Kommen tentang sejarah raja-raja Kaidipang

Kommen dibawah dikirim Adrianus Kojongian, nov. 2015

Saya suka membaca sejarah. Tapi yang saya temukan berkait Raja Kaidipang, justru tidak ada di korinik di atas. Saya yakin raja-raja itu benar adanya, karena tertera di kontrak-kontrak dan dicatat dalam raport para Gubjen. Umpama, raja-raja Kaidipang dekade 1700-an, dimana fam Korompot masih dicatat Kornput atau Cornput atau Cornpoet. Pertama, Raja Willem Kornput. Naik tahta dengan meneken Korte Verklaring 17 Maret 1702. Pertentangannya dengan pembesar Bolaang Itang yang berlarut, diselesaikan Gezeghebber Jacob Boner dengan rekonsiliasi di Benteng Orange Ternate 2 Juli 1727. Karena usia tua, 20 Februari 1728 menyurat ke Ternate minta putra sulunya Prins Albert diangkat raja baru Dauw atau Kaidipang. Kedua, Raja Albert (us) Kornput, dilantik dengan kontrak 4 Agustus 1729 dibuat di Venteng Orange dengan Gubernur/Direktur Maluku Jacob Ch.Pielat. Usianya saat itu 27 tahun, berarti lahir tahun 1702. Ketiga, Raja Jacob Kornput, diangkat dengan kontrak di Benteng Orange 28 Agustus 1739 mengganti Albert Cornput yang meninggal. Di pihak Belanda diwakili Gubernur/Direktur Maluku Marten Lelivelt. Kontrak mana diperbarui (karena juga temuan emas) 3 September 1742 dimana Belanda diwakili Coopman David van Petersom dan Ondercoopman Jan W.de la Fontaine. Ia meninggal Desember 1747. Keempat, Raja David Kornput, memerintah sejak Desember 1747 dan disahkan sebagai Raja Kaidipang dan Bolaang Itang dengan Kontrak di Benteng Orange 25 Mei 1750. Jadi, menurut saya, perlu sejarawan Bolmong meneliti ulang sejarahnya, dan nama-nama resmi di kontrak serta nama lokal atau nama akrab raja-raja tersebut bersesuaian.
————————————————————————————————————————-

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: