Lateri, negeri / P. Ambon – prov. Maluku

Negeri Lateri dengan teung Ina Bala Amalatu, merupakan negeri kecil yang terletak di P. Ambon, dalam Teluk Ambon sejak abad ke-15 dan merdeka pada abad 18 dari Negeri Halong.
Negeri ini beragama kristen.

Lokasi P. Ambon


* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Nederlands (bah. belanda)

* Klik Molukken en Nederland voor:
– lijsten met marga’s en negeri’s,
– zoekmachine voor marga’s,
– informatie over Molukkers in Nederland en molukse onderwerpen.


Raja negeri Lateri

Tidak ada info tentang raja.

Lokasi negeri Lateri di P. Ambon


Baileo negeri Lateri

Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara. Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja. Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.
Lantai baileo dibuat tinggi karena dipercaya agar roh-roh nenek moyang memiliki tempat dan derajat yang tinggi dari tempat berdirinya masyarakat. Dan agar masyarakat tahu permusyawaratan yang berlangsung di balai.
– Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_baileo
* https://kangapip.com/rumah-adat-maluku/

Tidak ada foto baileo negeri Lateri; sebagai contoh, di bawah foto Baileo negeri Aboru


Tentang negeri Lateri

Info di bawah di ambil dari: http://aldirontahalele.blogspot.com/2012/04/t-lateri.html?fbclid=IwAR2hUX15_bIASFkiU36ZwRbQlKN9N8RZ0ov-LP7_RZL3vy5xrR4PxIk9EvM

Tertulis dalam buku Latu patih pulau ambon, Datuk-Datuk yang datang dari pulau ibu (Nusa ina) dengan pakatora (rakit) dengan layar daun kelapa, singgah di Lataeri (sekarang Lateri) yang dalam bahasa Hitu yang berarti Tanah rata pada tahun 1514. Saat itu Lateri, Hunuth, Galagala (sekarang Galala) belum ada.

Pada abad ke-15 sampai abad 17

Portugis masuk ke Maluku pada abad 15 kemudian merubah nama Lataeri menjadi Lateri yang artinya batu pertama. Portugis singgah di pulau Ambon melalui negri Hitu ke Hunuth dan durian patah kemudian menyebrang ke Lateri dan singgah di tanjung Lateri batu, (sekarang tempat tersebut sudah di bangun rumah oleh saudara Christian Saimima).

Teluk  Ambon (cop. Panoramio)

Selanjutnya mulai dari abad ke-15 sampai abad ke-16, Datuk-datuk kami yang tinggal dilateri belum termasuk pertuanaan Halong. Masyarakat Halong mengorganisir diri dengan sistim Soa, yaitu Soa Tanah Hitu kemudian datang lagi Soa Selang bersama Pati dari Seram Timur yang sangat dihormatinya oleh Masyarakat Halong dengan membawa seorang permpuan dari lontor Banda yaitu dari Keluarga Latulocol, namun setelah Masyarakat Halong menerima kekeristenan pada tahun 1629 maka Soa Tanah Hitu pergi dan berdiam di Hitu Lama, Soa Selang dan pati pulang ke seram Timur.

Pada abad ke-17 perkembangan jemaat, barulah Lateri dan Latta termasuk pertuanan atau dusun kecil Halong di bawah pimpinan orang kaya “ALFONSO TUPENALAY”. Dan dari abad ke-15 sampai ke-17 Lateri dan Latta tidak memiliki kepala kampung.

Abad ke-19:  Peraturan Dati dari Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1814 untuk pulau Ambon

Pada abad ke-18 setelah peraturan Dati Hindia Belanda pada tahun 1814, Belanda merubah nama Lataeri menjadi Lateri. Lalu moyang-moyang kami yang berdiam dari abad ke-15 sampai ke-18 membuat peraturan Dati dari pemerintah Belanda, barulah tiap-tiap negeri adat diberi gelar raja (regen) dan desa-desa bawahan dikepalai ole kepala kampung (wijkmester) dan Lateri adalah Nederseteng tanah negeri Halong. Lalu dari pasir putih sampai ke Mata passo, maka raja Halong atau regen van Halong memberikan tanah-tanah yang sudah diduduki oleh rakyat Lateri dari abad ke-15 sampai dengan peraturan Dati berlaku pada tahun 1814 ada yang menjadi hak milik seperi tanah eigendom dan hak pakai atau oftal.

Sesudah rakyat kampung Lateri memiliki tanah-tanah tersebut yang diberikan oleh pemerintah negeri Halong, maka Raja Halong memberikan tugas kepada seorang yang dipercaya dari rakyat Lateri untuk menjadi kepala kampung atau wijkmester, maka penulis telah ingat wijkmester yang pertama adalah Bapak Anakotta, Beliau yang membangun gedung Gereja Lahai Roi tua yang mulai dibangun pada tahun 1850 dan yang diresmikan pada tahun 1875 di Lateri Batu-Batu dan sebuah sekolah kelas 5 (Beliau yang membangun gedung Gereja Lahai Roi tua yang mulai dibangun pada tahun 1850 dan yang diresmikan pada tahun 1875 di Lateri Batu-Batu dan sebuah sekolah kelas 5 (GOVERNEMENT SCHOOL) dan nama beliau tertulis pada batu prasasti bangunan tersebut beserta dengan nama pendeta Predikant, Tuan Yosep Kamp pada tahun 1875, gedung diresmikan.

Nama-nama wijkmester yang terdaftar di kampung Lateri dari abad ke-18 sampai tahun 1988, yaitu:

  1. Bapak Anakotta
  2. Bapak F. Ferdinandus
  3. Bapak Welem Sinanu
  4. Bapak Ever Sinanu
  5. Bapak Frans Sinanu
  6. Bapak Leunard Sopacua
  7. Bapak Daniel de Queljoe
  8. Bapak Stevanus Sahetapy
  9. Bapak Musa Wattimena
  10. Berubah menjadi Kelurahan

Dari abad ke-18 oleh karena kampung Lateri terlalu panjang dan terbagi atas 7 tempat dengan namanya masing-masing:

  1. Pasir putih
  2. Lateri Batu-Batu
  3. Warikan
  4. Nuntetu
  5. Kusu-Kusu
  6. Jembatan Gurita
  7. Mata passo.

Lateri (cop. Panoramio)


Marga, SOA dan Pela / Gandong negeri Lateri

1) Nama Marga

Manuputty
Manusiwa
– Sumber: nunusaku.com/pdfs

Adriaans
Ferdinandus
Gerrits
Hehuwat
Huliselan
Manuputty
Manusiwa
Pieter
Saimima
Seluta
Staa
– Sumber: Atlas Maluku

2) SOA

Untuk SOA, klik: http://www.nunusaku.com/pdfs/LastNamesbyVillage05_28_07.pdf

3) Cari nama marga dan negeri

Daftar nama marga di Maluku, dan Negeri: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan marga: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan marga: Atlas Maluku

4) Pela dan Gandong

Negeri Lateri pela dengan negeri Mamali.

Sumber daftar Pela dan Gandong:
Atlas Maluku
Kumpulan Pela dan Gandong
Nunusaku.com


Subjek penting budaya Maluku

1) Penjelasan Marga, Matarumah dan SOA
2) Penjelasan Pela dan Gandong
3) Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri negeri di Maluku
4) Baileo negeri maluku
5) Tarian Cakalele
6) lain

Untuk subjek penting, klik di sini


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku tahun 1640


Sumber

– Sumber daftar Pela dan Gandong: Atlas Maluku
– Sumber daftar Pela dan Gandong: Kumpulan Pela dan Gandong
– Sumber daftar Pela dan Gandong: Nunusaku.com

– Daftar nama matarumah dan negeri di Maluku: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan Matarumah: nunusaku.com/pdfs

– Penjelasan Pela dan Gandong: http://pelagandong.blogspot.com/2013/05/pengertian-pela-dan-gandong-sebagai.html
– Penjelasan Pela dan Gandong: https://id.wikipedia.org/wiki/Pela
– Penjelasan Pela dan Gandong: http://historymaluku.blogspot.com/2016/06/pela-gandong-hanya-di-maluku.html

– Struktur pemerintahan dan masyarakat Negeri di Maluku: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/
Sejarah Maluku: http://pelangimaluku.blogspot.co.id/2008/05/sejarah-maluku.html
– Sejarah Maluku: http://juliansoplanit.blogspot.co.id/2011/03/maluku-merupakan-salah-satu-propinsi.html
Sejarah Maluku: https://singalodaya.wordpress.com/2009/10/07/sejarah-maluku/comment-page-1/

– Suku di Maluku: http://www.lasamahu.com/2011/06/mengenal-suku-maluku-dari-dekat.html
– Asal usul penduduk Maluku:
http://www.angelfire.com/home/SiAPAPorto/asal_usul_mal.htm