Mempawah, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

کراجاءن ممڤاو

Kerajaan Mempawah:  1740 – 1950. Terletak di Kalimantan, Kab. Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.
Kerajaan ini adalah sebuah kerajaan Islam yang saat ini menjadi wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Nama Mempawah diambil dari istilah “Mempauh”, yaitu nama pohon yang tumbuh di hulu sungai yang kemudian juga dikenal dengan nama Sungai Mempawah. Pada perkembangannya, Mempawah menjadi lekat sebagai nama salah satu kerajaan/kesultanan yang berkembang di Kalimantan Barat. Riwayat pemerintahan adat Mempawah sendiri terbagi atas dua periode, yakni pemerintahan kerajaan Suku Dayak yang berdasarkan ajaran Hindu dan masa pengaruh Islam (kesultanan).

The Kingdom of Mempawah: 1740 – 1950. Located in the district of Mempawah, West Kalimantan.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Mempawah


* Foto kerajaan Mempawah: link
* Foto Istana Amantubillah: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto suku Dayak: link
* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


1) Tentang Raja (2020)

Gelar raja Mempawah: Pangeran Ratu.

Present Panembahan (2020): Pangeran Ratu Mardan Adijaya Kesuma  Ibrahim (Panembahan XIII). Dinobatkan pada tahun 12  – 08 – 2002.



2) Sejarah kerajaan Mempawah, 1740 – 1950

Cikal-bakal Kerajaan Mempawah di Kalimantan Barat terkait erat dengan riwayat beberapa kerajaan pendahulunya, di antaranya adalah Kerajaan Bangkule Sultankng dan Kerajaan Sidiniang. Kerajaan Bangkule Sultankng merupakan kerajaan orang-orang Suku Dayak yang didirikan oleh Ne`Rumaga di sebuah tempat yang bernama Bahana.

Kerajaan Suku Dayak yang dipimpin Patih Gumantar adalah sebuah pemerintahan yang berdiri sendiri dan sudah eksis sejak sekitar tahun 1380 Masehi. Dikarenakan pusat kerajaan ini berada di Pegunungan Sidiniang, di daerah Sangking, Mempawah Hulu, maka kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Sidiniang.

———————————

Kerajaan Panembahan Mempawah adalah sebuah kerajaan Islam yang saat ini menjadi wilayah Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Penguasa kerajaan ini bergelar Panembahan (bukan Sultan). Dahulu kalanya Kerajaan Mempawah merupakan bawahan/cabang dari Kerajaan Tanjungpura, namun pada masa kolonial Belanda, pemerintah Hindia Belanda menunjuk Kesultanan Pontianak sebagai wakil Belanda untuk memimpin semua raja-raja di Kalimantan Barat. Karena itu penguasa Mempawah dan 12 raja-raja daerah lainnya bergelar Panembahan dan hanya 2 raja yang bergelar Sultan (gelar ini lebih tinggi daripada gelar Panembahan) yaitu Sultan Pontianak dan Sultan Sambas.

Nama Mempawah diambil dari istilah Mempauh, yaitu nama pohon yang tumbuh di hulu sungai yang kemudian juga dikenal dengan nama Sungai Mempawah. Pada perkembangannya, Mempawah menjadi lekat sebagai nama salah satu kerajaan yang berkembang di Kalimantan Barat. Riwayat pemerintahan adat Mempawah sendiri terbagi atas dua periode, yakni pemerintahan kerajaan Suku Dayak yang berdasarkan ajaran Hindu dan masa pengaruh Islam.

Kerajaan Mempawah setelah kemerdekaan Indonesia (1945)

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945 atas desakan rakyat, para tokoh adat Dayak dan Melayu-Bugis, Gusti Jimmi Muhammad Ibrahim akhirnya bersedia dinobatkan sebagai pemangku adat Kesultanan Mempawah. Karena telah bergabung dan menjadi bagian dari NKRI, kepemimpinan Gusti Jimmi Muhammad Ibrahim yang menyandang gelar sebagai Panembahan XII Kesultanan Amantubillah Mempawah sudah tidak memiliki kewenangan lagi secara politik.
Tanggal 12 Agustus 2002, karena menderita sakit yang tidak kunjung sembuh, Panembahan Gusti Jimmi Muhammad Ibrahim menyerahkan kekuasaan Kesultanan Mempawah kepada puteranya yang bernama Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim yang kemudian dinobatkan sebagai Panembahan XII Kesultanan Amantubillah Mempawah dan bertahta hingga saat ini. Pada tahun 2005, Panembahan Jimmy Mohammad Ibrahim wafat dalam usia 73 tahun dan dimakamkan dengan upacara kebesaran adat Kesultanan Mempawah.
– Sumber: Wiki


3) Daftar Raja / List of kings

* 1740–1761: Opu Daeng Menambon bergelar Pangeran Mas Surya Negara
* 1761–1787: Gusti Jamiril bergelar Panembahan Adiwijaya Kesuma
* 1787–1808: Syarif Kasim bergelar Panembahan Mempawah
* 1808–1820: Syarif Hussein
* 1820–1831: Gusti Jati bergelar Sri Paduka Muhammad Zainal Abidin

* 1831–1839: Gusti Amin bergelar Panembahan Adinata Krama Umar Kamaruddin
* 1839-1858: Gusti Mukmin bergelar Panembahan Mukmin Nata Jaya Kusuma
* 1858: Gusti Makhmud bergelar Panembahan Muda Makhmud Alauddin
* 1858-1872: Gusti Usman bergelar Panembahan Usman
* 1872-1892: Gusti Ibrahim bergelar Panembahan Ibrahim Muhammad Syafiuddin

* 1982-1902: Gusti Intan bergelar Ratu Permaisuri
* 1902-1944: Gusti Muhammad Thaufiq Accamuddin
* 1944-1955: Gusti Mustaan; diangkat oleh Jepang
* 1955-2002: Gusti Jimmi Muhammad Ibrahim Bergelar Panembahan XII
* 2002-sekarang: Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim bergelar Panembahan XIII

– Sumber / Source: Wiki

Pertemuan dengan Sultan Sambas Moehammad Syaifuddin (duduk di tengah), Panembahan Mempawah Gusti Ibrahim Mohammad Syafiuddin (kanan) dan Sultan Pontianak Syarif Oesman Alkadrie (kiri).


4) Istana / Palace

Nama: Istana Amantubillah

Istana Amantubillah dibangun pada masa pemerintahan Gusti Jamiril bergelar Panembahan Adiwijaya Kusuma (1761-1787). Pada tahun 1880, Istana Amantubillahmengalami kebakaran ketika diperintah oleh Gusti Ibrahim bergelar Panembahan Ibrahim Mohammad Syafiuddin (1864-1892) renovasi terhadap bangunan Istana Amantubillah kemudian dilakukan hingga Istana Amantubillah dapat berdiri kembali pada tanggal 2 November 1992 ketika diperintah oleh Gusti Muhammad Taufik Accamaddin (1902-1943).
–  Sumber:  http://kebudayaankesenianindonesia.blogspot.co.id/2011/06/istana-amantubillah-mempawah_07.html

Foto Istana Amantubillah: link

Istana Amantubillah

Istana Amantubillah.


5) Peta Kalimantan (Borneo) kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


7) Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Mempawah di Wiki: link
– Sejarah kerajaan Mempawah: http://www.kerajaannusantara.com/id/kerajaan-mempawah/tentang-raja
Sejarah kerajaan Mempawah: http://www.pontianakonline.com/mempawah/equatopedia/sejarah/kerjmempawah.htm
– Sejarah kerajaan Mempawah:  http://sulawesi-barat.ex.web.id/id1/1408-1294/Kerajaan-Mempawah_41743_sulawesi-barat-ex.html
Tentang Raja Mempawah sekarang (2016):  http://www.kerajaannusantara.com/id/kerajaan-mempawah/tentang-raja

– Daftar raja: Wiki
Istana Amantubillah, kerajaan Mempawah:  http://kebudayaankesenianindonesia.blogspot.co.id/2011/06/istana-amantubillah-mempawah_07.html


 Kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat, tahun 1800.

———————————

Kerajaan-kerajaan di Kalimantan barat abad ke-19 dan awal abad ke-20


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: