Padukuhan Panutan, kerajaan / P. Lombok – prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Padukuhan Panutan terletak di pulau Lombok, prov. Nusa Tenggara Barat.
Kerajaan Padukuhan Panutan adalah sebuah kerajaan dalam garis sejarah kerajaan Kedaro.

pulau Lombok

————————
Lokasi pulau Lombok


* Foto foto intervensi belanda di Lombok, 1894: link
* Foto foto suku Sasak: link
* Foto foto situs kuno di pulau Lombok: link


Garis sejarah kerajaan Kedaro dan akhirnya Padukuhan Panutan

Disebutkan pada Babad dan lontar, beberapa kerajaan yang pernah ada di pulau Lombok. Diantaranya adalah: kerajaan Desa Lae’, Suwung, Pamatan, dan Selaparang, Lombok, Mumbul, Pemokong, Bayan, Sokong, Langko, Penjanggik, Parwa, Kedaro, Karangasem Lombok (Singasari) dan Mataram. Beberapa kerajaan lainnya meliputi wilayah kecil yang disebut Kedatuan di masa lalu yang kini disebut Desa.2Kedatuan Kedaro terdiri dari mayoritasnya masyarakat golongan Menak (bangsawanan) pada dasarnya dari semua Kedatuan yang ada di pulau Lombok, Kedatuan Kedarolah yang paling besar. Kisah terbentuknya Kedatuan Kedaro berasal dari kata “Kediri” karena orang dulu sulit menyebut nama Kediri kesulitan. Hal ini disebabkan karena masyarakat dahulu memakan Sirih untuk kekuatan gigi dan stamina. Ketika menyebut Kediri, maka akan berubah menjadi Kedaro.

Kerajaan Kedaro                             

1) Sayyidina Syeh Pangeran Ariya Layangsari, 571 – 595
2) Sayyidina Syeh Pangeran Ariya Tumurun, 595 – 655
3) Sayyidina Syeh Pangeran Ariya Layangsari, 655 – 690
4) Sayyidina Syeh Pangeran Ariya Tumurun, 690 – 745
5) Sayyidina Syeh Pangeran Ariya Panjisari. 745 – 810.

Pada tahun inilah Kerajaan Datu Kedaro pindah untuk mendirikan sebuah kerajaan yang baru disebelah selatan Pulau Lombok yang bernama Kerajaan Tela.

Kerajaan Tela

1) Sayyidina Syeh Pangeran Ariya Panjisari, 810 – 830,
2) Pangeran Ariya Zohor atau nama panggilannya Pangeran Ariya Satus, 830 – 870.
Pada  tahun inilah Kerajaan Datu Tela bubar karena diserang oleh Kerajaan Bayan dan Kerajaan Seleparang.
Pada inilah pindah lagi untuk mendirikan sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Sawung.

Kerajaan Sawung

Kerajaan Sawung berdiri sekitar tahun 870 sampai tahun 960. Kerajaan Sawung bubar karena diserang oleh Kerajaan Kahuripan.
Dan pada sekitar akhir tahun Raja Sawung Pangeran Ariya Zohor atau Pangeran Ariya Satus mendirikan sebuah kerajaan yang baru dengan nama Kerajaan Lesong.

Kerajaan Lesong

1) Kerajaan Lesung pertama dipimpin oleh Pangeran Ariya Zohor atau Pangeran Ariya Satus, 960 –  970
2) Kerajaan Lesung priode kedua dipimpin oleh Pemban Hamangkuwi, 970 – 1040
3) Periode ketiga dipimpin oleh Demung Hamedaruwi, sekitar 1040 – 1098.
4) Periode keempat dipimpin oleh Raden Nune Kertas, sekitar 1098 – 1140.
5) Periode kelima dipimpin oleh Raden Nune Mentas, sekitar 1140 – 1200.
Pada akhir tahun ini pindah ditengah tengah Pulau Lombok dengan mendirikan sebuah kerajaan baru yang bernama Kerajaan Panuhal.

Kerajaan Panuhal

1) Raja Panuhal pertama dipimpin oleh Raden Nune  Haqaqi atau Raden Nune Kakek, sekitar 1200 – 1250.
2) Raden Nune Meles, sekitar 1250 – 1310.
3) Raden Nune Galar, sekitar 1310 – 1350.
4) Raden Nune Sumbung, sekitar 1350 – 1400.
5) Raden Nune Payasan, sekitar 1400 – 1480.
6) Raden Nune Surak atau Raden Nune Masrik, sekitar 1480 – 1500.
7) Raden Nune Gde Sudarme, sekitar 1500 – 1582.
8) Raden Nune Arsine, sekitar 1582 – 1590.
9) Raden Nune Wiratih, sekitar 1590 – 1650.
10) Raden Nune Kurama, sekitar 1650 – 1700.
11) Raden Nune Hamid, sekitar 1700 – 1750.
12) Raden Ocet Jiah, sekitar 1750 – 1800.
13) Raden Abdurrahim, sekitar 1800 – 1816.

Pada tahun ini diganti namanya menjadi Padukuhan Panutan.

Padukuhan Panutan

1) Padukuhan Panutan pertama dipimpin oleh Raden Nurmat atau Raden Urmat, sekitar 1816 – 1847.
2) Raden Patek Serionom, sekitar 1847 – 1890.
3) Raden Abdul Wahab, sekitar 1890 – 1927.
4) Raden Sulaiman, sekitar 1927 – 1942.
5) Raden Batah, sekitar 1942 – 1943.
Pada  akhir tahun ini diganti namanya menjadi Desa Panujak, karena akan ada Pemetintahan khusus di bumi nusantara yang bernama Pemerintahan atau Negara.
Sumber:
http://kerajaanlombok.blogspot.com/2017/12/gambar-bagian-depan-buku-sejarah.html
http://keturunandatukedaro.blogspot.com/2019/06/assalamualaikum-bismillahirrahmaanirroh.html


 Daftar dan sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

1) Daftar kerajaan-kerajaan di Lombok

Kerajaan Arya Banjar Getas
Kerajaan Batu Dendeng
Kerajaan Bayan
Kerajaan Karangasem Lombok
Kerajaan Kedaro
Kerajaan Kediri
Kerajaan Kerekok
Kerajaan Kuripan
Kerajaan Laeq
Kerajaan Langko
Kerajaan Lombok
Kerajaan Mataram
Kerajaan Muter
Kerajaan Padukuhan Panutan
Kerajaan Pagesangan
Kerajaan Pagutan
Kerajaan Pamatan
Kerajaan Pejanggik
Kerajaan Perigi
Kerajaan Pujut
Kerajaan Sakra
Kerajaan Sasak
Kerajaan Selaparang
Kerajaan Sengkongo
Kerajaan Siladendeng
Kerajaan Sokong
Kerajaan Suwung
Kerajaan Tela

2) Sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

– Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok, klik di sini

———————————–

Cerita di bawah dari beberapa sumber sejarah.

Menurut Babad Lombok, kerajaan tertua di pulau Lombok bernama kerajaan Laeq. Tapi, sumber lain, yaitu Babad Suwung menyatakan bahwa kerajaan tertua di Lombok adalah kerajaan Suwung yang dibangun dan diperintah oleh Raja Betara Indera. Setelah kerajaan Suwung ini surut, baru muncul kerajaan Lombok.

Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada masa itu.

Pada awalnya, kerajaan yang berdiri adalah kerajaan Laeq. Diperkirakan, posisinya berada di kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Dalam perkembangannya, kemudian terjadi migrasi, masyarakat Laeq berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan, di Aikmel, desa Sembalun sekarang.
Suatu ketika, Gunung Rinjani meletus (abad ke-13), menghancurkan desa dan kerajaan yang berada di sekitarnya. Para penduduk menyebar menyelamatkan diri ke wilayah aman. Perpindahan tersebut menandai berakhirnya kerajaan Pamatan.

Setelah Pamatan berakhir, muncullah kerajaan Suwung yang didirikan oleh Batara Indera. Lokasi kerajaan ini terletak di daerah Perigi saat ini. Setelah kerajaan Suwung berakhir, barulah kemudian muncul kerajaan Lombok. Seiring perjalanan sejarah, kerajaan Lombok kemudian mengalami kehancuran akibat serangan tentara Majapahit pada tahun 1357 M. Raden Maspahit, penguasa kerajaan Lombok melarikan diri ke dalam hutan. Ketika tentara Majapahit kembali ke Jawa, Raden Maspahit keluar dari hutan dan mendirikan kerajaan baru dengan nama Batu Parang. Dalam perkembangannya, kerajaan ini kemudian lebih dikenal dengan nama kerajaan Selaparang.

Menurut Djelenga, ekspedisi Majapahit ini meninggalkan jejak kerajaan Gel Gel di Bali. Sedangkan di Lombok, berdiri empat kerajaan utama yang saling bersaudara, yaitu: kerajaan Bayan di barat, kerajaan Selaparang di Timur, kerajaan Langko di tengah, dan kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat beberapa kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong Samarkaton serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini takluk di bawah Majapahit. Ketika Majapahit runtuh, kerajaan dan desa-desa ini kemudian menjadi wilayah yang merdeka.

Kerajaan Selaparang terbagi dalam dua periode:
– pertama, periode Hindu yang berlangsung dari abad ke-13 M, dan berakhir akibat ekspedisi kerajaan Majapahit pada tahun 1357 M;
– dan kedua, periode Islam, berlangsung dari abad ke-16 M, dan berakhir pada abad ke-18 (1740 M), setelah ditaklukkan oleh pasukan gabungan kerajaan Karang Asem, Bali dan Banjar Getas.

Pada awal abad ke-18 M, Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gel Gel Bali. Muncul kerajaan Karangasem Lombok (1740-1838) dan kerajaan Mataram (1838-1894). Peninggalan Bali yang sangat mudah dilihat adalah banyaknya komunitas Hindu Bali yang mendiami daerah Mataram dan Lombok Barat. Lombok berhasil bebas dari pengaruh Gel Gel setelah terjadinya pengusiran yang dilakukan kerajaan Selapang (Lombok Timur) dengan dibantu oleh kerajaan yang ada di Sumbawa (pengaruh Makassar). Beberapa prajurit Sumbawa kabarnya banyak yang akhirnya menetap di Lombok Timur, terbukti dengan adanya beberapa desa di Tepi Timur Laut Lombok Timur yang penduduknya mayoritas berbicara menggunakan bahasa Samawa.

Intervensi Belanda di Lombok (kerajaan Mataram, 1838-1894) terjadi pada tahun 1894, dan merupakan bagian dari serangkaian intervensi Belanda di Bali dan sekitarnya, yang pada akhirnya menjadikan di Bali dan Lombok terkolonisasi secara penuh sebagai bagian dari Hindia Belanda pada awal abad ke-20.


Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok: klik di sini


Sumber Kedaro / Padukuhan Panutan

– Garis sejarah kerajaan Kedaro dan daftar raja: http://kerajaanlombok.blogspot.com/2017/12/gambar-bagian-depan-buku-sejarah.html
– Garis sejarah kerajaan Kedaro dan daftar raja: http://keturunandatukedaro.blogspot.com/2019/06/assalamualaikum-bismillahirrahmaanirroh.html

Tentang kedatuan Kedaro: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-kedaro.html
– Kedatuan kuno (Kedaro): http://suparmanol.blogspot.co.id/2010/12/sejarah-kedatuan-sasak.html

Sumber kedatuan / kerajaan kuno di Lombok

– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://suparmanol.blogspot.co.id/2010/12/sejarah-kedatuan-sasak.html
– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-di-gumi-sasak-1.html
– Sejarah kerajaan di Lombok: https://oediku.wordpress.com/2010/12/29/sejarah-dan-asal-usul-lombok/
– Sejarah kerajaan di Lombok: http://www.lomboksociety.web.id/2018/02/sejarah-lombok.html


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: