Pekantua Kampar, kerajaan / Sumatera – Prov. Riau, kab. Pelalawan

Kerajaan Pekantua Kampar adalah kerajaan yang ke-2 dalam sejarah kesultanan Pelalawan. Terletak di Sumatera, Kab. Pelalawan, Prov. Riau. Berdiri 1505-1675.

The kingdom of Pekantua Kampar was the second kingdom in the history of the Sultanate of Pelalawan. Located on Sumatera, Kab. Pelalawan, Prov. Riau. Existed 1505-1675.
For english, click here

Kab. Pelalawan


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KERAJAAN PEKANTUA KAMPAR

Sejarah kerajaan Pekantua Kampar, 1505-1675

Garis sejarah kesultanan Pelalawan

Kerajaan Pekantua, 1380-1505
Kerajaan Pekantua Kampar, 1505-1675
Kerajaan Tanjung Negeri, 1675-1725
Kesultanan Pelalawan, 1725-1946

Sekitar tahun 1725, dilakukan upacara pemindahan pusat kerajaan dari Tanjung Negeri ke Sungai Rasau. Dalam upacara adat kerajaan itulah, Maharaja Dinda II mengumumkan bahwa dengan kepindahan itu, kerajaan berganti nama menjadi kerajaan “Pelalawan”.

————————-

Setelah mengalahkan Pekantua, Sultan Mansyur Syah kemudian mengangkat Munawar Syah sebagai Raja Pekantua, yang berkuasa pada tahun 1505-1511. Pada upacara penabalan raja, nama kerajaan Pekantua diubah menjadi kerajaan Pekantua Kampar.

Sejak saat itulah Islam berkembang di kerajaan Pekantua Kampar. Setelah mangkat, Sultan Munawar Syah diganti putranya, Raja Abdullah (1511-1515). Pada masa yang hampir bersamaan, di Malaka Sultan Mansyur Syah mangkat, dan secara berurutan digantikan oleh Sultan Alauddin Riayat Syah I, kemudian Sultan Mahmud Syah I. Sekitar tahun 1511, Malaka diserang Portugis. Hal ini menyebabkan Sultan Mahmud Syah I menyingkir ke Muar, lalu ke Bintan. Pada tahun 1526, Sultan Mahmud Syah I sampai di kerajaan Pekantua Kampar.

Tertangkapnya Raja Abdullah saat membantu Malaka melawan Portugis, menyebabkan beliau diasingkan ke Gowa. Hal ini menyebabkan terjadinya kekosongan kekuasaan di Pekantua Kampar. Sultan Mahmud Syah I yang tiba di Pekantua Kampar pada tahun 1526 langsung dinobatkan menjadi raja Pekantua Kampar (1526-1528). Setelah mangkat, ia digantikan oleh putranya hasil pernikahan dengan Tun Fatimah, yang bernama Raja Ali, bergelar Sultan Alauddin Riayat Syah II (1528-1530).

Tak lama kemudian, Sultan Alauddin Riayat Syah II meninggalkan Pekantua Kampar menuju Tanah Semenanjung dan mendirikan negeri Kuala Johor. Sebelum meninggalkan Pekanbatu (ibu kota Pekantua Kampar), beliau menunjuk dan mengangkat Mangkubumi Pekantua Kampar, bernama Tun Perkasa (1530-1551) bergelar Raja Muda Tun Perkasa. Setelah itu, ia digantikan oleh Tun Hitam (1551-1575) dan kemudian Tun Megat (1575-1590).

Saat dipimpin Sultan Abdul Jalil Syah (cucu Sultan Alauddin Riayat Syah II, Raja Pekantua Kampar), kerajaan Johor berkembang pesat. Tun Megat merasa sudah seharusnya mengirim utusan ke Johor untuk meminta salah seorang keturunan Sultan Alauddin Riayat Syah II menjadi raja Pekantua Kampar.

Setelah mufakat dengan orang-orang Besar Pekantua Kampar, maka dikirim utusan ke Johor, yang terdiri dari Batin Muncak Rantau (Orang Besar Nilo dan Napuh), Datuk Patih Jambuano (Orang Besar Delik dan Dayun), dan Raja Bilang Bungsu (Orang Besar Pesisir Kampar).

Sultan Abdul Jalil Syah mengabulkan permintaan Tun Megat. Ia lalu mengirimkan salah seorang keluarga dekatnya bernama Raja Abdurrahman untuk menjadi raja Pekantua Kampar. Sekitar tahun 1590, Raja Abdurrahman dinobatkan menjadi raja Pekantua Kampar bergelar Maharaja Dinda (1590-1630). Tun Megat yang sebelumnya berkedudukan sebagai Raja Muda, oleh raja Abdurrahman dikukuhkan menjadi Mangkubumi, mewarisi jabatan kakeknya, Tun Perkasa.

Setelah mangkat, Maharaja Dinda secara berturut-turut digantikan oleh Maharaja Lela I, bergelar Maharaja Lela Utama (1630-1650), Maharaja Lela Bangsawan (1650-1675), dan kemudian Maharaja Lela Utama (1675-1686).

Kesultanan Pelalawan (di utara Indragiri)

1234


Daftar raja kerajaan Pekantua Kampar

1505-1511: Munawar Syah
1511-1515:
Raja Abdullah
1526-1528:
Sultan Mahmud Syah I
1528-1530:
Raja Ali/Sultan Alauddin Riayat Syah II
1530-1551:
Tun Perkasa/ Raja Muda Tun Perkasa 

1551-1575: Tun Hitam
1575-1590:
Tun Megat
1590-1630:
Raja Abdurrahman/Maharaja Dinda
1630-1650:
Maharaja Lela I/Maharaja Lela Utama
1650-1675:
Maharaja Lela Bangsawan


KERAJAAN-KERAJAAN DI RIAU

Untuk sejarah dan daftar kerajaan2 di Riau, klik di sini.

Kerajaan2 di Riau abad ke-19


Sumber kerajaan Pekantua Kampar

– Sejarah Pekantua Kampar: http://herwandisahputra.blogspot.co.id/
Sejarah Pekantua Kampar: http://smkmuh2-lomba1.blogspot.co.id/

Kesultanan Pelalawan: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/sultan-of-pelalawan-2/


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: