Raja Jeronimo, 1591-1639

Tulisan di bawah oleh: adrianus kojongian.

Saya merasa perlu menambahi sedikit data. Raja Jeronimo 2 ketika bersama Kapten Spanyol Aguado menyerbu tagulandang disertai putranya, pada 20 Juni 1614 ibukotanya diduduki Gubernur Maluku Laksamana Dr.Laurens Reael Ia lari mengungsi ke Jailolo dengan putranya. Reael mengirim Jan Rossingeyn dengan 3 kapal ke Siau 15 Agustus 1614.Rossingeyn segera mengangkat raja Siau baru bernama Kaicil Kaliwen, atau Don Duarte Pereira sebagai pengganti raja lama yang menurut laporan Belanda bersama putranya akan dibawa Spanyol ke Manila. Lalu yang banyak tidak kita ketahui, pada tanggal 12 Oktober 1615 sesuai perintah Gubjen Gerard Reynst, dilakukan penangkapan penduduk Siau dipimpin Kapten Adriaan van Dussen dan Frederik Hamel.Ada sebanyak 446 orang Siau ditangkap termasuk raja Duarte, keluarganya, para mantri, bangsawan dan penduduk. Rinciannya 244 wanita, 78 anak-anak, 30 anak muda dan 94 pria dewasa. Mereka telah dibawa ke Pulau Ai di Banda, dijadikan pekerja paksa di perkebebunan pala.Banyak yang melarikan diri, seperti terjadi 2 Juni 1616 ketika saudara raja bernama Quenco memimpin pelarian 84 orang diantaranya 50 wanita dan anak-anak.