Surakarta, Kesultanan / Jawa Tengah

ꦟꦓꦫꦶꦯꦸꦫꦑꦂꦡꦲꦢꦶꦟꦶꦁꦫꦡ꧀Nagari Surakarta Hadiningrat

Kesultanan Surakarta, atau Nagari Kasunanan Surakarta Hadiningrat berdiri sejak 1755 dan berdiri  sampai sekarang. Terletak di Jawa tengah.

The Sultanate of Surakarta was founded in 1755 and still exists. Located on central Jawa.

Klik foto untuk besar !

Lokasi Surakarta

Lokasi Surakarta

Provinsi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah


* Foto Kesultanan / Sultanate Surakarta: link
*
Foto Keraton (Istana) Surakarta: link
*
Foto Makam Raja Kerajaan Mataram Islam di Kota Gede: link
*
Foto Imogiri, Makan Sultan Jawa tengah sampai sekarang: link

* Foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia: link


1  Tentang Sultan / About the Sultan
2  Sejarah / History
3 Perjanjian Gianti
4  Daftar Sultan / List of Sultans
5  Sejarah keraton-keraton / History of the palaces
6 Keraton Surakarta
7  Kota Gede: Makam Raja Kerajaan Mataram Islam / Burial complex of the kings of the Islamic   kingdom of Mataram
8 Imogiri: Makan Sultan Jawa tengah sampai sekarang/ Burial complex Jawa sultans until today
9 Sumber


1) Present Sultan (Susuhunan) (2017): Sri Sultan Pakubuwono XIII.

22 april 2017: Sultan kesultanan Surakarta, Paku Buwono XIII dapat kembali duduk di singgasananya.

Di tahun ke-13 ini pula, PakuBuwono XIII dapat kembali duduk di singgasananya. Selama empat tahun terakhir PB XIII tidak dapat menempati keraton akibat konflik internal dengan adik-adiknya yang tergabung dalam dewan adat. Selama itu, dewan adat menjadi pengelola keraton.

– Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3481473/tahun-ke-13-paku-buwono-xiii-kembali-duduk-di-singgasana?utm_source=facebook&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=btn&utm_content=news
– Sumber: https://legaleraindonesia.com/tahun-ke-13-paku-buwono-xiii-kembali-duduk-di-singgasana/


2) Sejarah / History

I   Garis sejarah kerajaan di Jawa / Line of history of kingdoms on Java: link

II   Sejarah / History Sultanate Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Hanacaraka: ꦟꦓꦫꦶꦯꦸꦫꦑꦂꦡꦲꦢꦶꦟꦶꦁꦫꦡ꧀Nagari Surakarta Hadiningrat) adalah sebuah kerajaan di Jawa Tengah yang berdiri tahun 1755 sebagai hasil dari perjanjian Giyanti 13 Februari 1755. Perjanjian antara VOC dengan pihak-pihak yang bersengketa di Kesultanan Mataram, yaitu Sunan Pakubuwana III dan Pangeran Mangkubumi, menyepakati bahwa Kesultanan Mataram dibagi dalam dua wilayah kekuasaan yaitu Surakarta dan Yogyakarta.

Kekacauan politik dapat diselesaikan pada masa Sunan Pakubuwana III, setelah wilayah kesultanan Mataram di bagi menjadi dua. Pada tahun 1755 tanggal 13 februari wilayah Mataram di bagi menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasuhunan Surakarta, pembagian wilayah ini tertuang dalam perjanjian Giyanti (1755). Kemudian pada tahun 1757 dengan intervensi belanda dan berdasarkan perjanjian Salatiga (1757), kesultanan Mataram dipecah lagi menjadi tiga bagian yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasuhunan Surakarta dan Mangkunegaran. Dan di tahun 1813 Kesultanan Yogyakarta di pecah lagi menjadi dua yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Pakualaman.

Kasunanan Surakarta umumnya tidak dianggap sebagai pengganti Kesultanan Mataram, melainkan sebuah kerajaan tersendiri, walaupun rajanya masih keturunan raja Mataram. Setiap raja Kasunanan Surakarta yang bergelar Sunan (demikian pula raja Kasultanan Yogyakarta yang bergelar Sultan) selalu menanda-tangani kontrak politik dengan VOC atau Pemerintah Hindia Belanda.

Sejarah kesultanan: https://id.wikipedia.org/wiki/Kasunanan_Surakarta
———————-

Surakarta Sunanate (Indonesian: Kasunanan Surakarta; Javanese: Kasunanan/Karaton Surakarta Hadiningrat) is a Javanese monarchy centered in the city of Surakarta, in the province of Central Java, Indonesia. The Surakarta Kraton was established in 1755 by Pakubuwono II as result of the Treaty of Giyanti in 1755. Surakarta Sunanate and Yogyakarta Sultanate are together the successors of Mataram Sultanate. While Yogyakarta rulers are called sultans, the rulers of Surakarta are called sunans.

– History in english: Wiki

Peta Jawa, 1700

Peta Jawa (Mataram) tahun 1757

Peta Jawa, 1830
jawa 1830


3) Perjanjiaan Giyanti (1755)

Perjanjian Giyanti adalah kesepakatan antara VOC, pihak Mataram (diwakili oleh Sunan Pakubuwana III), dan kelompok Pangeran Mangkubumi. Kelompok Pangeran Sambernyawa tidak dilibatkan dalam perjanjian ini.

Perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 13 Februari 1755 ini secara de facto dan de jure menandai berakhirnya Kerajaan Mataram yang sepenuhnya independen. Nama Giyanti diambil dari lokasi penandatanganan perjanjian ini, yaitu di Desa Giyanti (ejaan Belanda, sekarang tempat itu berlokasi di Dukuh Kerten, Desa Jantiharjo), di tenggara kota Karanganyar, Jawa Tengah.

Berdasarkan perjanjian ini, wilayah Mataram dibagi dua: wilayah di sebelah timur Kali Opak (melintasi daerah Prambanan sekarang) dikuasai oleh pewaris tahta Mataram (yaitu Sunan Pakubuwana III) dan tetap berkedudukan di Surakarta, sementara wilayah di sebelah barat (daerah Mataram yang asli) diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi sekaligus ia diangkat menjadi Sultan Hamengkubuwana I yang berkedudukan di Yogyakarta. Di dalamnya juga terdapat klausul, bahwa pihak VOC dapat menentukan siapa yang menguasai kedua wilayah itu jika diperlukan.

Foto di bawah: Naskah Perjanjian Giyanti 1755


4) Daftar Sultan / List of Sultans

Sri Susuhunan Pakubuwana II (lahir: Kartasura, 1711 – wafat: Surakarta, 1749) adalah raja terakhir Kasunanan Kartasura yang memerintah tahun 1726 – 1742 dan menjadi raja pertama Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1745 – 1749. see Wiki: Wiki

Click to enlarge

– Sumber / Source: link


5) Sejarah keraton keraton bekas kerajaan Mattaram

* Kraton lama di Karta dibangun Sultan Agung (ayah dari Amangkurat I) antara tahun 1614 dan 1622 dan terbuat dari kayu.
Foto peninggalan keraton Karta: link
.
*
Kraton Plered adalah kraton yang dibangun raja Amangkurat I dari Mataram. Amangkurat pindah dari kraton lama di Karta, yang dibangun Sultan Agung (ayah dari Amangkurat I) antara tahun 1614 dan 1622 dan terbuat dari kayu. Plered dibangun dengan bata. Pekerjaan pembangunan di Plered dikatakan tidak berhenti sampai tahun 1666. Letaknya di Pleret, Bantul, di sebelah timur laut Karta.
Kraton Plered ditinggalkan tahun 1680 oleh putera Amangkurat I, Amangkurat II, yang pindah ke Kartasura.
Foto peninggalan keraton Plered: link

* Keraton Kartasura dibangun oleh Sunan Amangkurat II atau Sunan Amangkurat Amral (1677-1703) dengan suatu pertimbangan bahwa Keraton Mataram Pleret sudah pernah diduduki musuh (Trunajaya).
Foto peninggalan keraton Kartasura: link

Enam puluh enam tahun sebelum peristiwa perpindahan tersebut, Keraton Kartasura secara resmi pertama kali didiami oleh Sunan Amangkurat II (1677-1702), walau pembangunannya masih belum sempurna. Tepatnya pada tanggal 11 September 1680. Raja Mataram yang semula bernama Pangeran Adipati Anom itu merupakan raja pertama yang menempati Kartasura, keraton dan ibukota baru Kerajaan Mataram pengganti Keraton yang lama di Plered, Yogyakarta.
1745, Keraton Kartasura resmi berpindah ke Keraton Surakarta, sekitar 10 kilo meter arah timur dari keraton lama.
.
* Keraton Surakarta
Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.
Foto keraton Surakarta: link
.
* Perjanjian Giyanti, 1755: Perjanjian Giyanti. Wilayah Mataram dibagi dua: wilayah di sebelah timur Kali Opak dikuasai oleh pewaris tahta Mataram (yaitu Sunan Pakubuwana III) dan tetap berkedudukan di Surakarta, sementara wilayah di sebelah diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi sekaligus ia diangkat menjadi Sultan Hamengkubuwana I yang berkedudukan di Yogyakarta.
.
* Keraton Yogyakarta. Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.
Foto keraton Yogyakarta: link


6) Keraton / Palace Surakarta

Nama Keraton: Keraton Surakarta Hadiningrat
Keraton Surakarta atau lengkapnya dalam bahasa Jawa disebut Karaton Surakarta Hadiningrat adalah istana Kasunanan Surakarta. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan 1743. Istana terakhir Kerajaan Mataram didirikan di desa Sala (Solo), sebuah pelabuhan kecil di tepi barat.

Sumber: Wiki
– About the palace: link

Foto foto keraton Surakarta: link


7) Kota Gede – Pemakaman Kota Gede

Pasarean Mataram adalah sebuah komplek pemakaman Kesultanan Mataram yang terletak di Yogyakarta. Di komplek pemakaman ini dimakamkan pendiri desa Mataram Ki Ageng Pamanahan, anaknya Sultan pertama Mataram Panembahan Senapati dan sultan Mataram kedua Panembahan Hanyakrawati. Komplek pemakaman ini bersebelahan dengan Masjid Besar Mataram.

Foto foto Pasarean Mataram Kota Gede:  klik di sini


8) Imogiri

Permakaman Imogiri, Pasarean Imogiri, atau Pajimatan Girirejo Imogiri merupakan kompleks permakaman yang berlokasi di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta. Permakaman ini dianggap suci dan kramat karena yang dimakamkan disini merupakan raja-raja dan keluarga raja dari Kesultanan Mataram.
Makam Imogiri dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo yang merupakan keturunan dari Panembahan Senopati Raja Mataram I.

Foto foto pemakaman Imogiri: klik di sini


9) Sumber / Source

– Sejarah Kasunanan Surakarta Hadiningrat (kesultanan Surakarta) di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kasunanan_Surakarta
Sejarah Kasunanan Surakarta Hadiningrat (kesultanan Surakarta): http://www.sejarahnusantara.com/daerah-istimewa/sejarah-kasunanan-surakarta-tahun-1745%E2%80%931945-pembentukan-daerah-istimewa-surakarta-tanggal-1-september-1945-dan-berakirnya-dis-akibat-gerakan-anti-monarki-oleh-tan-malaka-oktober-1945-10042.htm
Sejarah Kasunanan Surakarta Hadiningrat (kesultanan Surakarta): http://nesaci.com/sejarah-keraton-kasunanan-surakarta/
Sejarah Kasunanan Surakarta Hadiningrat (kesultanan Surakarta): http://www.kerajaannusantara.com/id/surakarta-hadiningrat/sejarah

Daftar Sultan di Wiki: link

Perjanjian Giyanti (1755): link

– Tentang Keraton di Wiki: link
Tentang Keraton: https://www.maioloo.com/tempat-wisata/jawa-tengah/keraton-surakarta/

English

– History of the Sultanate: link
History Sultanate on Wiki: link
Treaty of Giyanti, 1755: Wiki
About the Palace: link
About the palace: link
List of Sultans: link


* Foto Kesultanan / Sultanate Surakarta: link
*
Foto Keraton (Istana) Surakarta:  link

Sri Sultan Pakubuwono XIII

Sri Sultan Pakubuwono XIII

Lambang

Lambang

Lokasi penandatanganan Perjanjian Giyanti, 1755


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: