Barus, kesultanan / Prov. Sumatera Utara – kab. Tapanuli Tengah

Kesultanan Barus: abad ke-14 sampai abad ke 19. Ada kesultanan terletak di Sumatera, Kecamatan Barus, Kab. Tapanuli Tengah, prov. Sumatera Utara.
Tahun 1524, kawasan Barus juga dikuasai oleh Raja-raja dari dua dinasti, yaitu:
* Barus Hulu, Dinasti Pardosi yang berasal dari Toba.
* Barus Hilir, Dinasti Hatorusan yang berasal dari Tarusan, Minangkabau, keturunan Raja Pagaruyung.

The Sultanate of Barus: 14th century – 19th century. Located in Barus, Tapanuli Tengah, North Sumatera. This kingdom was a kingdom of the Batak people.
For english, click here

Lokasi Barus, Kab. Tapanuli Tengah


* Foto foto perang Aceh, 1873 – 1904: link
* Foto foto perang Padri, 1803 – 1838: link
* Foto foto raja2 di Simalungun: link
* Foto foto situs kuno di Sumatera: link


Sejarah kesultanan Barus

Barus atau yang sebelumnya dikenal dengan Fansur, merupakan salah satu pelabuhan tua yang sudah berdagang emas serta kamper sejak ribuan tahun lalu. Menurut kronik Barus yang berjudul Sejarah Tuanku Badan  Kesultanan Barus bermula dari berpindahnya anggota keluarga Kesultanan Indrapura ke Tarusan, Pesisir Selatan. Dari sini kemudian mereka pergi ke utara hingga tiba di Barus.

Menurut kronik itu, Kesultanan Barus didirikan oleh Sultan Ibrahimsyah bin Tuanku Sultan Muhammadsyah dari Tarusan, Pesisir Selatan, tanah Minangkabau. Kepergian Sultan Ibrahimsyah (Ibrahim) ke Barus setelah ia berseteru dengan keluarganya di Tarusan. Ia pergi menyusuri pantai barat Sumatra hingga tiba di Batang Toru. Dari sini ia terus ke pedalaman menuju Silindung. Di pedalaman, masyarakat Silindung mengangkatnya sebagai raja Toba-Silindung. Di Silindung, Ibrahim juga membentuk institusi empat penghulu seperti halnya di Minangkabau. Penghulu ini berfungsi sebagai wakilnya di Silindung. Selanjutnya ia menuju Bakara dan menikah dengan putri pimpinan setempat. Dari putri Batak itulah, Sultan Ibrahim memiliki putra yang bernama Sisingamangaraja.[5]

Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya ke Pasaribu. Disana masyarakat setempat menanyakan dari mana asalnya dan bertujuan untuk apa datang kesana. Untuk menyenangkan hati raja, Ibrahim menjawab bahwa ia datang dari Bakara dan bermarga Pasaribu. Mendengar kesamaan marganya dengan Ibrahim, Raja Pasaribu sangatlah senang. Ia kemudian meminta Ibrahim untuk tinggal di Pasaribu. Namun Ibrahim merasa bahwa tempat ini tidaklah cocok untuknya. Maka bersama raja dari Empat Pusaran (empat suku) ia pergi hingga tiba di tepi laut. Tempat ini kemudian dinamainya Barus, serupa dengan nama kampung kecilnya di Tarusan, Pesisir Selatan. Disini ia diangkat sebagai raja dengan gelar Tuanku Sultan Ibrahimsyah.

——————-

Pada abad ke-14, Kesultanan Barus merupakan salah satu pelabuhan Kerajaan Pagaruyung, bersama Tiku dan Pariaman, yang menjadi tempat keluar masuk perdagangan di Pulau Sumatera.
Tahun 1524, kawasan Barus juga dikuasai oleh Raja-raja dari dua dinasti, yaitu:
* Barus Hulu, Dinasti Pardosi yang berasal dari Toba.
* Barus Hilir, Dinasti Hatorusan yang berasal dari Tarusan, Minangkabau, keturunan Raja Pagaruyung.
Barus jatuh di bawah kekuasaan Kesultanan Aceh. Posisi kesultanan ini kemudian menjadi vassal Aceh hingga tahun 1668.

Sejak kehadiran VOC pada tahun 1668, kedua raja ini memiliki sikap yang berbeda.
Raja di Hulu (Pardosi) menolak kehadiran VOC dan mengangkat setia kepada sultan Aceh.
Raja di Hilir (Hatorusan) menerimanya dan menentang monopoli Aceh di Barus.
Pada abad ke-19, Barus berada di bawah kekuasaan Hindia-Belanda dan menjadi bagian propinsi Sumatra’s Weskust yang berpusat di Padang.

Kabupaten Tapanuli Tengah ini merupakan salah satu pintu masuk pertama sekali Islam masuk ke nusantara. Dan, selamat datang di salah satu situs sejarah tertua Indonesia, Makam Mahligai. Salah satu kompleks makam besar yang ada di Barus.

Kabupaten Tapanuli Tengah ini merupakan salah satu pintu masuk pertama sekali Islam masuk ke nusantara. Dan, selamat datang di salah satu situs sejarah tertua Indonesia, Makam Mahligai. Salah satu kompleks makam besar yang ada di Barus.


Daftar raja Barus Hulu dan Barus Hilir

Barus Hulu: daftar Raja dinasti Pardosi

– Sumber: https://jendelawaktu.wordpress.com/2010/08/15/kerajaan-barus/

* Raja Kesaktian (di Toba)
* Alang Pardosi pindah ke Rambe dan mendirikan istana di Gotting, Tukka
* Pucaro Duan Pardosi di Tukka
* Guru Marsakot Pardosi di Lobu Tua
* Raja Tutung Pardosi di Tukka
* Tuan Namora Raja Pardosi

Ada gap yang lama, raja-raja difase ini tidak terdokumentasi.

* Raja Tua Pardosi
* Raja Kadir Pardosi (Pertama masuk Islam)
* Raja Mualif Pardosi
* Sultan Marah Pangsu Pardosi (700-an Hijriyah)
* Sultan Marah Sifat Pardosi
* 1644: Tuanku Maraja Bongsu Pardosi
* Tuanku Raja Kecil Pardosi
.
* Sultan Daeng Pardosi
* Sultan Marah Tulang Pardosi
* Sultan Munawar Syah Pardosi
* 1765: Sultan Marah Pangkat Pardosi
* 1798: Sultan Baginda Raja Adil Pardosi
* 1825: Sultan Sailan Pardosi
* Sultan Limba Tua Pardosi
* Sultan Ma’in Intan Pardosi
* Sultan Agama yang bernama Sultan Subum Pardosi
* 1853: Sultan Marah Tulang yang bernama Sultan Nangu Pardosi

Pada abad ke-6 otoritas baru di Barus oleh Sultan Ibrahimsyah membentuk Duliasme kepemimpinan di Barus.

* Sultan Ibrahimsyah
* Sultan Abidinsyah Pasaribu
* Sultan Buchari Muslim Pasaribu

Barus Hilir: daftar Raja dinasti Hatorusan (Pasaribu)

– Sejarah lengkap:  http://batak-people.blogspot.co.id/2013/04/dinasti-dinasti-batak.html

1. Sultan Ibrahimsyah Pasaribu (Gelar Raja Hatorusan)
2. Sultan Yusuf Pasaribu
3. Sultan Adil Pasaribu
4. Tuanku Sultan Pasaribu
5. Sultan Raja Kecil Pasaribu
6. Sultan Emas Pasaribu
7. Sultan Kesyari Pasaribu
8. Sultan Main Alam Pasaribu
9. Sultan Perhimpunan Pasaribu
10. Sultan Marah Laut bin Sultan Main Alam Pasaribu pada tanggl 17 Juni 1872 menuliskan kembali Sejarah Tuanku Badan (Tambo Barus Hilir) yang menceritakan silsilah kerajaan Hatorusan di Barus, dari sebuah naskah tua peninggalan leluhurnya yang hampir lapuk.

Makam Syeikh Mahmud Fil Hadralmaut Yaman (Foto: Herman Abdullah/Melayupedia)


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Barus: Wiki
Sejarah kesultanan Barus:  http://www.bimbie.com/sejarah-kesultanan-barus.htm
Sejarah kesultanan Barus (dan daftar raja):  https://jendelawaktu.wordpress.com/2010/08/15/kerajaan-barus/
– Sejarah kesultanan Barus: http://budaya-info.blogspot.co.id/2013/01/sejarah-batak-dan-kerajaan-yang-pernah.html
– Sejarah Kota Barus: http://daerah.sindonews.com/read/886559/29/barus-kota-eksotik-penuh-sejarah-dan-misteri-1406317770
– Daftar raja kesultanan Barus: http://togadebataraja.blogspot.com/2011/06/dinasti-pardosi-pohan.html

– Kerajaan Fansur: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/fansur-kerajaan-sum-barat/


 

2 Comments

2 thoughts on “Barus, kesultanan / Prov. Sumatera Utara – kab. Tapanuli Tengah

  1. Andar

    Kalau cerita ngarang jangan di tulis, setiap orang Batak bermarga pasti di tanyakan dulu oppungnya marga Pasaribu apa? Mamaknya boru apa?
    Kalau cuman mengaku dari Bakkara, bermarga Pasaribu berarti cerita kalian karangan.
    Tanyakan dulu sama orang Batak, jangan asal tulis.

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Kami dapat info tentang nama dari internet. Kalau info itu tidak betul, mohon kirim info yang betul, biar info di website ok.
      Paul, penerbit website.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s