Abui, kerajaan / P. Alor – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Abui adalah kerajaan tertua di pulau Alor, prov. Nusa Tenggara Timur.

The kingdom of Abui is a very old kingdom on the island of Alor, prov. Nusa Tenggara Timur.
For english, click here

Klik foto untuk besar !

Lokasi pulau Alor

Nusa Tenggara Timur


* Foto foto kerajaan pulau Alor: link


Sejarah kerajaan Abui

Menurut ceritra yang beredar di masyarakat Alor, kerajaan tertua di Kabupaten Alor adalah kerajaan Abui di pedalaman pegunungan Alor dan kerajaan Munaseli di ujung timur pulau Pantar. Suatu ketika, kedua kerajaan ini terlibat dalam sebuah Perang Magic. Mereka menggunakan kekuatan-kekuatan gaib untuk saling menghancurkan. Munaseli mengirim lebah ke Abui sebaliknya Abui mengirim angin topan dan api ke Munaseli. Perang ini akhirnya dimenangkan oleh Munaseli.

Konon, tengkorak raja Abui yang memimpin perang tersebut saat ini masih tersimpan dalam sebuah goa di Mataru. Kerajaan berikutnya yang didirikan adalah kerajaan Pandai yang terletak dekat kerajaan Munaseli dan Kerajaan Bunga Bali yang berpusat di Alor Besar. Munaseli dan Pandai yang bertetangga, akhirnya juga terlibat dalam sebuah perang yang menyebabkan Munaseli meminta bantuan kepada raja kerajaan Majapahit, mengingat sebelumnya telah kalah perang melawan Abui.

Pulau Alor


Kerajaan kerajaan di pulau Alor

* Kerajaan Abui,
* Kerajaan Alor,
* Kerajaan Batulolong,
* Kerajaan Bungabali,
* Kerajaan Kolana,
* Kerajaan Kui,
* Kerajaan Mataru,
* Kerajaan Munaseli,
* Kerajaan Pandai,
* Kerajaan Pureman.


Sejarah lengkap kerajaan-kerajaan di pulau Alor: klik di sini


Sejarah pulau Alor

Lebih dari 15 bahasa asli yang berbeda diucapkan di Alor, sebagian besar diklasifikasikan sebagai orang Papua atau non-Austronesia. Ini termasuk Abui, Adang, Hamap, Kabola, Kafoa, Woisika, Kelon, dan Kui. Selain itu, Alorese adalah bahasa Melayu-Polinesia.
Dalam sebuah kuburan di Alor, lima tangkapan ikan ditemukan di bawah dagu dan rahang seorang wanita, yang berusia sekitar 12.000 tahun.
Orang Portugis adalah orang Eropa pertama di wilayah ini pada abad ke-16. Alor kemudian dianggap sebagai rumah kanibal, yang tidak ingin diubah menjadi Katolik Katolik. Baru kemudian Kalvinis berhasil mengubah sebagian dari populasi. Sebelumnya, Islam bisa membangun dirinya sendiri di beberapa bagian pulau. Di Alor Besar (Alor Besar), sebuah Alquran abad ke-12 disimpan, yang dibawa ke sini pada tahun 1500 dari pulau Ternate di Maluku oleh lima misionaris.
Pada tahun 1851, Gubernur Portugal José Joaquim Lopes de Lima, tanpa izin dari Lisabon, menjual klaim Portugal tentang Kepulauan Alor dan wilayah lainnya di Kepulauan Sunda Kecil, yang berada di bawah kekuasaan Portugis, ke Belanda dengan harga 200.000 florin.
Lopes de Lima tidak disukai dan digulingkan dan ditangkap saat Lisabon mengetahui perjanjian tersebut. Dalam perjalanan pulang ke Portugal dia meninggal di Batavia. Dari tahun 1854 perjanjian tersebut dinegosiasi ulang. Perjanjian Lisbon akhirnya mengkonfirmasi penjualan tersebut. Ratifikasi tersebut terjadi pada tahun 1859. Namun, hubungan lama antara Alor dan Timor Portugis masih ada sejak lama. Pada tahun 1886, penduduk setempat memberi penghormatan tahunan kepada Liurai Liquiçá, berupa nasi, jagung, kapas dan banyak lagi.
.

Sumber

Tentang Suku Abui: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/11/suku-abui-nusa-tenggara-timur.html

– Sejarah pulau Alor di Wiki: link
– Alor dulu dan sekarang:  http://alor-kenari.blogspot.co.id/2012/01/alor-dulu-dan-sekarang.html
– Tentang Suku Alor: http://suku-dunia.blogspot.nl/2014/08/sejarah-suku-alor-di-nusa-tenggara.html
– Sejarah pulau Alor: http://posalor.blogspot.co.id/2014/02/sejarah-pulau-alor.html
– Masuknya Islam di Alor: http://bz69elzam.blogspot.nl/2008/08/sekilas-sejarah-masuknya-islam-di-alor.html


 

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: