancurkan, sedangkan orang-orang yang ditawan dinyatakan sebagai hamba dan dibagi kepada empat raja yang bersangkutan.

Tahun 1685 M Latenritette Petta Risompae Dg. Serang Arung Palakka Malampe’E Gemme’na Raja Bone mengeluarkan Letta dari gabungan Massenrempulu. Pada kesempatan itu Maiwa yang tadinya menjadi lili dari Sidenreng, oleh keempat raja tersebut ditingkatkan kedudukannya menjadi kerajaan yang berdaulat kemudian dimasukkan kedalam federasi Massenrempulu menggantikan Letta yang telah ditaklukkannya itu. Sedangkan Bilokka, Cerowalie, Awanio, dan WettaE yang tadinya berada dibawah kekuasaan Soppeng dimasukkan menjadi lili dari kerajaan Sidenreng.


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

– Letta dalam konfederasi Massenrempulu: http://wrotehistory.blogspot.co.id/2014/05/kerajaan-maiwa.html
– Sejarah Letta: http://ardisejarahunm.blogspot.co.id/

Massenrempulu

Sejarah Kabupaten Enrekang (Massenrempulu):  https://massenrengpulu.wordpress.com/pertama/sejarah-kab-enrekang/
Sejarah Enrekang di Wiki: Wiki
– Sejarah Massenrempulu: http://matabugis.blogspot.co.id/2016/05/sejarah-kerajaan-massenrempulu.html
– Suku Massenrempulu: https://www.kompasiana.com/taufikhasyim/mengenal-suku-massenrempulu-di-kabupaten-enrekang_552b8e306ea83426158b4570
– Sejarah asal mula Enrekang: http://indryqhy.blogspot.co.id/2013/10/tamanurung-dari-bambapuang.html


 

Advertisements
2 Comments

2 thoughts on “Letta, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan, Kab. Enrekang

  1. Mustamin

    Tolong dijelaskan kenapa Letta, Baringin keluar dari PITU Massenrengmpulu

    • Sultans in Indonesia

      Kami tidak punya info sama sekali mengapa Letta dan Baringin keluar Massenrempulu. Sorry !
      penerbit website, Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: