Sorimangaraja (Sagala), Dinasti / Prov. Sumatera Utara – Tanah Batak

Dinasti Sorimangaraja (Sagala), adalah dinasti marga Sagala, di Tanah Batak, wilayah Danua Toba selatan, prov. Sumatera Utara.

The Dynasty of Sorimangaraja (Sagala) of the Sagala clan was located on Sumatera, in the region of Bakkara, prov. Sumatera Utara, south of the Toba Lake.
For english, click here

Lokasi negeri Tanah Batak


* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera:
link


Umum, 3 dinasti Batak kuno

Sepanjang sejarah Suku Batak Kuno (Toba Tua) di Sumatera, pernah terdapat tiga dinasti kerajaan yang menyatukan berbagai kelompok suku.
Ketiga dinasti adalah:

1) Dinasti Sori Mangaraja yang dipimpin oleh raja turun temurun dengan gelar Sori Mangaraja yang merupakan adapatasi bahasa dari gelar Sri Maharaja. Dinasti ini berdiri hampir kurang 300-500 tahun sejak abad ke-7 hingga abad ke-12 M. Pusat pemerintahan dan ibu kotanya terletak di Lobu Tua, Barus dan Pansur yang dijadikan kota pelabuhan dan pusat perdagangan. Akhir masa dinasti ini terjadi akibat serangan oleh kerajaan Chola yang berasal dari India dengan kerajaan Sriwijaya termasuk daerah kekuasaannya.

2) Dinasti Hatorusan. Dinasti ini berusaha membangun kembali tatanan kota, tradisi dan kejayaan dinasti Sori Mangaraja. Dinasti Hatorusan dipimpin oleh raja yang bergelar Raja Hatorusan, raja pertamanya Uti Mutiaraja yang berasal dari keturunan Guru Tatea Bulan, Pusak Buhit. Wilayah kekuasaanya berada di Barus hinggal perbatasan wilayah Aceh.

3) Dinasti Sisingamangaraja. Pada awal abad ke-15, tampuk kekuasaannya diserahkan ke dinasti Sisingamangaraja dari Negeri Bakkara yang dikenal dengan kerajaan Bakkara yang sekarang bernama Balige.


Sejarah dinasti Sorimangaraja (Sagala)

Masa penguasaan atau kejayaan dinasti Sorimangaraja dapat dipilah dalam beberapa dekade yaitu:

1. Sorimangaraja I-XC (1000 SM-1510M)
2. Sorimangaraja XC (1510). Dikudeta oleh orang-orang marga Simanullang
3. Raja Soambaton Sagala menjadi Sorimangaraja XCI
4. Sorimangaraja CI (ke-101) 1816 M dengan nama Syarif Sagala. Sudah Masuk Islam

Dinasti ini berdiri di pusat tanah Batak, Sianjur Sagala Limbong Mulana (SSLM) sejak berabad-abad SM dan kemudian berkembang di tanah Batak selatan atau Mandailing, Angkola dan Natal.
Pada fase 1000 SM – 1510 M, dari ibukotanya di SSLM, dinasti Sorimangaraja memerintah selama 90 generasi dalam sebuah bentuk kerajaan teokrasi, Rajanya bergelar Datu Nabolon.

Dinasti ini pernah mengalami guncangan politik dalam negeri yang hebat saat pihak komunitas Batak di Simalungun memisahkan diri pada tahun antara 600-1200 M dan mendirikan Kerajaan Nagur yang menjadi fondasi terhadap kesultanan Islam di tanah Batak perbatasan Aceh dan di Aceh sendiri.
Pada tahun 1510, pemerintahan Sorimangaraja XC dikudeta oleh orang-orang marga Si Manullang. Informasi ini didapat dengan menganalisa legenda dan cerita rakyat di Kerajaan Dolok Silo di Simalungun yang menyebutkan bahwa Dinasti Sorimangaraja dikudeta oleh orang-orang marga Simanullang hanya dua tahun paska kemenangan Sultan Aceh yang pertama dalam mengalahkan Raja Haru Wampu yang ke-14.

Orang-orang marga Simanullang sempat berkuasa di tanah Batak pada tahun 1510-1550 M, Namun akhirnya kekuasaan mereka redup dan digantikan oleh Dinasti Sisingamangaraja. Kekuasaan orang-orang marga Simanullang direbut oleh seorang Datu marga Sinambela.
Dinasti Sisingamangaraja sendiri memerintah percis dalam tahun-tahun yang sama dengan pemerintahan Dinasti Sultan Ali Mughayat Syah (1513-1904 M).
Saat kejatuhan dinasti Sorimangaraja, mereka kemudian, pindah ke tanah Batak Selatan. Di sana mereka berusaha untuk menampilkan kembali kejayaan mereka yang dulu. Mereka sangat disegani oleh raja-raja lokal di Tapanuli Selatan sekarang ini.

Raja Soambaton Sagala menjadi Sorimangaraja XCI. Dia migrasi ke selatan melewati tanah Batak yang aman dalam kekuasaan Dinasti Hatorusan (Pasaribu) dan Dinasti Pardosi.
Pada tahun 1816, Sorimangaraja CI (ke-101) menjadi pemeluk agama Islam dengan ajakan Raja Gadumbang. Dia mengucapkan syahadat dan mengganti namanya menjadi Syarif Sagala. Pada tahun 1834, hegemoni raja-raja Batak yang menjadi kaum adat mendapat tantangan dari kaum Padri yang berasal dari Sumatera Barat.

Suku Batak

Wilayah Tanah Batak


Sumber Sorimangaraja

– Sejarah Dinasti Sorimangaraja: http://togadebataraja.blogspot.co.id/2011/06/dinasti-sagala-sorimangaraja.html
Sejarah Dinasti Sorimangaraja: http://forum.detik.com/showpost.php?p=7659047&postcount=159
Sejarah Dinasti Sorimangaraja: http://batak-people.blogspot.co.id/2013/04/dinasti-dinasti-batak.html

– Sejarah negeri Bakkara: http://haposanbakara.blogspot.co.id/2012/06/tiga-dinasti-kerajaan-di-tanah-batak.html
– Sejarah negeri Bakkara: http://humbahas.blogspot.co.id/2006/08/dinasti-dinasti-batak.html


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s