Aceh Darusalam, Kesultanan / Sumatera – Aceh

كاورجاون اچيه دارالسلام

Kesultanan Aceh: 1496–1903. Terletak di Sumatera, provinsi Aceh.

Sultanate of Aceh: 1496 – 1903. Located on Sumatera, province of Aceh.

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
*
Foto perang belanda di Aceh (1873-1903): link

* Foto foto situs kuno dan suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link
——————————————————————————————————————————-
1 Tentang Raja / About the King
2 Sejarah / History kesultanan Aceh
3 Struktur pemerintahan kesultanan Aceh
4 Sistem pemerintahan lokal Aceh
5 Daftar Raja / List of Kings
6 Sumber / Source
——————————————————————————————————————————–
1) Tentang raja / About the King

Pewaris Kesultanan Aceh: Tuan Sulaiman dari Sultan Mahmudsyah-II.

– Sumber: http://aceh.antaranews.com/foto/23296/raja-aceh-dikawal-panglima
———————————————————————————————————————————
2) Sejarah / History kesultanan Aceh

* Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496.
Pada awalnya kerajaan ini berdiri atas wilayah Kerajaan Lamuri, kemudian menundukan dan menyatukan beberapa wilayah kerajaan sekitarnya mencakup Daya, Pedir, Lidie, Nakur. Selanjutnya pada tahun 1524 wilayah Pasai sudah menjadi bagian dari kedaulatan Kesultanan Aceh diikuti dengan Aru.
Kesultanan Aceh mengalami masa ekspansi dan pengaruh terluas pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636) atau Sultan Meukuta Alam. Pada masa kepemimpinannya, Aceh menaklukkan Pahang yang merupakan sumber timah utama. Pada tahun 1629, kesultanan Aceh melakukan penyerangan terhadap Portugis di Melaka dengan armada yang terdiri dari 500 buah kapal perang dan 60.000 tentara laut.
Kemunduran Aceh disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah makin menguatnya kekuasaan Belanda di pulau Sumatera dan Selat Malaka.
Pada Januari tahun 1903 Sultan Muhammad Daud Syah akhirnya menyerahkan diri kepada Belanda setelah dua istrinya, anak serta ibundanya terlebih dahulu ditangkap oleh Belanda. Panglima Polem Muhammad Daud, Tuanku Raja Keumala, dan Tuanku Mahmud menyusul pada tahun yang sama pada bulan September.

Sumber: link
.
* Perang Aceh, 1873 – 1903. Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang kepada Aceh, dan mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel van Antwerpen. Pada 5 April 1873, Belanda mendarat di Pante Ceureumen di bawah pimpinan Johan Harmen Rudolf Köhler, dan langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Köhler saat itu membawa 3.198 tentara. Sebanyak 168 di antaranya para perwira.

Sumber: Wiki
.
* Teuku Umar. Teuku Umar (Meulaboh, 1854 – Meulaboh, 11 Februari 1899) adalah pahlawan kemerdekaan Indonesia yang berjuang dengan cara berpura-pura bekerjasama dengan Belanda. Ia melawan Belanda ketika telah mengumpulkan senjata dan uang yang cukup banyak.
September 1893, Teuku Umar menyerahkan diri kepada Gubernur Deykerhooff di Kutaraja bersama 13 orang Panglima bawahannya, setelah mendapat jaminan keselamatan dan pengampunan.

Sumber: Wiki

Foto di bawah: Luas kesultanan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, 1608-1637.

Klik foto untuk besar !

Luas Kesultanan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, 1608-1637.

Luas Kesultanan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, 1608-1637.

————————–

* The Sultanate. The Sultanate of Aceh, officially the Kingdom of Aceh Darussalam was a Sultanate centered in the modern-day Indonesian province of Aceh. It was a major regional power in the 16th and 17th centuries, before experiencing a long period of decline. Its capital was Kutaraja, the present-day Banda Aceh.
In 1874 the Sultan abandoned the capital, withdrawing to the hills, while the Dutch announced the annexation of Aceh. He eventually died of cholera, as did many combatants on both sides, but the Acehnese proclaimed a grandson of Tuanku Ibrahim Sultan, Teuku Umar. The local rulers of Acehnese ports nominally submitted to Dutch authority in order to avoid a blockade, but they used their income to support the resistance.
Source:
Wiki
* Aceh War, 1873 – 1903.
The Aceh War, also known as the Dutch War or the Infidel War (1873–1914),[1] was an armed military conflict between the Sultanate of Aceh and the Netherlands which was triggered by discussions between representatives of Aceh and the United States in Singapore during early 1873.[8] The war was part of a series of conflicts in the late 19th century that consolidated Dutch rule over modern-day Indonesia.

Source: Wiki
* Teuku Umar (Meulaboh, West Aceh, 1854 – February 11, 1899) was a leader of a guerrilla campaign against the Dutch in Aceh during the Aceh War. He fell when Dutch troops launched a surprise attack in Meulaboh. His body was buried in the Mugo area. After Teuku Umar’s death, his wife Cut Nyak Dhien continued to lead the guerrillas against the Dutch. He was later made a Pahlawan Nasional Indonesia (National Hero of Indonesia).
Source: Wiki
———————————————————————————————————————————-
3) Struktur pemerintahan kesultanan Aceh

Untuk struktur pemerintahan kesultanan Aceh, klik di sini
————————————————————————————————————————-
4) Sistem pemerintahan lokal Aceh

Untuk sistem pemerintahan lokal, klik di sini
———————————————————————————————————————-
5) Daftar raja / List of Kings

* 1511-1530: Sultan Alaidin Ali Mughayat syah
* 1530-1539: Sultan Salahuddin
* 1539-1571: Sultan Alaidin Riayat Syah II, terkenal dengan nama AL Qahhar
* 1571-1579: Sultan Husain Alaidin Riayat Syah III
* 1579: Sultan muda bin Husain Syah, usia 7 bulan, menjadi raja selama 28 hari
.
* 1579: Sultan Mughal Seri Alam Pariaman Syah, selama 20 hari
* 1579-1580: Sultan Zainal Abidin
* 1581-1587: Sultan Aialidin Mansyur Syah
* 1587-1589: Sultan Mugyat Bujang
* 1589-1604: Sultan Alaidin Riayat Syah IV
.
* 1604-1607: Sultan muda Ali Riayat Syah V
* 1607-1636: Sultan Iskandar muda Dharma Wangsa Perkasa Alam Syah
* 1636-1641: Sultan Mughayat Syah Iskandar Sani
* 1641-1671: Sultanah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan berdaulat
* 1675-1678: Sultanah Sri Ratu Nurul Alam Naqiatuddin (anak angkat safiatuddin)
.
* 1678-1688: Sultanah Sri Ratu Zakiatuddin Inayat Syah (putri dari naqiatuddin)
* 1688-1699: Sultanah Sri Ratu Kemalat Syah (anak angkat safiatuddin)
* 1699-1702: Sultan Badrul Alam Syarif Hasyim Jamalul Lail
* 1702-1703: Sultan Perkasa Alam Syarif Lamtoi bin Syarif Ibrahim
* 1703-1726: Sultan Jamalul Alam Badrul Munir bin Syarif Hasyim
.
* 1729: Sultan Jauharul Alam Imaduddin
* ……..: Sultan Syamsul Alam Wandi Teubeueng
* 1727-1735: Sultan Alaidin Maharaja Lila Ahmad Syah
* 1735-1760: Sultan Alaidin Johan Syah
* 1760-1781: Sultan Alaidin Mahmud Syah
.
* 1781-1795: Sultan Alaidin Muhammad Syah
* 1795-1823: Sultan Husain Alaidin Jauharul Alamsyah
* 1823-1836: Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah
* 1836-1870: Sultan Sulaiman Ali Alaidin Iskandar Syah
* 1870-1874: Sultan Alaidin Mahmud Syah
* 1884-1903: Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah, 1884 -1903.

Sultan Alaiddin Muhammad Daud Syah adalah sultan terakhir dari kerajaan
aceh darussalam, beliau berjuang dan bergerilya selama 29 tahun dan
beliau tidak pernah menyerahkan kedaulatan negaranya kepada pihak
belanda.

– Sumber / Source: link
—————————————————————————————————————-
6) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Aceh di Wiki: link
Sejarah kesultanan Aceh di Melayuonline: link
– Sejarah kesultanan Aceh: http://www.sejarahnusantara.com/kerajaan-islam/sejarah-masa-keemasan-kesultanan-aceh-darussalam-1496%E2%80%931903-10036.htm
Daftar raja kesultanan Aceh:  http://acehline.coolbb.net/t299-silsilah-raja-raja-kerajaan-aceh-darussalam
– Peninggalan kesultanan Aceh: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/12/6-peninggalan-kerajaan-aceh-keterangan.html
Sumber Perang Aceh: Wiki
Teuku Umar: link
Daftar raja Aceh: link
Sultan (Gadungan) Aceh terlihat di bumi Sulawesi (sept. 2012): link

English

– History of the sultanate: Wiki
Aceh War: Wiki
Teuku Umar: Wiki
List of Kings: link
—————————————————————————————————————–
* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link

Raja Kesultanan Aceh Darussalam, PSB DYmm Tuanku Muhammad

Raja Kesultanan Aceh Darussalam, PSB DYmm Tuanku Muhammad. Sept. 2012. Source: link

Raja Kesultanan Aceh Darussalam, PSB DYmm Tuanku Muhammad

Raja Kesultanan Aceh Darussalam, PSB DYmm Tuanku Muhammad. March 2014. Source: link

————————————————————————————————————————————

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: