Hila, negeri / P. Ambon – prov. Maluku

Negeri Hila berteung Uli Halawan, terletak di pulau Ambon, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, tepatnya di sebelah utara Pulau Ambon, prov. Maluku.
Negeri ini beragama islam.

Lokasi pulau Ambon

———————-

Lokasi negeri Hila di P. Ambon


Foto raja-raja negeri di Maluku yang ada sekarang

Untuk foto raja-raja, klik di sini


Video negeri Hila

* Video Cakalele Kapitan Hitumessing di Negeri Hila, 2017: link
* Video Cakalele negeri Hila, 2016: link
* Video di balik kesakralan Acara Adat di Negeri Hila: link


Foto Maluku

* Foto Ambon masa dulu: link
* Foto Maluku masa dulu: link
* Foto Baileo di Maluku: link
* Foto tarian Cakalele: link
* Foto situs kuno di Maluku: link


Nederlands (bah. belanda)

Algemeen

* Klik Molukken en Nederland voor:
– lijsten met marga’s en negeri’s,
– zoekmachine voor marga’s,
– informatie over Molukkers in Nederland en molukse onderwerpen.


NEGERI HILA

Raja negeri Hila

Sept. 2017: Warga tolak pelantikan raja negeri Hila.
Keturunan Raja atau Upu perintah berasal dari matarumah Lating.
Para kapitan berasal dari mata rumah Kapitanhitu. Raja dibantu oleh para Kepala Soa dari masing-masing Soa yaitu dari matarumah Tatisina, Ollong, Elly, dan Selang.
Tempat-tempat keramat adalah Negeri lama Wawane, Masapol dan Batu Pata. Labuhan negeri adalah Nahaita dan mata air Uhaya dan Wailoiu.


Sejarah Negeri Hila

Rumphius mencatat bahwa Hila atau disebut pula Hitu Baru semula mendiamipantai yang belum ada oenduduknya yaitu suatu daratan rendah yang terletak kira-kira 2 mil sebelah barat dari negeri Hitu lama dan dipimpin oleh Thealaa. Kemudian Kapitan Hitu yang pertama dengan negerinya meninggalkan Hitu lama dan datang berdiam di tempat ini.

Dengan datangnya orang-orang Portugis yang juga berusaha menduduki wilayah pantai ini , maka orang-orang Hitu dan Kakiali mundur ke daratan dan berdiam di bukit dekat Kaitetu. Dari sini mereka diperangi oleh orang-orang Portugis dibawah pimpinan Andre Furtado, tetapi setelah wilayah Hitu dikuasai orang-orang Belanda dan orang-orang Portugis sudah terusir maka orang-orang Hitu kembali ke tempat kediaman mereka semula, dan kapitan Hitu dengan 2 kampung Olon dan Sopele kembali ke hitu dan mendirikan tempat tinggal pada sebuah tempat datar kira-kira sejauh tembakan senapan dari tepi pantai, sebelah timur dari sungai Walohi, di pantai dimana kompeni Belanda mendirikan sebuah loji kayu yang nantinya menjadi pusat pemerinthan Belanda di tanah Hitu.

Tahun 1640 kampung Mossapal dan kedua kampong lainya tidak disatukan lagi karena Kakiali dan sebagian penduduk telah menyingkir ke gunung Wawane (karena peperangan dengan Belanda). Pada waktu peperangan dengan Kakiali maka pada tahun 1637 gubernur Jan Ottes telah mendirikan loji batu (yang dahulunya kayu) dan Demmer membangunya lebih besar menjadi benteng batu. Arnold de Vlaming kemudian memperluas benteng ini dengan mengelilinginya dengan tembok batu berbentuk empat persegi dan benteng ini dinamakan Fort Amsterdam.

– Sumber: http://fithatyho.blogspot.co.id/

Ambon 1667


Baileo negeri Hila

Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara. Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja. Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.
Lantai baileo dibuat tinggi karena dipercaya agar roh-roh nenek moyang memiliki tempat dan derajat yang tinggi dari tempat berdirinya masyarakat. Dan agar masyarakat tahu permusyawaratan yang berlangsung di balai.
– Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_baileo

Warga Negeri Hila menggelar prosesi adat pemasangan ate poput atau atap pamali Rumah Pusak, april 2017


Fam, SOA dan Pela / Gandong negeri Hila

1) SOA dan Fam

Negeri Hila terdiri atas empat bua soa dengan mata rumah atau rumah:

Soa Lating
Kapitanhitu
Lating
Tatisina
Mahu
Launura
Anjarang
Hatalah

Soa Ollong
Ollong
Ulema
Hakia

Soa Totohatu
Elly
Tomu
Selang

Soa Selang
Uluelang
Sopalauw

– Sumber: http://fithatyho.blogspot.com/2012/03/sejarah-negeri-hila.html

2) Pela dan Gandong
Negeri Hila pela dengan negeri Wakal, Hative Besar dan Hative Kecil.


Cari nama Fam SOA, pela, gandong, klik di sini


Subjek penting budaya Maluku

1) Penjelasan Baileo negeri Maluku: klik di sini
2) Foto foto Baileo di Maluku: klik di sini
3) Penjelasan Pela dan Gandong, klik di sini
4) Penjelasan Panas Pela, klik di sini
5) Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri Maluku, klik di sini
6) Penjelasan Fam, marga dan SOA, klik di sini

Masjid tua negeri Hila

Masjid tua negeri Hila


Benteng Amsterdam

Benteng Amsterdam Benteng yang dibangun ratusan tahun lalu ini terletak sekitar 42 kilo meter dari kota Ambon. Tepatnya di wilayah Negeri Hila, kecamatan Leihitu, kabupaten Maluku Tengah, propinsi Maluku.
Benteng yang berbentuk segi empat tersebut seperti bangunan rumah biasa oleh karenanya orang-orang Belanda menyebutnya ‘Block Huis’. Benteng Amsterdam memiliki tiga lantai dengan masing-masing lantai memiliki manfaat sendiri-sendiri.
Bagian paling atas merupakan menara pengintai. Setiap dinding memiliki jendela dengan bentuk lengkung di atasnya dan memiliki daun jendela yang terbuka lebar agar udara segar mengalir dengan bebas dan cahaya matahari memberikan penerangan di siang hari. Atap yang berwarna merah adalah hasil renovasi bukan seperti aselinya.
– Sumber: https://travel.detik.com/dtravelers_stories/

Benteng Amsterdam, negeri Hila


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku 1640 (Gilolo = Halmahera)


Sumber Negeri Hila

– Sejarah Negeri Hila: http://fithatyho.blogspot.co.id/
Struktur masyarakat dan pemerintahan Negeri Hila: http://fithatyho.blogspot.co.id/2012/03/sejarah-negeri-hila.html
– Tentang negeri Hila: https://travel.kompas.com/read/


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: