Raja Manee Binilang dan Raja Larenggam, kerajaan Arangkaa

Sumber:  https://www.facebook.com/notes/explore-porodisa/kusioner-tokoh-sejarah-desa-arangkaa/177002799079941/


KUSIONER TOKOH SEJARAH

Dengan menghayati, mengamalkan dan melaksanakanmotto,, SUATU BANGSA YANG BESAR IALAH BANGSA YANG MENGHORMATI dan MENGHARGAI JASA PARA PAHLAWANNYA, makadengan ini, saya JANPIT MALADO  warga Negara kestuan Repoblik  idononesia, Putra asli arangkaa yang

Lahir pada tanggal31 januari 1947 di kampung arangkaa kecamtan Gemeh kabupaaaten kepulauan Talautd propinsi  sulawesi utara menuliskan Kusioner Tokoh sejara MANEE BINILANG  ( 1851-1890) dan LARENGGAM SUMALLE (1891-1893) sebagai raja kerajan Arngkaa.

  1. 1.     Raja Manee Binilang

Latar belaka terjadiya penyerangan, sesuai hasil keputusan musyawarah Raja Manee Binilang bersama-sama Tua-Tua Adat kerajaan Arangkaa dari bunee, Taruan, Arangkaa, Geme dan Taturan pada tanggal 3 maret 1889 yaitu tidak mau di jajah oleh belanda.

  1. A.   Jalanya petistiwa\ perlawanan

Berangkat dari Arangkaa berjalan melalui darat karakelang timur sampai dikiama lalu meyebrang selat kelirung

Pimpinan: raja Manee Binilang

Pengikut: 1. Matoha

  1. Mayampo
  2. Mama lompi
  3. Nebuntu
  4. Rellu
  5. Rameda
  6. Mangindano
  7. Regang
  8. Lamber
  9. Panahal

 

Kembali ke Arangkaa melalui karakelang bagian barat berjalan kaki (dari Melonguane sampai Beo) lalu berputar kembali berjalan  ke karakelang timur (Rainis) sampai di Arangkaa.

  1. B.   Akibat peristiwa/ perlawanan

– Talaud selatan mengakui keperkasaan dan keberanian raja kerajan

Arangkaa Manee Binilang,

– Raja kerajaan Arangkaa Manee Binilang sakit sementara diperjalana akibat luapan  a

–  mara tidak bertemu Leidemer gesahebber penjaja Belanda di lirung sampai mengkibatkan kematianya di Arangkaa 10 November 1890.

  1. C.   Biografi
    1. 1.     KELURGA
      1. Nama
        1. Nama kecil       :        Manee
        2. Nama lengkap  :         manee Binilang
        3. Kelahiran
          1.  Tempat dan tanggal lahir: Arangkaa 1 Maret 1855
          2. Keadaan tempat kelahiran: 35 LU dan 45 BT
          3. Agama
          4. Nama orang tua
            1.  Nama lengkap ayah: Rengkeng Binilang
            2. Nama lengkap ibu: Wau
            3. Tempat kelahiran:  Arangkaa

5       Jumlah anggota keluarga: 1(satu) orang

6.  kesan –kesan yang baik. Dalam hubungan keluarga

a. Ayah      :   rajin dan jujur

b. Ibu         :   rajin dan jujur

c. Kake dan Nenek  :  rajin dan jujur

d. saudara sekandung  :  rajin dan jujur

e. Paman dan Bibi    :    rajin dan jujur

f. saudara sepupu  :   jujur dalam pergaulan

II. RIWAYAT PENDIDIKAN

-Pendidikan lingkungan keluarga

-Pendikan lingkungan masyaraka

III.Memasuki kehidupan berkeluarga       

  1. Pertemuan dengan calon isteri: 05 Juli 1885
  2. Detik-detik pernikahan: meriah dan hikmat
  3. Jumlah anak: 1(satu) orang(Adrian rumenta Binilang)
  4. Cita-cita keluarga: Hidup damai dan rukun

IV. Riwayat Pekerjaan

  1. Mulai 1 Mei 1879-31 Disember 1850 sekertariat kerajaan Arangkaa
  2. 1851-1890 menjadikerajaan raja  Arangkaa dan Panglimanya Larenggam Sumalle.
  3. Kesan suka dan duka yang berhubungan dengan pekerjaan rakyat patu pada peraturan yang disepakati dalam musyawara.

Sedangkan duka adalah kegagalan menyerbu Kolonial Belanda di Lirung karena pada waktu penyerangan tersebu Kolonial Belanda

LeidemerGasaebber suda lari ke Manado.

V. Riwayat Perjuangan

Membantu pelaksana tugas  raja Kerajaan Arangkaa Tawoe (1810-1851) dengan penuh  tanggungjawab.

VI. Hasil Kerja

Selalu Sukses sehingga pada waktu raja Tawoeda meninggal, pada tahun 1851 dinobatkan sebagai raja kerajaan Arangkaa.

 

 

 

 

  1. 2.      RAJA LARENGGAM SUMALEL
    1. A.   Latar Belakang Terjasdinya Peristiwa/ Perlawanan Sejarah

Keteguan hati raja Larenggam atas cita-cita pendahuluanya, seperti raja Manee yang tidak ingin negeri kerajaan yaitu, Arangkaa dibawa penjajah, mebuat raja Larenggam menolak permintaan Belanda untuk meletakannya jabatanya sebagai raja dan menyerahkan seluruh wilaya kekuasaanya serta menerima tugas sebagai Jogugu. Hal ini menyebapkan kemarahan kolonial Belanda yang ada di Lirung sampai pada meletusnya perang Arangkaa melawan Belanda dan etak-etaknya.

  1. B.   Jalanya Peristiwa/ perlawanan Sejarah  

Perang kerajaan Arangkaa yang dikomandoi oleh raja Larenggam terjadi pada pada 23 juli 1893, khususnya di kampung Arangkaa sebagai ibukota kerajaan serta di kampung Taruan dan Bune. Perlawanan terhadap kolonial Belanda ini berlangsung sangat sengit, sampai gugurnya raja lareggam dan beberapa komandan serta pasukan – pasukan kerajaan  arangkaaa

  1. AKIBAT PERISTIWA/PERLAWANAN SEJARAH
    1. Orang –orang yang gugur
      1. Larenggam sumalle (raja kerajaan arangkaa)
      2. Binilang komandan pasukan II yang di tugaskan untuk menghalang pasukan belanda apabila pasukan I gagal dan gugur dalam menghadang belanda di tepi pantai
      3. Rellu (komandan pasukan III)
      4. Tatulu (komandan pasukan IV)
      5. Rameda (komandan pasukan V)
      6. Nebuntu (Komandan pasukan VI )
      7. Yang luka parah
        1. Mayampo komandan pasukan I
        2. Orang – orang yang di buang
          1. Di lirung

-. Adrian rumenta binilang (putra raja mannee)

-. Petrus taawoeda ( putera raja larenggam )

 

1. di makasar

Panahal

2. Di timor ( kupang )

Lamber 3. Di ambon

Paulus taawoeda

  4. Di essang

H taawoeda

Isak  5. di ensem

Liu pandita 6. Di sambuara

Maarial

Johan bentian 7. di ambia

12 rumahtangga 8. Di batumbalango

D. Anae 9. Di kuma

-. Basaen (lores anae)

-. Yunus (ropa)

-. K manoi

-. D magindano

-. L aringanen

-. Matuli

-. Lalesa

-. Estepanus bahiu

-. Regang

-. Marabata

-. Habel (mayampo)

-. Barnabas

-. Herman

-. Lalade (lura)

 

 

d. milik rakyat arangkaa yang di bawah penjajah belanda ke lirung

1. 12 buah lantaka/senjata kecil besar

2.15 buah gong

3. 102 kulinmtang kuningan

4. 16 lusin piring tua

5. 14 buah sampan

6. 100 piawan sama besar]

7. 23 padi bau sama besarnya

8. 80 rinti tempat pinang

9. 100 angkuma seragam

10. 196 piring biasa beragam warna

11. 100 blek padi hangus

12. 36 belk kacang tanah dan kacang hija

sebaai penghargaan terhadap perjuangan raja larenggam ketika bung hatta sebagai wakil presien ri yang kala itu mengunjungi pulau – pu;lau perbatasan,pada tanggal 23 desember 1951 bersiarah ke makam raja larenggam.di makam tersebut bung hatta mengajak rombongan dan masyarakat talaud untuk mengheningkan ciptan .selanjutunya bung hatta memeberikan amanat yang antara lain mengatakan bahwa :“ raaja larenggam telah berbuay telah berjuang,dan perjuanganya itu tidak di lupoakan malah di hargai oleh pemimpin bangsa dan banmgsanya itu sendiri yaitu bangsa indonesia.

Selanjutunya pada tahun 1970 yuda tindas sebvagai bupati kepulauan sangiuhe dan talaud bersama tomas binilang  sebagai pembantu / penghubung bupati talaud dengan kapal perang indonesia K.M windu datang di arangkaa salah satu tempat peristuwa berdarah di kepulauan talaud.sebagai ambang pergerakan kemerekaan dalam rangkaian perjuangan bansa indonesia menghalau penjajah dibumi pertiwi ini.dalam kunjumgan tersebut bupayi bersama rombongan bersiarah dan mengheningkan cipta serta menaburkan bunga di makam raja larenggam sumalle dan di go manee tempat tengkorak komandan pasukan kerajaan arangkaa yang gugur melawan penjajah belanda.bupatti kepulauan sangihe dan talaud yuda tindas memberikan pengarahan dan pesan “ jiwa patriotisme raja larenggam meski tetap di tumbuh kembangkan oleh generasi-generasi kampung arangkaa khususnya,dan umumnya generasi-generasi bangsa indonesia.”

Kemudian tahun 1978,penghubung buppati sangihe dan talaud yaitu malensang dan taalendo sebagai kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kecamatan essang melaksanakan peletakkan batu pembangunan monumen raja larenggam di arangkaa.

Pada tahun 1986 nicolaus bawengan sebagai camat essang memotivasi dan mengajak masyarakat yang ada di wilayah  uatara kecamatan essang untuk memeperingati hari gugurnya raja larenggam pada tanggal 23 juli 1893 dengan maksud mengumpulkan dana untuk pembangunan patungh raja larenggam di arangkaa.akhirnya pada tahun 1989 patung raja larenggam  selesai di bangun sebagai hasil swadaya masyarakat.

  1. BOGRAFI
    1. KELUARGA
      1. Nama :
        1. Nama kecil    : larenggam
        2. Nama lengkap        : larenggam sumalle
        3. Kelahiran
          1. Tempat dan tanggal lahi  : arangkaa 5 juli 1855
          2. Agama     : animisme
          3. Nama orang tua :
            1. Nama lengkap ayah         : manoso sumalle
            2. Nama lengkap ibu  : laowulan
            3. Tempat kelahiran   : arangkaa
            4. Jumlah angota keluarga        : 7 orang
            5. Kesan kesan yang baik dalam hubungan keluarga
              1. Ayah   : rajin dan jujur
              2. Ibu      : rajin dan jujur
              3. Kakek dan nenek    : rajin dan jujur
              4. Selama kanak –kanak           ; tidak pindah tempat
              5. Hobby ppada waktu kanak-kanak           : menonton musyawarah
            6. Riwayat pendidikan

Pendidikan di lingkungan keluarga dan masyarakat

  1. Riwayat pekerjaan
    1. 1851 – 1890 sebagai panglima perang kerajaan arangkaa
    2. 1891 – 1893 sebagai raja kerajaan arangkaa
    3. Riwayat perjuangan
      1. Menjaga kerajaan arngkaa
      2. Membela rakyat dari penjajahan
      3. Hasil kerja

Selalu sukses sehingga setelah menjadi raja manee biniolang mangkat ia di nobatkan sebagi raja kerajaan arangkaa

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: