Bontobahari, kerajaan2 di wilayah Bontobahari / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Bulukumba

Wilayah Bontobahari terletak di Prov. Sulawesi Selatan, kab. Bulukumba.

Wilayah Bontobahari terdiri dari kerajaan lama Ara, Bira, Lemo-Lemo dan Tanahberu.
Dekatnya ikatan kekerabatan dan pertukaran ekonomi mengaitkan empat wilayah kuno ini. Seluruhnya sangat bergantung pada laut mata pencaharian; Ara dan Lemo-Lemo mengandalkan nyaris hanya pada pembuatan perahu, sementara Bira dan Tanaberu pada perdagangan dan penangkapan ikan jarak jauh, dan kaum perempuan Bira juga memproduksi tekstil katun berkualitas tinggi.

Lokasi kabupaten Bulukumba


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto istana kerajaan2 di Sulawesi: link


SEJARAH BONTO BAHARI

Secara historis kerajaan Konjo pesisir paling utara adalah kerajaan Kajang. Di jantung Kajang terdapat sebuah desa yang di sebut Tana Toa,”negeri tua“, terkenal sebagai sebuah tempat bercokolnya kekuatan mistik yang kuat. Desa ini di pimpin oleh “Amma Toa’’ “ayah tua“. Tokoh ini di kelilingi banyak kisah mistik, yang di percaya sebagai reinkarnasi Amma Toa sebelumnya. Kandidat yang berhasil menggatikan Amma Toa sebelumnya di pilih lewat proses panjang dan rumit. Serangkaian pertanda (seekor kerbau, ayam jantan, dan asap dupa) seluruhnya harus menunjuk pada kandidat yang sama, yang kemudian harus mampu menuturkan serangkaian mitos dan silsilah tanpa cacat dan tanpa perlu mempelajarinya.
Di selatan kerajaan Kajang, kerajaan kuno Hero dan Lange-lange telah di satukan dalam kerajaan Herlang. Keduanya dalam banyak hal masih berada di bawah pengaruh kerajaan Kajang yang jauh lebih besar, dan serta turut dalam pemujaan yang di pimpin oleh Amma Toa ( Usop, 1985).

Di selatan kerajaan Hero dan kerajaan Lange-lange terdapat kerajaan Tiro, kerajaan Batang dan kerajaan Tangnga yang merupakan kerajaan kuno pedalaman. Seluruhya di gabungkan dalam kecamatan Bonto Tiro pada tahun 1960-an.
Kerajaan Tiro jauh lebih besar di banding kedua tetangganya, dan terdiri dari tujuh bagian. Masing-masing bagian di pimpin oleh seorang pejabat dan gelar berbeda, merunut hierarkinya adalah sebagai berikut: Lompo, ’sang agung’ Erelebu, Gallarang yang bergelar Kalumpang; anrong tau, ibu rakyat, Caramming; kapala’kepala’ Hila-hila; Macoa “yang lebih tua” diperbatasan selatan Kalumpang, dan di tenggara Caramming, jadi ikatan terdekat Ara dengan Tiro adalah dua pemukiman ini.

Di selatan Bonto Tiro terdapat kecamatan Bontobahari ,”negeri laut “.
Bontobahari terdiri dari kerajaan lama kerajaan Ara, kerajaan Bira, kerajaan Lemo Lemo dan kerajaan Tanah Beru. Dekatnya ikatan kekerabatan dan pertukaran ekonomi mengaitkan empat wilayah kuno ini. Seluruhnya sangat bergantung pada laut mata pencaharian; Ara dan Lemo-Lemo mengandalkan nyaris hanya pada pembuatan perahu, sementara Bira dan Tanaberu pada perdagangan dan penangkapan ikan jarak jauh, dan kaum perempuan Bira juga memproduksi tekstil katun berkualitas tinggi.


DAFTAR DAN SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI WILAYAH BULUKUMBA

Di wilayah Bulukumba suku besar adalah Suku Konjo. Untuk Suku Konjo, klik di sini.
Untuk daftar dan sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Bulukumba, klik di sini.

Wilayah Bulukumba paling selatan (Bantaeng). Peta tahun 1775 M.

Sulawesi Selatan


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: