Motindok, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Banggai

Kerajaan Motindok merupakan ke-triesaan dengan Bola dan Lowa; terletak di prov. Sulawesi Tengah, kab. Banggai.
Berdiri abad ke-15.

Lokasi kabupaten Banggai


Sejarah Kerajaan Motindok

Kerajaan Motindok merupakan ke-triesaan dengan Bola dan Lowa, dikatakan ketiga bagian itu dikuasai oleh seorang raja Ali Asine, adik perempuannya Aminah, dan adik laki-laki Lohat (kembali satu ikatan keluarga antar kerajaan). Waktu pendiri kerajaan Banggai yang sekarang (Mumbu doi jawa) dalam perjalanan penaklukannya tiba di Motindok, ia menikahi putri raja Ali Asine, Nuru Sapa (dalam versi Banggai putri ini adalah istri Mumbu doi jawa berbangsa Ternate), serta mengangkat putra dari saudara laki-laki Nuru Sapa,Sasong Baluwangi, menjadi basanyo pertama atas Batui, putra ini bernama Ama, bahasa yang di pakai adalah Mbaha, penyimpangan dari bahasa Saluan dan bahasa Wana (1525-1680).

Dari pernyataan Dormier yang menyadur pendapat Francois Falentijn, Prof.Weck, E.Gobee, O.H.Goedhart, dan Albert C.Kruyt, bahwa kerajaan-kerajaan di Banggai darat dan Banggai luat sudah terbentuk. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah, Liputomundo, Kadupang dan Sisipan, serta Bongganan di wilayah Gapi (Peling), Dodung dan Tano Bonunungan, Monsongan di wilayah pulau Banggai, Kemudian Tompotika dan Motindok di wilayah Banggai darat. Kerajaan-kerajaan tersebut belum dikuasai sultan Ternate dan berbentuk otonom.
– Sejarah lengkap: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/banggai-kerajaan2-kecil-daerah-banggai/