Samasundu, Pappuangan / Prov. Sulawesi Barat – kab. Polewali Mandar

Pappuangan Samasundu adalah pappuangan di daerah inti kerajaan Balanipa.

Kerajaan Balanipa: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/kerajaan-balanipa/

Lokasi Balanipa


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


PAPPUANGAN SAMASUNDU

Sejarah Pappuangan Samasundu

Sebelum terbentuknya Kerajaan Balanipa, Banua Kaeang Napo (Negeri Besar Napo) sudah lama dihuni oleh manusia yang dipimpin oleh para Tomakaka. Dari Tomakaka berubah menjadi sistem pemerintahan pappuangan.

1) Appeq Banua Kaiyyang: empat negeri besar,
2) Annang Banua Manassa: enam negeri otonom, dan
3) Daerah khusus atau pusat kerajaan Balanipa.

Appeq Banua Kaiyyang (empat negeri besar), daerah inti Kerajaan Balanipa terdiri atas:
– Banua Kaiyyang Napo,
Samasundu,
– Mosso, dan
– Todang-Todang.

Banua Kaeang Samasundu sudah lama dihuni oleh tomanurung yang perkampungannya disebut Kappung Samparaya.
Konon dahulu kala Djuranga (Puang Dipangale) mencari sebuah pemukiman yang bagus. Saat dalam perjalanan sampailah disebuah tempat lalu beristirahat bersama pengawalnya, terlihat olehnya gelombang ombak menghempas pantai, beliau berkata disinilah tempat yang lebih baik, kita tidak akan lagi susah (andiammi tau sundu-sunduan). Saat anjing pengawalnya nampak basah dihidungnya sebagai pertanda ada sumber air disekitarnya maka beliau memutuskan untuk tinggal ditempat itu selamanya.
Ketika saudara putri Puang Dipangale menikah dengan putra Arung Paria (kerajaan tetangga), lahirlah seorang putra yang diangkat menjadi Pappuangan Samasundu dengan sapaan Puang Dicamba. Dengan demikian genaplah dua orang pemangku adat Pappuangan Samasundu yang selanjutnya disebut Pappuangan Samasundu Pangale dan Pappuangan Samasundu Camba.
Pappuangan Samasundu dibantu oleh beberapa perangkat adat (bali ada’) yakni; tomawueng sebanyak empat orang (tomawueng lambe-lambe, tomawueng galu-galung, tomawueng sumael, dan tomawueng Ipil), seorang Ponggawa, seorang Annangguru joa pa’burasang, seorang pa’goro, se.


Sumber

– Pappuangan Samasundu: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=364668147811435&id=290529188558665&__tn__=K-R
– Pappuangan Samasundu: http://mandarnews.com/2018/08/29/wilayah-kekuasaan-kerajaan-balanipa/
– Kerajaan Balanipa: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/kerajaan-balanipa/


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: