Poso, sejarah kerajaan2 wilayah Poso / Prov. Sulawesi Tengah

Wilayah Poso terletak di prov. Sulawesi Tengah.
Sejarah Poso dimulai sejak zaman batu hingga zaman megalitikum. Wilayah ini telah mengalami berbagai peristiwa penting pada awal abad ke-20, sebelum bergabung ke dalam wilayah Indonesia, sebagai salah satu daerah administratif, Kabupaten Poso.

Lokasi Poso, prov. Sulawesi Tengah, sekarang


* Foto foto kerajaan-kerajaan di wilayah Poso: link


Baca juga

* Kekuasan kerajaan di wilayah suku-suku To Poso: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/poso-kerajaan-kerajaan-di-wilayah-poso-sulawesi/kekuasan-kerajaan-di-wilayah-suku-suku-to-poso/
* Kerajaan Poso: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/kerajaan-poso/
* Daftar kerajaan di wilayah Poso: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/poso-kerajaan-kerajaan-di-wilayah-poso-sulawesi/
* Suku Poso (Pamona): https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/suku-suku/sulawesi/suku-pamona-wilayah-poso-prov-sulawesi-tengah/


Sejarah kerajaan2 wilayah Poso

Baca juga: Kerajaan-kerajaan di wilayah Poso: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/poso-kerajaan-kerajaan-di-wilayah-poso-sulawesi/

Sejak zaman batu hingga zaman megalitikum. Pada saat itu, masyarakat adat Pekurehua di Watutau telah hidup dan menetap secara turun temurun di wilayah Watutau. Hal tersebut ditandai dengan adanya bukti peninggalan purba, di antaranya guci yang terbuat dari tanah yang dijadikan peti mati yang dalam Bahasa Bada disebut dengan Kori Bengki. Di wilayah lembah Lore, terdapat sekitar 400 patung granit megalitik, yang menurut berbagai penelitian arkeologi diperkirakan berasal dari 3000 SM hingga tahun 1300. Patung-patung ini memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari beberapa sentimeter hingga sekitar 4,5 meter (15 ft). Tujuan dibuatnya patung-patung ini masih belum dapat dijelaskan. Sekitar 30 patung megalitik berbentuk seperti manusia, sedangkan yang lainnya dalam bentuk pot besar (Kalamba) dan piring batu (Tutu’na).

Pada mulanya penduduk yang mendiami daerah Poso berada di bawah kekuasaan Pemerintah Raja-Raja yang terdiri dari Raja Poso, Raja Napu, Raja Mori, Raja Tojo, Raja Una Una, dan Raja Bungku yang satu sama lain tidak ada hubungannya.
Keenam wilayah kerajaan tersebut di bawah pengaruh tiga kerajaan, yakni : Wilayah Bagian Selatan tunduk kepada Raja Luwu yang berkedudukan di Palopo, sedangkan Wilayah Bagian Utara tunduk dibawah pengaruh Raja Sigi yang berkedudukan di Sigi (Daerah Kabupaten Donggala), dan khusus wilayah bagian Timur yakni daerah Bungku termasuk daerah kepulauan tunduk kepada Raja Ternate.
Sejak Tahun 1880 Pemerintah Hindia Belanda di Sulawesi Bagian Utara mulai menguasai Sulawesi Tengah dan secara berangsur-angsur berusaha untuk melepaskan pengaruh Raja Luwu dan Raja Sigi di daerah Poso.
Terbagi Dua
Pada 1918 seluruh wilayah Sulawesi Tengah dalam lingkungan Kabupaten Poso yang sekarang telah dikuasai oleh Hindia Belanda dan mulailah disusun Pemerintah sipil. Kemudian oleh Pemerintah Belanda wilayah Poso dalam tahun 1905–1918 terbagi dalam dua kekuasaan pemerintah, sebagian masuk wilayah Keresidenan Manado yakni Onderafdeeling (kewedanan) Kolonodale dan Bungku, sedangkan kedudukan raja-raja dan wilayah kekuasaanya tetap dipertahankan dengan sebutan Self Bestuure-Gabieden (wilayah kerajaan) berpegang pada peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Belanda yang disebut Self Bestuure atau Peraturan adat Kerajaan (hukum adat).
Pada 1919 seluruh wilayah Poso digabungkan dialihkan dalam wilayah Keresidenan Manado di mana Sulawesi tengah terbagi dalam dua wilayah yang disebut Afdeeling, yaitu: Afdeeling Donggala dengan ibu kotanya Donggala dan Afdeeling Poso dengan ibu kotanya kota Poso yang dipimpin oleh masing-masing Asisten Residen.
Sejak 2 Desember 1948, Daerah Otonom Sulawesi Tengah terbentuk yang meliputi Afdeeling Donggala dan Afdeeling Poso dengan ibuk otanya Poso, yang terdiri dari tiga wilayah Onder Afdeeling Chef atau lazimnya disebut pada waktu itu Kontroleur atau Hoofd Van PoltselykBestuure (HPB).

Untuk lengkap:

* Periode Raba: https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Poso#Periode_Raba
* Abad pertengahan: https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Poso#Abad_pertengahan
* Protektorat kerajaan, abad ke-18: https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Poso#Protektorat_kerajaan
* Pemerintah Hindia Belanda, abad ke-19 dan awal abad ke-20: https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Poso#Pemerintahan_Hindia_Belanda
* Pasca kemerdekaan: https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Poso#Pasca_kemerdekaan

Kerajaan Luwu pada puncak kejayaannya, mengklaim wilayah Poso.
Poso di bawah kekuasaan Luwu 1600—1897.