Galuh, kabupaten / Jawa Barat

Kerajaan Galuh: 669–1595; terletak di Jawa Barat.
Kerajaan Galuh adalah suatu kerajaan yang berada di Tanah Sunda dan terkait erat dengan Kerajaan Sunda. Kedua kerajaan tersebut merupakan pecahan dari kerajaan Tarumanagara.

Kabupaten Galuh: Setelah Kerajaan Sunda/Pajajaran berakhir, Galuh berdiri sendiri sebagai ke-rajaan merdeka (1579/1580 – 1595).
Di bawah kekuasaan Mataram, daerah-daerah di Priangan yang semula berstatus kerajaan berubah menjadi kabupaten. Galuh berada di bawah kekuasaan Mataram antara tahun 1595-1705. Kemudian Galuh berada di bawah VOC-belanda.

Kerajaan Galuh: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/raja-of-sunda-galuh/

Lokasi provinsi Jawa Barat


* Foto foto kabupaten Galuh: link
* Foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia (Jakarta): link


Sejarah kabupaten Galuh, abad ke16 – sekarang

Kerajaan Galuh: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/raja-of-sunda-galuh/

Setelah Kerajaan Sunda/Pajajaran berakhir, Galuh berdiri sendiri sebagai kerajaan merdeka (1579/1580 – 1595).
Di bawah kekuasaan Mataram, daerah-daerah di Priangan yang semula berstatus kerajaan berubah menjadi kabupaten Galuh. Galuh berada di bawah kekuasaan Mataram antara tahun 1595-1705. Oleh penguasa Mataram, Galuh dimasukkan ke dalam wilayah administratif Cirebon.

Akhir tahun 1705 Galuh sebagai bagian dari wilayah Priangan timur diserahkan oleh penguasa Mataram kepada Kompeni melalui perjanjian tanggal 5 Oktober 1705. Wilayah Priangan barat jatuh ke dalam kekuasaan Kompeni lebih dahulu, yaitu tahun 1677.
Sebelum terjadinya perjanjian 5 Oktober 1705, Kompeni sudah mengangkat Sutadinata menjadi Bupati Galuh (1693-1706) menggantikan Angganaya yang meninggal. Ia kemudian diganti oleh Kusumadinata I (1706-1727). Waktu itu Priangan berada di bawah pengawasan langsung Pangeran Aria Cirebon sebagai wakil Kompeni.

Akhir Desember 1799 kekuasaan Kompeni berakhir akibat VOC bangkrut. Kekuasaan di Nusantara diambilalih oleh Pemerintah Hindia Belanda yang dimulai oleh pemerintahan Gubernur Jenderal H.W. Daendels (1808-1811). Di bawah pemerintahan Hindia Belanda, Galuh tetap berada dalam wilayah administratif Cirebon.
Pada masa pemerintahan Bupati Galuh, yaitu Bupati R.T.A. Sastrawinata (1914-1935), Kabupaten Galuh dilepaskan dari wilayah administratif Cirebon dan masuk ke dalam wilayah Keresidenan Priangan (tahun 1915). Nama Kabupaten diubah menjadi kabupaten Ciamis.

Kangjeng Prabu

Pada pertengahan abad ke-19, yaitu pada masa pemerintahan bupati Galuh yang keenambelas ini paling ternama R.A.A. Kusumadiningrat menjadi Bupati Galuh Ciamis (1839-1886). Ia mempunyai ilmu yang tinggi dan merupakan bupati pertama di wilayah itu yang bisa membaca huruf latin. Memerintah dengan adil disertai dengan kecintaannya pada rakyat. Empat puluh tujuh tahun lamanya Raden Adipati Aria Kusumadiningrat memimpin. Pemerintah kolonial sedang giat-giatnya melaksanakan tanam paksa. Rakyat yang ada di Wilayah Galuh, disamping dipaksa menanam kopi juga menanam nila. Untuk meringankan beban yang harus ditanggung rakyat, R.A.A. Kusumadiningrat yang dikenal sebagai “Kangjeng Perbu” oleh rakyatnya, membangun saluran air dan dam-dam untuk mengairi daerah pesawahan. Sejak Tahun 1853, Kangjeng Perbu tinggal di kediaman yang dinamai Keraton Selagangga. Antara tahun 1859-1877, dilakukan pembangunan gedung di ibu kota kabupaten. Disamping itu perhatiannya terhadap pendidikan pun sangat besar pula. Kangjeng Perbu memerintah hingga tahun 1886, dan jabatannya diwariskan kepada puteranya yaitu Raden Adipati Aria Kusumasubrata.

Rd. Adipati Aria Kusumadiningrat


Daftar Bupati Galuh

1618-1625: Bupati Galuh 1/ Bupati Wedana Galuh : Adipati Panaekan
1625-1636: Bupati Galuh ke 2 Mas Dipati Imbanagara / Ujang Purba
1636-1678: Bupati Galuh ke 3 : Raden Panji Aria Jayanegara / Mas Bongsar
1678-1679: Bupati Galuh ke 4 : Anggapraja
1679-1693: Bupati Galuh ke  : 5 Angganaya
1693-1706: Bupati Galuh/Imbanagara ke 6 : Sutadinata
1706-1727: Bupati Galuh/Imbanagara ke 7 : Kusumadinata I
1727-1732: Bupati Galuh/Imbanagara ke 8: Kusumadinata II
1732-1751: Bupati Galuh/Imbanagara ke 9: Raden Jayabaya Patih Imbanagara sebagai wali Mas Garuda
1751-1801: Bupati Galuh/Imbanagara ke 10: Mas Garuda / Kusumadinata III
1801-1806: Bupati Galuh/Imbanagara ke 11: Raden Adipati Natadikusuma/Demang Gurinda
1806-1811: Bupati Galuh/Imbanagara ke 12: Surapraja

Raden Aria Koesoemadiningrat, regent (bupati) Galuh (1879)

1811: Bupati Galuh/Imbanagara ke 13/merangkap Bupati Cibatu: Jayengpati Kertanegara
1811-1814: Bupati Galuh/Imbanagara ke 14 Tumenggung Natanagara
1814-1815: Bupati Galuh/Imbanagara ke 15 Pangeran Sutajaya
1815-1819: Bupati Galuh/Imbanagara ke 16 Raden Wiradikusumah
1819-1839: Bupati Galuh ke 17 Adipati Adikusumah
1839-1886: Bupati Galuh ke 18 : Tumenggung Kusumadinata/Rd. Adipati Aria Kusumadiningrat dengan julukan Kangjeng Prabu
1886-1914: Bupati Galuh ke 19 : R.Adipati Aria Kusumasubrata

1914-1935: Bupati Galuh ke 20 / Bupati Ciamis: Raden Tumenggung Aria Sastrawinata


Sumber

– Kabupaten Ciamis / Galuh: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Ciamis
– Kabupaten Ciamis / Galuh: https://jabarprov.go.id/index.php/pages/id/1047

– Daftar bupati Ciamis / Galuh: https://kangandrinugraha.wordpress.com/2012/03/02/daftar-nama-bupati-ciamis-galuh/
Daftar bupati Ciamis / Galuh: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Bupati_Ciamis