Barru, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Barru

Kerajaan Barru adalah kerajaan Suku Bugis; terletak di Sulawesi, Kab. Barru, prov. Sulawesi Selatan.

The Kingdom of Barru is a kingdom of the Bugis People, South Sulawesi.
For english, click here

Lokasi kabupaten Barru


* Foto kerajaan Barru: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto suku Toraja: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Tentang Raja sekarang (2020)

Raja (Arung) 2014: Andi Hasanudin Petta Tawang, putera Andi Djonjo.

Info from Andi M. Irvan Zulfikar (augustus 2014):
My grand father is Andi Djuanna Daeng Maliungan Petta Sulewatang Barru, while Andi Djonjo Karaeng Lembangparang is Arung Barru. Present ketua adat of Barru is Andi Hasanudin Petta Tawang, he is one of Andi Djonjo’s sons.


Sejarah kerajaan Barru

Untuk sejarah lengkap kerajaan Barru, klik di sini

Kerajaan Barru dahulu sebelum terbentuk adalah sebuah kerajaan kecil yang masing-masing dipimpin oleh seorang raja, yaitu:
* Kerajaan Berru (Barru),
* Kerajaan Tanete,
* Kerajaan Soppeng Riaja dan
* Kerajaan Mallusetasi.

Menurut lontara Attoriolong kerajaan Berru, sebelum berdirinya Kerajaan Berru, wilayah tersebut bernama Ajjarengnge, kemudian dirintis pertama kali oleh seorang tokoh yang bergelar Puang Ri Bulu Puang Ri Cempa. Wilayah tersebut banyak ditumbuhi sejenis pohon kayu yang dinamai Aju Berru. Selain itu di Ajjarengnge terdapat pula sebuah pusaka dari Batara Guru berupa sumur bertuah yang bernama Bujung Waranie dan mengandung air dewata, menurut kepercayaan masyarakat, air sumur itu dapat membawa keberuntungan seperti memiliki keberanian dan kecerdasan.

Awalnya air tersebut berada di Kerajaan Luwu, namun tiba-tiba menghilang dan berpindah ke sekitar Ajjarengnge. Beberapa waktu kemudian datanglah seorang bangsawan dari Kerajaan Luwu yang bernama Laware Malluajeng bersama rombongannya untuk mencari sumur yang airnya dianggap bertuah itu. Disitulah putra bangasawan Luwu itu menemukan sumur air bertuah sekaligus memperistrikan seorang putri setempat dan tinggal di Ajjarengnge. Pada mulanya masyarakat Ajjarengnge hanya memakan sagu dan rumpia sebagai makanan pokok hingga datang seorang putra dari Manurungnge ri Jangang-jangangnge yang bernama Lasarewo, ia membuka hutan belantara yang penuh pohon rumbia untuk dijadikan lahan pemukiman dan perkebunan, wilayah tersebut kemudian dikenal sebagai La Rumpia yang menjadi sawah.

Karena kemampuannya membuka lahan pertanian/perkebunan, Lasarewo kemudian dilantik menjadi raja di atas sebuah batu yang masyarakat menyebutnya Batu Allantireng, di sebelah batu tersebut terdapat pohon Aju Berru yang kemudian digunakan sebagai nama Kerajaan Berru dan Lasarewo sebagai raja pertamanya.

Pada masa pemerintahan Raja Berru yang ke-IV, Matinro Ri Daun Lesang yang memerintah antara tahun 1381 sampai tahun 1381, ia membagi Kerajaan Berru menjadi dua wilayah, yaitu Kerajaan Berru Riaja yang berada di pegunungan dan Kerajaan Berru Rilau yang berada di pesisir pantai. Pemerintahan di Kerajaan Berru Rilau dijabat oleh raja Matinro Ri Daun Lesang sendiri, sementara pemerintahan di Kerajaan Berru Riaja diserahkan kepada adiknya.

Pada masa pemerintahan Raja Barru ke-XII, Mattinroe Ri Dua Jenna, Agama Islam mulai masuk di Kerajaan Berru, masuknya Agama Islam di Barru tidak terlepas dari peranan dari Kerajaan Tanete yang merupakan tetangga Kerajaan Barru. MattinroE Ri Dua Jenna adalah raja Berru pertama yang memeluk Agama Islam setelah Kerajaan Tanete pada tahun 1606.

Pada masa pemerintahan Raja Barru, Kalimullah Jonjong Karaeng Lembang Parang yang memerintah tahun 1908, Kerajaan Barru menjadi Onderafdeling dan dibawah pengawasan Kontroleur sampai datangnya penjajahan Jepang tahun 1942 sampai dengan 1945. Setelah pemerintah Jepang berakhir, kembali pula Kontroleur berkuas di Barru sampai tahun 1946. Pada tanggal 9 September 1945, Andi Sadapoto yang merupakan putra Karaeng Lembang Parang diangkat menjdi Raja untuk mengantikan ayahnya.

Pada tahun 1947, Andi Sadapoto digantikan oleh Andi Sahari Banong. Dalam masa Pemrintahan Raja Andi Sahribanong yaitu pada tahun 1948, Kerajaan Barru berubah menjadi Swapraja dengan Kepala Pemerintahannya KPN Abdul Latif Daeng Massiki sampai pada tahun 1949. KPN Abdul Latif Daeng Massiki digantikan oleh Patotoreng menjadi KPN dan sebagai kepala Swapraja Andi Sahri Banong kemudian diganti oleh Andi Sumangerukka Kepala Swapraja Barru.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Barru

Kerajaan Barru


Daftar raja kerajaan Barru

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Barru#Daftar_penguasa_Barru

Kerajaan Berru dirintis oleh seorang yang bernama Puang Ri Bulu Puang Ri Cempa, kemudian datanglah seorang putra manurungE ri Jangang-jangangE yang bernama Lasarewo membuka lahan pemukiman, karna kemampuannya membuka lahan pemukiman dan pertanian maka masyarakat mengangkatnya menjadi raja barru pertama yang kemudian anak cucunya turun temurunmenjadi raja berru sampai raja ke-27.

* 1331-1336: La putra manurunE ri Jangang-jangangE
* 1336-1361: Petta Cakkeawo
* 1361-1381: Matinroe ri Daung Lesang
* 1381-1401: Matinroe ri Data
* 1401-1426: MatinroE ri Bulu

* 1426-1451: Matinroe ri Lamuru
* 1451-1476: MatinroE ri AjuaraE
* 1476-1501: Daeng Maero
* 1501-1526: MatinroE ri Duajenna
* 1526-1551: MatinroE ri Coppobulu

* 1551-1576: MatinroE ri Kasuarrang
* 1576-1601: MatinroE ri Laleng Berru
* 1621-1626: ToriwettaE ri Bampa
* 1626-1651: Adik dari ToriwettaE ri Bampa
* 16651-1676: MatinroE ri Barugana

* 1676-1701: We Limpo Daeng Manurung
* 1701-1726: La Mallewai
* 1726-1751: I Rakiyah Karaeng Agang Je’ne
* 1751-1776: La Tuappa
* 1776-1815: Toapasawe

* 1815-1836: To Patari Sumangerukka
* 1836-1887: Tenripadang Sultan Aisyah, Karaeng Bainea Gowa
* 1888-1908: Batari Tojo Karaeng Lakiung
* 1908-1955: I Jonjo Kalimullah Karaeng Mangeppe[ Petta Berru 1908-1955 )
* 25. La Sadopotto
* 26. Saribanong Karaeng Tanete
* 27. Muhtar Sumangerukka Karaeng Mangeppe

Dari kiri ke kanan:
Arung Barru,
– La Ode Farlihi (sultan Buton),
– A.Mappanyukki (Mangkau Bone).


—————–

Info tambahan / Additional information

* ….. 11th Aru Matinroe ri Gamecana of Barru
It was her cerimonial name, and means died in G Gamecana. She was daughter of  Toriwetae ri Bampang (which is more a description of something important in his life,than his real (ruling) name),.She was succeeded by daughter  I Limpo Daeng Manakko, as ruler one of a number of Bugi States.

* …..12th Aru I Limpo Daeng Manak of Barru
She succeeded her mother, Matinroe ri Gamecana, and married Adatuang La Tenritipe Towalennae
Arung Ujung of Sidenreng, who ruled from 1681 over Sidenreng.

* ……I Rakia Karaeng Agangjene, Matinroe ri Sidenreng of  Barru
(as We Rakkia Karaeng Kanjenne she was Adatuang of Sidenreng)
She was daughter of  La Mal(l)ewai,Matinroe ri Tanna Maridie, who succeeded his mother, I Limpo Daeng Manak, as Aru of Barru and her father as Adatuang of Sidenreng. She was succeeded by son,  Toappo Arung Ajung (also Adatuang of Sidenreng as Towappo Abdullah) in the mid 18th century.

* 1836-75 Aru Tenripada Siti Aisa ,Matinroe ri Gowa of  Barru
Succeeded her father To Patarai,Matinroe ri Masigina( Arung Alakku).She married I Malingkaang Idris,who ruled 1893-1895 as Sultan/Karaeng/Somba over Gowa.She was sometimes also called Basse Barru.She was under regency until 1854. Succeeded by oldest daughter, I Batari Toja

* 1875-1908 Aru I Batari Toja of  Barru
Her succession after the death of her mother, Tenripada Siti Aisa, was officially recognized by the Dutch in 1876. She abdicated in favour of her son, I Jonjo Karaeng Limbangparang , who ruled until 1955).

Sumber: http://www.guide2womenleaders.com/indonesia_substates.htm

Dari kiri ke kanan: Sri Paduka Datu Luwu 40, Andi Maradang Mackulau Opu to Bau, (baju putih) Andi Hasanudin Petta Tawang, Prof. Ahmad Ubbe. 2014.  Sumber:  Andi M. Irvan Zulfikar.

From left to right, Sri Paduka Datu Luwu 40, Andi Maradang Mackulau Opu to Bau, myself, Andi Hasanudin Petta Tawang, Prof. Ahmad Ubbe


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Barru:  https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=143211585790267&id=142666519178107
Sejarah kerajaan Barru di Wiki: link
– Sejarah kerajaan Barru: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=143211585790267&id=142666519178107
– Awal episode terakhir kerajaan Barru: https://barrunews.wordpress.com/2010/12/15/kepemimpinan-djonjo-awal-episode-terakhir-kerajaan-berru/
Daftar Raja versi 1:  http://towarani1407.blogspot.co.id/2009/10/raja-raja-di-sulawesi-selatan.html
Daftar Raja versi 2: http://wijakalibarru.blogspot.co.id/2014/09/kerajaan-luwu_17.html
Info tambahan / Additional information: link

Sejarah kerajaan2 Suku Bugis: link

– Raja Barru ke Belanda (2009): http://kerajaan-indonesia.blogspot.co.id/2009/07/king-of-barru-visits-holland.html


Lokasi kerajaan Barru (Barroe) tahun 1909


 

13 Comments

13 thoughts on “Barru, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Barru

  1. Andi Furqan Andi Paddengngeng

    Ada yang bisa mencari sejarah dri baso keru-keru, katanya beliau pernah memerintah di kerajaan barru.

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Maaf, kami tidak ada info tentang Baso Keru-Keru. Paul

  2. Ardin

    Assalamualaikum wr.wb,,salam kenal semua saudaraku Tabe saya ingin bertanya siapa tau ada bisa jawab dan saya sangat mengharapkan jawabannya.
    Pertanyaan PETTA BARANG atau biasa jg di sebut PETTA TO RISAPPAE,yg konon ktnya keturunan Raja Barru yg keberapa,? Tabe di koreksi kalau salah wassalam

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Info kami untuk website dari internet. Di internet tidak ada info tentang Petta Barang. Sorry. Paul, penerbit website

  3. Pingback: Tanete (Barru), kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan, Kab. Barru | ruang bulukumba

  4. Andi Justeriah

    Soppeng riaja adalah wilayah kerajaan Soppeng, dimana Balus dan Akkajang masuk wilayah kerajaan soppeng karena psosisinya berada di Barat (Riaja) maka disebutlah Soppeng Riaja (dialek bahasa bugis di daerah itu juga berdialek soppeng) dan setelah terbentuknya Kabupaten Barru daerah soppeng Riaja di gabungkan kedalam Kab Barru untuk memudahkan pengurusan administrasi dan pembangunan

    • Sultans in Indonesia

      KYT,

      Terima kasih atas mail anda.
      Kommen anda sudah dipasang di halaman.
      Dengan hormat,
      Paul, penerbit website

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Kommen anda sudah diumumkan di website.

      Dengan hormat,
      Paul, penerbit website

  5. pallawarukka

    Kerajaan soppeng riaja di kab barru tdk ada krn itu merupakan bentukan baru yg ada cuma kerajaan balusu dan ajjakang menurut catatan lontara

    • Sultans in Indonesia

      KYT,

      Betul, Kerajaan Soppeng Riaja sudah sejarah. Tetapi, karena dulu adalah kerajaan begitu, kami daftar di website. Supaya sejarah tidak dilupakan.

      dengan hormat,
      Penerbit website, Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: