Sukadana, Kerajaan / Kal. Barat – Kab. Kayong Utara

Kerajaan Sukadana: 1500 – 1665. Terletak di Kalimantan, Kab. Kayong Utara, Kalimantan Barat.

The kingdom of Sukadana: 1500 – 1665. Located in the district of Kayong Utara, West Kalimantan.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Kayong Utara

Kabupaten Kayong Utara

Provinsi Kalimantan Barat

Provinsi Kalimantan Barat


Foto kerajaan2, situs kuno dan suku di Kalimantan:  link


Sejarah / History

Garis sejarah

* Kerajaan Tanjung pura: 1454 – 1504
* Kerajaan Sukadana: 1504 – 1665
* Kerajaan Matan: 1665 – 1819
* Kerajaan Sukadana: 1828 – 1943,
* Kerajaan Simpang Matan: 1819 – sekarang
* Kerajaan Kayong  Matan (Tanjugpura II): sekarang


Sejarah kerajaan Sukadana

Kerajaan Sukadana merupakan Kerajaan Bagian dari Kerajaan Tanjung Pura dipimpin oleh Prabu Jaya (1447-1461).
Pada masa pemerintahan Pangeran Bandala (1512–1538), Sukadana mengalami kemajuan di bidang perdagangan.
Pada masa pemerintahan Pangeran Anom (1538–1565), peningkatan kesejahteraan penduduk, perbaikan daerah dan angkatan perang.
Pada masa pemerintahan Panembahan Airmala (1622–1630) kemajuan di bidang perdagangan kayu dan intan.
Pada tahun 1604 Belanda melakukan perjanjian monopoli dagang.
Pada tahun 1792 Kerajaan Sukadana dipimpin oleh Sultan Jamaluddin (1792–1830) melakukan perlawanan namun gagal. Sultan dan pengikutnya mengundurkan diri ke daerah hulu.
Pada masa selanjutnya seorang keturunan Raja Siak dibawa oleh Belanda untuk menjadi penguasa Sukadana, namanya Mayor Raja Akil kemudian dikenal sebagai Raja Tengku Akil bergelar Sultan Abdul Jalilsyah. Nama Sukadana diubah menjadi Niuew Brussel atau dalam bahasa orang Sukadana menjadi Bresol.
Belanda melalui Residen Gronovius mengangkat Raja Akil sebagai sultan dan Sukadana diganti namanya menjadi Nieuw-Brussel.
Tahun 1830 Belanda mendirikan benteng pertahanan di pulau Datuk dan mengikat perjanjian dengan Raja Akil. Rakyat diwajibkan membayar upeti.


Daftar Raja

Kerajaan Tanjungpura

* Brawijaya (1454–1472)
* Bapurung (1472–1487)
* Panembahan Karang Tanjung (1487–1504)

Pada masa pemerintahan Panembahan Karang Tanjung, pusat Kerajaan Tanjungpura yang semula berada di Negeri Baru dipindahkan ke Sukadana, dengan demikian nama kerajaannya pun berubah menjadi Kerajaan Sukadana.

Kerajaan Tanjungpura / Sukadana
Pada masa pemerintahan Panembahan Karang Tanjung, pusat Kerajaan Tanjungpura yang semula berada di Negeri Baru dipindahkan ke Sukadana, dengan demikian nama kerajaannya pun berubah menjadi Kerajaan Sukadana.

* 1487-1504: Panembahan Karang Tanjung
* 1504-1518: Gusti Syamsudin atau Pundong Asap atau Panembahan Sang Ratu Agung
* 1518-1533: Gusti Abdul Wahab atau Panembahan Bendala
* 1526-1533: Panembahan Pangeran Anom
* 1533-1590: Panembahan Baroh
* 1590-1604:Gusti Aliuddin atau Giri Kesuma atau Panembahan Sorgi
* 1604?-1622: Ratu Mas Jaintan
* 1622-1665: Gusti Kesuma Matan atau Giri Mustika atau Sultan Muhammad Syaifuddin/Raden Saradipa/Saradewa; Menantu Ratu Bagawan dari Kotawaringin.

Inilah raja terakhir Kerajaan Sukadana sekaligus raja pertama dari Kerajaan Tanjungpura yang bergelar Sultan.
Pada masa pemerintahan Panembahan Karang Tanjung, pusat Kerajaan Tanjungpura yang semula berada di Negeri Baru dipindahkan ke Sukadana, dengan demikian nama kerajaannya pun berubah menjadi Kerajaan Sukadana.

Daftar raja Kerajaan Sukadana

1828-1849: Tengku Akil Sultan Abdul Jalilsyah,
1849-1875: Tengku Anom Besar,
1875-1910: Tengku Putra,
1910-1934:  Tengku Andot,
1934-1939: Tengku Abdul Hamid,
1939-1943:  Panembahan Tengku Idris atau Tengku Betong.

 -Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2015/08/16/tengku-mochtar-cari-dua-saudaranya-yang-hilang


Tengku Akil Sultan Abdul Jalilsyah, 1828-1849

Tengku Akil dari Siak adalah nama yang tak asing di kampoengku di Kab. Kayong Utara, Kalbar, terutama bagi masyarakat Sukadana, terlebih lagi kalangan Bangsawan Sukadana yang bergelar Tengku.
Tengku Akil Siak adalah Anak Raja Siak yang dibawa Belanda untuk mengisi kekosongan pemerintahan Sukadana yang telah ditinggalkan mundur oleh Pemerintahan Raja Sukadana-Tanjungpura.
– Sumber dan lengkap: https://www.facebook.com/notes/muhammad-aminuddin-abdul-pakar/tengku-akil-siak-raja-sukadana-barunieuw-broesseol/645079555529295/

Makam raja Tengku Akil


Keturunan generasi keenam kerajaan Sukadana hilang

Tengku Mochtar (80), satu di antara generasi keenam kerajaan Sukadana mengungkapkan, bahwa dua saudara seayahnya, Tengku Bon alias Tengku Umar dan Tengku Jafar hilang tatkala Jepang memasuki kawasan Sukadana.
Sementara pamannya yang merupakan Panembahan keenam, Tengku Idris alias Tengku Betong, telah jelas diculik Jepang pada masa itu. Karena namanya tertulis di Makam Juang Mandor di Kabupaten Landak.

Sedangkan keberadaan dua saudaranya tak diketahui hingga saat ini. Di Makam Juang Mandor juga tak tertulis namanya, namun pihak keluarga menduga, keduanya pada era penjajahan Jepang ikut dikubur di antara kuburan masal di Makam Juang Mandor.
– Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2015/08/16/tengku-mochtar-cari-dua-saudaranya-yang-hilang

Tengku Mochtar (80), saat mengisahkan dua saudaranya yang hilang pada era penjajahan Jepang, dikediamannya di Dusun Simpang Empat, Desa Pangkalan Buton, Sukadana.


Sumber

– Sejarah kerajaan Sukadana: https://diketapang.wordpress.com/2016/03/10/sukadana-pemberian-yang-menyenangkan/
– Sejarah kerajaan Sukadana: http://www.goensmith.com/2014/06/sejarah-kerajaan-kerajaan-di-kalimantan.html
– Daftar raja Sukadana: http://pontianak.tribunnews.com/2015/08/16/tengku-mochtar-cari-dua-saudaranya-yang-hilang

– Tentang Tengku Akil, Raja Sukadana baru: https://www.facebook.com/notes/muhammad-aminuddin-abdul-pakar/tengku-akil-siak-raja-sukadana-barunieuw-broesseol/645079555529295/
– Sejarah Tanjungpura dan Sukadana di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Tanjungpura
Sejarah Tanjungpura dan Sukadana: https://www.facebook.com/notes/muhammad-aminuddin-abdul-pakar/kerajaan-tanjung-pura-ii-sukadana/646212522082665/


Foto foto

 

Sukadana, Kalimantan - Tengku Muhammad. Panembahan Kerajaan Sukadana Kalimantan Barat.

Sukadana, Kalimantan – Tengku Muhammad. Panembahan Kerajaan Sukadana.

Foto di bawah:

Salah satu rumah yang merupakan bagian dari sejarah Kerajaan Sukadana di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat ludes terbakar, Senin (3/7/2017) pagi. Barang-barang peninggalan kerajaan pun ikut ludes terbakar.
“Rumah ini merupakan bagian dari sejarah Kerajaan Sukadana, yang menyimpan pedang dan lonceng Kerajaan Sukadana,” kata Jumadi Gading, salah satu warga Sukadana.
– Sumber: http://news.okezone.com/read/2017/07/03/340/1727219/rumah-bagian-sejarah-kerajaan-sukadana-ludes-terbakar


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: