Senembah, Urung Senembah, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Deli Serdang

Kerajaan Urung Senembah terletak di Sumatera, prov. Sumatera Utara kab. Deli Serdang.

Lokasi kab. Deli Serdang


Tentang raja sekarang (2020)

Pemangku Adat / Raja Urung Senembah, Wan Chaidir Barus (baju batik) bersama masyarakat saat membahas di Medan beberapa waktu lalu. (2016)

Afbeeldingsresultaat voor Kerajaan Urung Senembah


Sejarah kerajaan Urung Senembah

Ada 4 kerajaan Karo yakni:
* Kerjaan Sepuluh Dua Kuta yang didirikan merga Sembiring Pelawi,
* Kerajaan Urung Sukapiring didirikan Karo Sekali atau Sembiring,
* Kerajaan Urung Sunggal didirikan merga Surbakti, dan
* Kerjaaan Urung Senembah yang didirikan merga Barus.

Empat kerajaan Karo, termasuk Kerajaan Urung Senembah ini dulunya adalah kerajaan yang berhak melantik Sultan. Jadi Kesultanan Deli itu bagian dari Karo.

Kerajaan Urung Senembah didirikan dan berajakan Raja Urung bermerga Karo-karo Barus, yang sebelum mendapat pengaruh Islam bergelar Perbapan Urung.

Didalam perkembangannya selanjutnya, karena letak geografis yang berada pada perbatasan Deli dan Serdang serta potensi ekonomi yang dimilikinya, maka Senembah sering menjadi daerah perebutan antara Kesultanan Deli dengan Kesultanan Serdang.

Tahun 1882, pemerintah kolonial melalui Residen Schiff melakukan politik adu domba dengan membagi Senembah menjadi 4 kejuruan :

1. Daerah Medan Senembah dikepalai Wan Kolok.
2. Daerah Patumbak dikepalai Wan Sulong Bahar.
3. Daerah Sigaragara dikepalai Wan Sulong Mamat.
4. Daerah Namu Surau dikepalai Sibayak Amat.

Pembagian ini tidak berjalan secara efektif, sehingga Belanda kemudian memodifikasi perjanjian tersebut dengan membagi 2 daerah Senembah menjadi :

1) Senembah Serdang, yang beribu kota di Sei Bahasa dengan daerahnya di Tadukan Raga/Sei Bahasa dan Medan Senembah.
2) Senembah Deli, yang beribu kota di Patumbak dengan daerahnya Patumbak, Sigaragara dan Namu Surau.

Afbeeldingsresultaat voor Raja Urung Senembah, Wan Chaidir Barus


Daftar Raja Urung Senembah

Menurut terombo yang ada pada keluarga Senembah, Raja-Raja Senembah Adalah, sbb:

1) Raja Si Pultak Barus Siberas Sutan Mangedar Alam Harimau Putih. Raja Urung Senembah ke I Berkuasa (1580-1620 M)
2) Taharim gajah Menta Barus Raja Urung Senembah ke II (1620-1665 M )
3) Meuraksa Barus Raja Urung Senembah ke III (1665-1671 M)
4) Bedah Sari Barus Raja Urung Senembah ke IV (1671-1720 M)
5) Pintosari Barus Raja Urung Senembah ke V (1720-1730 M )
6) Ranjuna Barus Raja Urung Senembah ke VI (1730-1780 M )

A Kerajaan Urung Senembah Patumbak/Tandukan Raga

7) Raja Kamaludin Barus (1780-1856 M)
8) Syahdewa Barus (1856-1871 M)
9) Wan Abdul Rahman Barus (1871-1912 M)
10) Wan Muhammad Yatim Barus (1912-1932 M)
11) Wan Muhammad Salim Barus (1932-1945 M)

Pemangku adat masyarakat Karo Patumbak

12) Wan Salim Barus (1945-1983 M)
13) Wan Bukhori Muslim Barus(1983-2012 M)
14) Wan Chaidir Barus (2013- Sekarang)

B Kerajaan Urung Senembah Tanjung Muda/ Serdang

Kerajaan ini terbentuk akibat perpecahan saat terjadi perang Kesultanan Serdang dibantu Aceh dengan Kesultanan Deli dibantu Siak, sehingga Memecah Kerajaan Urung Senembah dan membentuk kejeruan baru yang terletak di Tanjung Muda Serdang. Dengan Raja-rajanya, sbb:

1) Sutan Saidi Barus Raja Kejeruan Seri Diraja Serdang I (1810-1855 M )
2) Sulong Bahar Barus (1855-1893 M)
3) Wan Haji Abdul Kadir Barus (1893-1915 M)
4) Wan Heffen Barus Raja Urung Senembah Sri Diraja Serdang ke IV (1915-1963 M)
5) Wan Chaidir Barus Raja Urung Senembah Sri Diraja Serdang ke V (2016-Sekarang)


Perang Tanduk Benua (1872 – 1895)

Perang Tanduk Benua adalah perang antara suku Karo melawan kolonialis Belanda dibawah kepemimpinan datuk Sunggal. Perang itu terjadi karena sultan Deli menjual tanah ulayat suku Karo kepada kolonialis Belanda untuk digunakan sebagai perkebunan tembakau. Tembakau Deli sangat terkenal di Eropah sebagai pembalut cerutu.
Kolonialis Belanda dan antek2nya sultan Deli menikmati keuntungan besar sehingga mampu membangun istana Maimoon; sementara rakyat Karo pemilik tanah bukan saja dirugikan tetapi juga ditindas, dibunuh, dihukum dituduh ekstrimis.
Perang Tanduk Benua akan diseminarkan paling lambat awal Desember 2018. Perang Tanduk Benua tidak semata-mata mengungkap heroisme Karo tetapi juga memperjelas identitas dan marwah kalak Karo Melayu yang selama ini enggan mengaku dan ber-leluhurkan kalak Karo. Perang Tanduk Benua selain melibatkan rakyat dari 4 (empat) urung yaitu : 1.Urung Senembah 2.Urung Sunggal 3.Urung Sukapiring dan 4.Urung Hamparan Perak juga melibatkan kalak Karo dataran tinggi dalam keterkaitan kekerabatan (kinship). Tak kurang 3 (tiga) ekspedisi militer Belanda dikerahkan untuk memadamkan Perang Tanduk Benua yang merenggut banyak korban jiwa.


Rumah Peninggalan Kerajaan Urung Senembah

Sebuah peninggalan bersejarah yang terletak di Desa Patumbak (Kecamatan Patumbak, Deliserdang), tepatnya di pinggir jalan Pertahanan No.120 Simpang Kampung Karo, saat ini masih berdiri kokoh. Bangunan ini berusia sudah cukup tua. Berdiri di lahan kurang lebih 2 ha, memiliki kolam di bagian belakang rumah.
Dahulu, di atas kolam tersebutlah rumah adat Karo yang dibangun pada zaman Kerajaan Haru. Namun, pada tahun 1958 direnovasi dan dipindahkan ke depan (lokasi sekarang). Renovasi sendiri dilakukan oleh keturunan dari pemangku adat Urung Senembah yang bermerga Barus.
– Sumber: http://kerajaanurungsenembah.blogspot.com/2018/04/foto-rumah-peninggalan-urung-senembah.html


Sumber

– Sejarah kerajaan Senembah: https://id.wikipedia.org/wiki/Urung_Senembah
– Sejarah kerajaan Senembah: https://plantersclub.blogspot.com/2012/12/senembah-maatschappij-tropical-diseases.html
– Sejarah kerajaan Senembah: https://medan.tribunnews.com/2016/12/20/empat-kerajaan-karo-pernah-bertugas-melantik-sultan
– Perang Tanduk Benua (1872 – 1895):  https://www.facebook.com/asaldaanusul/photos/a.517132241992960/715128218860027/?type=1&theater
– Rumah peninggalan kerajaan Senembah: http://kerajaanurungsenembah.blogspot.com/2018/04/foto-rumah-peninggalan-urung-senembah.html