Salawati, kerajaan / Kab. Raja Empat – Prov. Papua Barat

Kerajaan Salawati (marga Arfan) adalah kerajaan di kabupaten Raja Empat, prov. Papua Barat.

The kingdom of Salawati (Arfan clan) was a kingdom in the region Raja Empat, province of West Papua.

Klik foto untuk besar !

Pulau pulau Raja Empat

Provinsi Papua Barat


* Foto situs kuno di Papua: link
* Foto Papua: link


Sejarah kerajaan Salawati

Muhammad Aminuddin Arfan seorang tokoh Muslim dari Kerajaan Islam Salawati yang turut mengantar kedatangan OC. Ottow dan GJ. Geissler –Sang Bapak Gereja di Papua–di Pulau Mansinam, dibuang dan diasingkan ke Maros karena menentang penjajahan Belanda dan meninggal di sana. Habis manis sepah dibuang.
Muhammad Aminuddin Arfan adalah orang penting di Kerajaan Salawati. Ia adalah adik kandung Raja Salawati. Pada saat itu Kerajaan Salawati merupakan bagian dari kekuasaan kerajaan Islam Ternate. Sesuai prosedur wilayah, setiap tamu yang akan berkunjung ke Papua, mereka harus minta izin ke penguasa kawasan di Salawati yang merupakan bagian kekusaan Ternate. Itu pula yang dilakukan Kerajaan Ternate. Sembari membawa dua orang missionaris berkebangsaan Jerman, Ottow dan Geissler dengan kapal khusus berwarna putih, utusan Kerajaan Ternate pamit dulu dengan Penguasa Kerajaan Salawati, sekaligus meminta beberapa orang untuk mendampingi missionaris yang akan melakukan tugas penginjilan di pulau Mansinam, Manukwari.
Pulau Mansinam dipilih lantaran dianggap masih dihuni mayoritas Animisme. Setelah dua bulan “memperkenalkan” Ottow dan Geisler kepada kepala-kepala adat, barulah Muhammad Aminuddin Arfan kembali ke Salawati. Ironisnya, selang berapa waktu setelahnya, Muhammad Aminuddin Arfan yang memang anti Belanda ditangkap dan diasingkan di Maros. Beliau tidak diperkenankan pulang, dan dibiarkan di sana hingga wafatnya. Di sinilah liciknya para penjajah Salibis. Ditulung malah Mentung (dibantu malah melukai), kata peribahasa Jawa. Air susu dibalas dengan air tuba. Mungkin karena keadaan yang demikian itulah maka perkembangan dakwah Islam di Papua menjadi amat lambat, bahkan mungkin (pernah) terhenti sama sekali.

– Sumber: https://brainly.co.id/tugas/173648

Lokasi kerajaan Salawati

——————–

Kerajaan Salawati dengan pusat kekuasaan Samate


Daftar Raja Salawati

• Abd al-Kasim (1873-1890)
• Muhammad Amin (1900-1918)
• Bahar ad-Din Arfan (1918-1935)
• Abu’l-Kasim Arfan (1935-?)

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat_%28wilayah%29


Kerajaan kerajaan di Papua

1) Semenanjung Bomberai

Kerajaan Aiduma
Kerajaan Kowiai/kerajaan Namatota

2) Semenanjung Onin

Kerajaan Fatagar (marga Uswanas)
Kerajaan Rumbati (marga Bauw)
Kerajaan Atiati (marga Kerewaindżai)
Kerajaan Patipi
Kerajaan Sekar (marga Rumgesan)
Kerajaan Wertuar (marga Heremba)
Kerajaan Arguni
Kerajaan Kaimana

3) Raja Empat

Kerajaan Waigeo
Kerajaan Misool/Lilinta (marga Dekamboe)
Kerajaan Salawati (marga Arfan)
Kerajaan Sailolof/Waigama (marga Tafalas)
Kerajaan Waigama


Sejarah Raja Empat

Di Kepulauan Raja Ampat terdapat 5 kerajaan tradisional, masing-masing adalah:
* kerajaan Waigeo, dengan pusat kekuasaannya di Wewayai, pulau Waigeo;
* kerajaan Salawati, dengan pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara
* kerajaan Sailolof dengan pusat kekuasaan di Sailolof, pulau Salawati Selatan, dan
* kerajaan Misool, dengan pusat kekuasaan di Lilinta, pulau Misol.
* kerajaan Waigama.

Tahun 1660, VOC memang sempat menandatangani perjanjian dengan sultan Tidore di mana Tidore mengakui protektorat Belanda atas penduduk Irian barat. Perjanjian ini jelas meliputi penduduk kepulauan antara Maluku dan Irian. Yang jelas juga, Tidore sebenarnya tidak pernah menguasai Irian. Jadi protektorat Belanda hanya merupakan fiksi hukum.
Tidore menganggap dirinya atasan Biak. Pada masa itu, pedagang Melayu mulai mengunjungi pulau Irian. Justru pandangan Tidore ini yang menjadi alasan Belanda menganggap bagian barat pulau ini adalah bagian dari Hindia Belanda.
Sejak abad ke-16, selain di Kepulauan Raja Ampat yang termasuk wilayah kekuasaan Sultan Bacan dan Sultan Ternate, kawasan lain di Papua yaitu daerah pesisir Papua dari pulau Biak (serta daerah sebaran orang Biak) sampai Mimika merupakan bagian dari wilayah mandala Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berdekatan dengan wilayah Papua. Tidore menganut adat Uli-Siwa (Persekutuan Sembilan), sehingga propinsi-propinsi Tidore seperti Biak, Fakfak dan sebagainya juga dibagi dalam sembilan distrik (pertuanan).

Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat nelayan dan menerapkan sistem adat Maluku.
Dalam sistem ini, masyarakat merupakan anggota suatu komunitas desa. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya dua kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia-Belanda.

Sumber: http://nadyasabrina01.blogspot.co.id/2013/01/kepulauan-raja-ampat-surga-para.html
– Sumber:
http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/2013/11/papua-barat-wilayah_22.html


Asal mula nama Raja Empat menurut mitos

Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.

Telur-telur tersebut disimpan dalam noken (kantong) dan dibawa pulang, sesampainya di rumah telur-telur tersebut disimpan dalam kamar. Ketika malam hari mereka mendengar suara bisik-bisik, betapa kagetnya mereka ketika mereka melihat di dalam kamar ternyata ke-lima butir telur telah menetas berwujud empat anak laki-laki dan satu anak perempuan, semuanya berpakaian halus yang menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan raja.
Sampai saat ini belum jelas siapa yang memberikan nama kepada anak-anak tersebut tapi kemudian diketahui bahwa masing-masing anak bernama:

1. War menjadi Raja di Waigeo.
2. Betani menjadi Raja di Salawati.
3. Dohar menjadi Raja di Lilinta (Misool)
4. Mohamad menjadi Raja di Waigama (Batanta).


Sejarah Islam di Papua

Syiar Islam di Bumi Papua terjadi terutama terkonsentrasi di wilayah Papua Barat, mulai dari Raja Ampat hingga Fakfak. Ada beberapa versi mengenai masuknya Islam di Papua. Kebanyakan sumber sejarah masuknya Islam di Papua berdasarkan sumber-sumber lisan masyarakat setempat. Versi Papua, misalnya, berdasarkan legenda di masyarakat setempat, khususnya di Fakfak. Versi ini menyebut Islam bukanlah dibawa dari luar seperti Tidore atau pedaganh Muslim, tetapi Papua sudah Islam sejak Pulau Papua diciptakan oleh Allah. Versi ini tentu saja tidak bisa diterima, namun secara tersirat versi ini menandakan Islam di Papua telah menjadi kepercayaan yang menyatu dengan masyarakat setempat.

– Sumber dan sejarah lengkap: http://www.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2015/07/27/74618/500-tahun-islam-di-papua-dari-raja-ampat-hingga-sultan-papua-1.html


Peta-peta kuno Papua

Untuk peta-peta kuno Papua tahun, 1493, 1600, 1699, 1700-an, 1740, 1857 1857, klik di sini

Peta tahun 1493


Sumber / Source

– Sejarah kerajaaan Salawati: https://brainly.co.id/tugas/173648

Sejarah Raja Empat: http://nadyasabrina01.blogspot.co.id/2013/01/kepulauan-raja-ampat-surga-para.html

Sejarah kerajaan2 Papua Barat: https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat_%28wilayah%29
– Kerajaan2 Islam di Papua: http://www.gurusejarah.com/2015/01/kerajaan-kerajaan-islam-di-papua.html
– Kerajaan2 di Semenanjung Onin: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Onin
– Sistem kerajaan2 tradisional di Papua: http://papuaweb.org/dlib/s123/mansoben/05.pdf
– Sejarah kerajaan2 di Papua Barat: http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/2013/11/papua-barat-wilayah_22.html
– Kerajaan2 di Semenanjung Bomberai: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Bomberai
Kerajaan2 di kepulauan Raja empat: https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Raja_Ampat
– Sejarah kepulauan Raja empat: http://www.marikoworld.com/travels/indonesia/raja-ampat/


Foto foto

Rukunuddin Arfan,ldest grandson(son oldest son)of last king of Salawati/Papua

Rukunuddin Arfan, Cucu raja terakhir kerajaan  Salawati. Sumber foto: Rukunuddin Arfan, Facebook

Raja Salawati ca 1915

Raja Salawati ca 1915


 

Advertisements
2 Comments

2 thoughts on “Salawati, kerajaan / Kab. Raja Empat – Prov. Papua Barat

  1. Muchlis Arfan

    maaf.. saya Muchlis Arfan Salah satu dari keturunan kerajaan Salawati.
    artikel yg di muat pada halaman ini yg menceritakan tentang penguasaan kerajaan ternate atas kerjaan salawati tidak benar.
    dan yg di asingkan di maros sulawesi selatan ialah Muhammad Ali Arfan atau dikenal sebaga FUNTUSAN Salawati anak dari Aminudin Arfan.

    • Sultans in Indonesia

      KYT, terima kasih atas mail anda. Anda bisa kirim cerita yang betul menurut anda. Kita akan publikasikan info itu. Dengan hormat, penerbit website, Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: